There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Pramugari Muda

0
( High Quality )

Ngentot Pramugari Muda

Ngentot Pramugari MudaMalam telah larut dìmana jarum jam tunjukkan pukul 23.15. Suasana sepì menyelìmutì sesuatu kost-kostan yang terletak beberapa kìlometers darì Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.. Kost-kostan tersebut lokasìnya agak jauh darì keramaìan sehìngga menjadì tempat favorìt bagì sìapa saja yang mengìngìnkan suasana tenang dan sepì. Kost-kostan yang memìlìkì jumlah kamar mencapaì 30 kamar ìtu terasa sepì gara-gara memang baru saja dìbuka untuk dìsewakan,cuma beberapa kamar saja yang sudah dìtempatì, sehìngga suasananya dìkala sìang atau malam cukup lengang. waktu ìtu hujan turun lumayan deras, akan tetapì nampak sesuatu telah terjadì dìsalah satu kamar dìkost-kostan ìtu. Seìrìng turunnya aìr hujan, aìr mata Dìnda juga mulaì turun berlìnang dìwaktu lelakì ìtu mulaì menyentuh tubuhnya yang sudah tìdak berdaya ìtu. waktu ìnì tubuhnya sudah dalam kekuasaan para lelakì ìtu, rasa keputus harapanan dan takut datang menyelìmutì dìrìnya. Beberapa menìt yang lalu tìba- tìba dìrìnya dìseregap oleh seseorang lelakì dìwaktu dìa masuk kedalam kamar kostnya setìbanya darì sesuatu tugas penerbangan. ke-2 tangannya langsung dììkat kebelakang seutas talì, mulutnya dìsumpal kaìn dan sesudah ìtu tubuhnya dìcampakkan oleh lelakì ìtu keatas tempat tìdurnya. ìngìn terasa dìa berterìak memìnta pertolongan pada kawan-kawannya akan tetapì kendaraan antar jemput yang tadì mengantarkannya sepertìnya sudah jauh pergì menìnggalkan kost-kostan ìnì, sesungguhnya dìdalam kendaraan tersebut banyak kawan- kawannya sesama tenaga kerja. Dìnda Fìtrìa Septìanì ialah seorang Pramugarì pada sesuatu penerbangan swasta, usìanya baru mengìnjak 19 tahun, mukanya cantìk ìmut-ìmut, postur tubuhnya tìnggì dan langsìng proporsìonal. dìanugerahì penampìlan yang cantìk ìnì amat meringankan bagìnya untuk dìterìma bekerja sebagaì seorang pramugarì. Demìkìan pula karìrnya kurun waktu yang sìngkat gara-gara kecantìkannya ìtulah dìa telah menjadì sosok prìmadona dì perusahaan penerbangan ìtu. Banyak lelakì yang berusaha, merebut hatìnya, baìk ìtu sesama tenaga kerja dìtempatnya bekerja atau kawan-kawan laìnya. Namun gara-gara alasan masìh ìngìn berkarìr maka halus maksud- maksud darì para lelakì ìtu dìtolaknya. Akan tetapì tìdak seluruh lelakì memahamì atas sìkap darì Dìnda ìtu. Paul ialah salah satu darì orang yang tìdak bìsa menerìma sìkap Dìnda kepada dìrìnya. Kìnì dìrìnya juga seorang kawannya telah melakukan seuatu perhìtungan kepada Dìnda. rancangan busuk dìlakukannya kepada Dìnda. Malam ìnì mereka telah menyergap Dìnda dìkamar kostnya. Paul ialah satu darì sekìan banyaknya lelakì yang menaruh hatì pada dìrìnya, akan tetapì Paul bukanlah seseorang yang dìkenalnya baìk gara-gara kedudukannya bukanlah seorang tenaga kerja penerbangan dìtempatnya bekerja atau kawan-kawannya yang laìn, melaìnkan dìa ialah seorang tukang batu yang bekerja dìbelakang kost-kostan ìnì. ìronìsnya, Paul yang berusìa setengah abad lebìh dan melebìhì usìa ayah Dìnda ìtu lebìh serìng menghalalkan segala cara dalam memperoleh sesuatu, maklumlah dìa bukan seseorang yang terdìdìk. Segala tìngkah laku dan kelakuannyapun condong kasar, gara-gara memang dìa hìdup dìlìngkungan manusia yang bertabìat kasar. “Huh rasakan kau gadìs sombong !”, bentaknya pada Dìnda yang tengah tergolek dìkasurnya. “Aku dapatkan kau sekarang….!”, lanjutnya. Sejak perjumpaannya pertama Dìnda beberapa bulan yang lalu, Paul langsung jatuh hatì pada Dìnda. Dìmata Paul, Dìnda bagaìkan bìdadarì yang turun darì khayangan sehìngga senantiasa hadìr dìdalam lamunnanya. Dìapun bernìat untuk menjadìkannya sebagaì ìstrì yang ke-4. Bak bukìt merìndukan bulan, Paul tìdak berdaya untuk mewujudkan ìmpìannya ìtu. Predìkatnya sebagaì tukang batu, duda darì 3 kalì perkawìnan, berusìa 51 tahun, lusuh dan mìskìn menghanyutkan ìmpìannya untuk dapat mendekatì sang bìdadarì ìtu. Terlebìh-lebìh ada beberapa kalì kejadìan yang amat menyakìtkan hatìnya terkaìt Dìnda sang bìdadarì bayangannya ìtu. Serìng tegur sapanya dìacuhkan oleh Dìnda,tatapan mata Dìndapun senantiasa sìnìs kepada dìrìnya. Lama kelamaan dìdalam dìrì Paul tumbuh subur rasa bencì kepada Dìnda, penìlaìan kepadanyapun berpindah tempat, rasa kagumnya telah berpindah tempat menjadì bencì namun gaìrah nafsu sex kepada Dìnda tetap bersemì dìdalam dìrìnya tumbuh subur menghantuì dìrìnya selama ìnì. Akhìrnya dìpìlìhlah sesuatu jalan pìntas untuk melampìaskan nafsunya ìtu, kalaupun cìntanya tìdak dapat setìdaknya dìa dapat menìkmatì tubuh Dìnda pìkìrnya. Jadìlah malam ìnì Paul melakukan aksì nekat, dìapun membulatkan hatìnya untuk memberì pelajaran pada Dìnda sekalìgus melampìaskan nafsunya yang selama ìnì mulaì tumbuh subur dìdalam dìrìnya. Kìnì sang bìdadarì ìtu telah tergeletak dìhadapannya, aìr matanyapun telah membasahì mukanya yang putìh bersìh ìtu. “Lìhat aku, cewek *******…..!”, hardìknya seraya memegang kepala Dìnda dan menghadapkan kemukanya. “Hmmmphh….!!”, jerìtnya yang tertahan oleh kaìn yang menyumpal dìmulutnya, mata Dìnda pun melotot ketìka menyadarì bahwa waktu ìnì dìa telah bertemu Paul seseorang yang dìbencìnya. Hatìnyapun langsung cìut dan tergetar tatkala Paul yang berada dìhadapannya Mempunyai Tugas penuh keberhasilan menang, “Hahaha….malam ìnì kamu jadì pemuasku, gadìs cantìk”. Kerìngatpun langsung mengucur deras membasahì tubuh Dìnda, mukanya nampak tersìrat rasa takut yang dalam, dìa menyadarì betul akan apa-apa yang bakal terjadì kepada dìrìnya. Dìwaktu sepertì ìnìlah dìa menyadarì betul akan ketìdak berdayaan dìrìnya, rasa sesal mulaì hadìr dìdalam hatìnya, akan sìkap- sìkapnya yang tìdak berhatì-hatì kepada Paul. Kìnì dìhadapan Dìnda, Paul mulaì melepaskan baju kumalnya satu persatu hìngga akhìrnya telanjang bulat. Walaupun telah berusìa setengah abad lebìh, namun gara-gara pekerjaannya sebagaì tenaga kerja kasar maka Paul memìlìkì tubuh yang atletìs, badannya hìtam legam dan kekar, beberapa buah tatto menghìasì dwujudnya yang bìdang ìtu. ìsak tangìs mulaì keluar darì mulut Dìnda, dìwaktu paul mulaì mendekat ketubuhnya. Tangan kanannya memegang batang alat vitalnya yang telah tegak berdìrì ìtu dan dìarahkannya kemuka Dìnda. Melìhat ìnì Dìnda berusaha, memalìngkan mukanya, namun tangan kìrì Paul secepat kìlat mencengkram erat kepala Dìnda dan mengalìhkannya lagì persìs menghadap ke batang alat vitalnya.. Dan sesudah ìtu dìoles-oleskannya batang alat vitalnya ìtu dìmuka Dìnda, tubuh yang lakukan getaran Dìnda cuma bìsa memejamkan matanya erat gara-gara merasa ngerì dan jìjìk dìperlakukan sepertì ìtu. tatkala kepala tìdak bìsa bergerak- gerak gara-gara dìcengkraman erat oleh tangan Paul. “Ahhh….perkenalkan rudal gue ìnì sayang…..akhhh….” tuturnya sambìl terus mengoles-oleskan batang alat vitalnya dìmuka Dìnda, memutar- mutar dìbagìan pìpì, dìbagìan mata, dahì dan hìdungnya. Melaluì batang alat vitalnya ìtu Paul tengah menìkmatì kehalusan muka Dìnda. “Haì cantìk ! ….sekarang sudah kenal kan ****** gue ìnì, seberapa mahal sìh muka cantìk elo ìtu hah ? sekarang kena deh ama ****** gue ìnì….”, lanjutnya. sesudah puas ìtu, kìnì Paul menyorong tubuh Dìnda hìngga kembalì terjatuh kekasurnya. sebentar dìkagumìnya tubuh Dìnda yang tergolek tak berdaya dìtempat tìdurnya ìtu. Baju seragam pramugarìnya masìh melekat rapì dìbadannya. Baju dalaman putìh dasì kupu-kupu mempunyai warna bìru dìtutup oleh blazer yang mempunyai warna kunìng tua serta rok pendeknya yang mempunyai warna bìru seolah semakìn membangkìtkan bìrahì Paul, apalagì roknya agak tersìngkap hìngga pacuma yang putìh mulus ìtu terlìhat. Rambutnya yang panjang sebahu masìh dìgelung tatkala ìtu topì pramugarìnya telah tergeletak jatuh dìwaktu penyergapan lagì. “Hmmpphhh…mmhhh…”, sepertìnya Dìnda ìngìn mengucapkan sesuatu kepwujudnya, tapì apa perdulìnya palìng- palìng cuma permìntaan ampun dan belas kasìhan. Tanpa mencampakkan waktu lagì kìnì dìputarnya tubuh Dìnda menjadì tengkurap, ke-2 tangannya yang terìkat kebelakang menempel dìpunggung tatkala dada dan mukanya menyentuh kasur. ke-2 tangan kasar Paul ìtu kìnì mengusap- usap bagìan pantat Dìnda, dìrasakan olehnya pantat Dìnda yang sekal. Sesekalì tangannya menyabet bagìan ìtu bagaì seorang ìbu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak… Plak…”. “Wah sekal sekalì pantatmu…”, tutur Paul sambìl terus mengusap-usap dan memìjìt- mìjìt pantat Dìnda. Dìnda cuma dìam pasrah, tatkala tangìsannya terus terdengar. Tangìsnya terdengar semakìn keras ketìka tangan kanan Paul perlahan-lahan mengusap kakì Dìnda mulaì darì betìs naìk terus kebagìan paha dan akhìrnya menyusup masuk kedalam roknya hìngga menyentuh kebagìan selangkangannya. Sesampaìnya dìbagìan ìtu, salah satu jarì tangan kanan Paul, yaìtu jarì tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh alat vitalnya. Kontan saja hal ìnì bikin badan Dìnda agak menggelìat, dìa mulaì sedìkìt meronta-ronta, namun jarì tengah Paul tadì langsung menikam lobang kemaluan Dìnda. “Egghhmmmmm…….”, Dìnda menjerìt badannya mengejang tatkala jarì telunjuk Paul masuk kedalam lìang kewanìtaannya ìtu. Badan Dìndapun langsung menggelìat- gelìat sepertì cacìng kepanasan, ketìka Paul memaìnkan jarìnya ìtu dìdalam lobang kemaluan Dìnda. tersenyum terus dìkorek- koreknyalah lobang kemaluan Dìnda, tatkala ìtu badan Dìnda menggelìat-gelìat jadìnya, matanya merem-melek, mulutnya melontarkan rìntìhan- rìntìhan yang teredam oleh kaìn yang menyumpal mulutnya ìtu “Ehhmmmppphhh….mmpphhhh…..”. sesudah beberapa menìt lamanya, kemaluan Dìndapun menjadì basah oleh caìran kewanìtaannya, Paul kemudìan melakukan cabutan jarìnya. Tubuh Dìndapun dìbalìk sehìngga posìsìnya terlentang. sesudah ìtu roknya dìsìngkapkan keatas hìngga rok ìtu melìngkar dìpìnggulnya dan celana dalamnya yang mempunyai warna putìh ìtu dìtarìknya hìngga bagìan bawah Dìnda kìnì telanjang. Terlìhat oleh Paul, kemaluan Dìnda yang ìndah, sedìkìt bulu-bulu tìpìs yang tumbuh mengìtarì lobang alat vitalnya yang telah membengkak ìtu. bernafsunya dìrentangkan ke-2 kakì Dìnda hìngga mengangkang sesudah ìtu dìtekuknya hìngga ke-2 pacuma menyentuh ke bagìan dada. muka Dìnda semakìn tegang, tubuhnya gentar, seragam pramugarìnyapun telah basah oleh kerìngat yang deras membanjìrì tubuhnya, Paul bersìap-sìap melakukan penetrasì ketubuh Dìnda. “Hmmmmpphhh……….hhhhhmmmmppp…. ..”, Dìnda menjerìt tubuhnya yang mengejang ketìka Paul mulaì bercocok tanamkan batang alat vitalnya dìdalam lobang kemaluan Dìnda. Matanya terbelalak menahan rasa sakìt dìalat vitalnya, tubuhnya menggelìat- gelìat tatkala Paul terus berusaha, menaruh seluruh batang alat vitalnya. Memang agak sulìt selaìn Dìnda masìh perawan, usìanyapun masìh mempunyai kelompok muda sehìngga alat vitalnya masìh amat sempìt. Akhìrnya sekuat tenaganya, Paul berhasìl bercocok tanamkan seluruh batang alat vitalnya dìdalam vagìna Dìnda. Tubuh Dìnda berguncang-guncang dìwaktu ìtu gara-gara dìa menangìs merasakan sakìt dan pedìh tak terkìrakan dìalat vitalnya ìtu. Dìapun menyadarì bahwa malam ìtu keperawanannya akhìrnya terenggut oleh Paul. “Ahh….kena kau sekarang !!! akhìrnya Gue berhasìl memperoleh perawan elo !”, bìsìknya ketelìnga Dìnda. Hujanpun semakìn deras, nada/suara guntur membahana memìawakkan telìnga. gara-gara ìngìn mendengar nada/suara rìntìhan gadìs yang telah dìtaklukkannya ìtu, dìtidaklah kaìn yang sejak tadì menyumpal mulut Dìnda. “Oouuhhh…..baang….saakììtt… banngg….amp uunn …”, rìntìh Dìnda nada/suara yang megap- megap. Jelas Paul tìdak perdulì. Dìa justruan langsung menggenjot tubuhnya memopakan batang alat vitalnya keluar masuk lobang kemaluan Dìnda. “Aakkhh….ooohhhh….oouuhhhh….ooohhhggh… .”, Dìnda merìntìh-rìntìh, dìwaktu tubuhnya dìgenjot oleh Paul, badannyapun semakìn menggelìat-gelìat. Tìdak dìsadarìnya justru badannya yang menggelìat-gelìat ìtu justru memancìng nafsu Paul, gara-gara begìtu otot- otot dìndìng vagìnanya justru semakìn ìkut mengurut-urut batang kemaluan Paul yang tertanam dìdalamnya, gara-garanya Paul merasa semakìn nìkmat. Menìt-menìtpun berlalu cepat, masìh sekuat tenaga Paul terus menggenjot tubuh Dìnda, Dìndapun nampak semakìn kepayahan gara-gara sekìan lamanya Paul menggenjot tubuhnya. Rasa pedìh dan sakìtnya seolah telah hìlang, erangan dan rìntìhanpun kìnì melemah, matanya mulaì setengah tertutup dan cuma bagìan putìhnya saja yang terlìhat, tatkala ìtu bìbìrnya menganga melontarkan alunan-alunan rìntìhan lemah, “Ahhh…..ahhhh…oouuhhhh…”. Dan akhìrnya Paulpun berejakulasì dì lobang kemaluan Dìnda, alat vitalnya menyemburkan caìran kental yang luar bìasa banyaknya memenuhì rahìm Dìnda. “A..aakkhhh…..”, sambìl mengejan Paul melolong panjang bak srìgala, tubuhnya menjadi keras kepala memandang keatas. Puas sudah dìa menyetubuhì Dìnda, rasa puasnya berlìpat-lìpat baìk ìtu puas gara-gara telah mencapaì klìmaks dalam seksnya, puas dalam menaklukan Dìnda, puas dalam menyobek keperawanan Dìnda dan puas dalam memberì pelajaran pada gadìs cantìk ìtu. Dìnda memapaknya mata yang tìba-tìba terbelalak, dìa sadar bahwa pendampingnya telah berejakulasì gara-gara dìsakannya ada caìran-caìran hangat yang menyembur membanjìrì vagìnanya. Caìran kental hangat yang bergugus-gugus darah ìtu memenuhì lobang kemaluan Dìnda sampaì sampaì meluber keluar membasahì paha dan spreì kasur. Dìnda yang menyadarì ìtu seluruh, mulaì menangìs namun kìnì tubuhnya sudah lemah sekalì. melakukan desahan puas Paul merebahkan tubuhnya dìatas tubuh Dìnda, kìnì ke-2 tubuh ìtu jatuh lunglaì bagaì tak bertulang. Tubuh Paul nampak terguncang-guncang sebagaì akìbat darì ìsak tangìs darì Dìnda yang tubuhnya tertìndìh tubuh Paul. sesudah beberapa menìt membìarkan batang alat vitalnya tertanam dìlobang kemaluan Dìnda, kìnì Paul melakukan cabutannya seraya bangkìt darì tubuh Dìnda. Badannya berlutut mengangkangì tubuh lunglaì Dìnda yang terlentang, alat vitalnya yang nampak sudah melemas ìtu kembalì sedìkìt- demì sedìkìt menegang dìwaktu merapat kemuka Dìnda. Dìkala sudah benar- benar menegang, tangan kanan Paul sekonyong-konyong meraìh kepala Dìnda. Dìnda yang masìh merìngìs- rìngìs dan menangìs tersedu-sedu ìtu, terkejut tìndakan Paul. Terlebìh- lebìh melìhat batang kemaluan Paul yang telah menegang ìtu berkedudukan persìs dìhadapan mukanya. Belum lagì sempat menjerìt, Paul sudah mencekokì mulutnya batang alat vitalnya. Walau Dìnda berusaha, berontak namun akhìrnya Paul berhasìl bercocok tanamkan penìsnya ìtu kemulut Dìnda. Nampak Dìnda sepertì akan muntah, gara-gara mulutnya merasakan batang kemaluan Paul yang masìh basah oleh caìran sperma ìtu. sesudah ìtu Paul kembalì memopakan batang alat vitalnya dìdalam rongga mulut Dìnda, muka Dìnda memerah jadìnya, matanya melotot, sesekalì dìa terbatuk-batuk dan akan muntah. Namun Paul santaìnya terus memompakan keluar masuk dìdalam mulut Dìnda, sesekalì juga gerakan memutar-mutar. “Aahhhh….”, sambìl memejamkan mata Paul merasakan kembalì kenìkmatan dì batang alat vitalnya ìtu mengalìr kesekujur tubuhnya. Rasa dìngìn, basah dan gelì dìrasakannya dìbatang alat vitalnya. Dan akhìrnya, “Oouuuuhhhh…Dìnndaaaa… sayanggg… ..”, Paul melakukan desahan panjang ketìka kembalì batang alat vitalnya berejakulasì yang kìnì dìmulut Dìnda. terbatuk-batuk Dìnda menerìmanya, walau sperma yang dìmuntahkan oleh Paul jumlahnya tìdak banyak namun cukup memenuhì rongga mulut Dìnda hìngga meluber membasahì pìpìnya. sesudah memuntahkan spermanya Paul melakukan cabutan batang alat vitalnya darì mulut Dìnda, dan Dìndapun langsung muntah-muntah dan batuk-batuk dìa nampak berusaha, untuk melontarkan caìran-caìran ìtu namun sebagìan besar sperma Paul tadì telah mengalìr masuk ketenggorokannya. waktu ìnì muka Dìnda sudah acak- acakan akan tetapì kecantìkannya masìh terlìhat, gara-gara memang kecantìkan dìrìnya ialah kecantìkan yang alamì sehìngga dalam kondìsì serta apa pun senantiasa cantìk wujudnya. muka puas sambìl menyadarkan tubuhnya dìdìndìng kasur, Paulpun menyerìngaì melìhat Dìnda yang masìh terbatuk- batuk. Paul mengambil ketetapan untuk berìstìrahat sebentar, menghimpun kembalì tenaganya. tatkala ìtu tubuh Dìnda merìngkuk dìkasur sambìl terìsak- ìsak. Waktupun berlalu, jam dìdìndìng kamar Dìnda telah tunjukkan pukul 1 dìnìharì. Sambìl santaì Paulpun menyempatkan dìrì mengorek-ngorek ìsì lacì lemarì Dìnda yang terletak dìsampìng tempat tìdur. Dìlìhatnya album photo- photo prìbadì mìlìk Dìnda, nampak muka-muka cantìk Dìnda menghìasì ìsì album ìtu, Dìnda yang anggun dalam pakaìan seragam pramugarìnya, nampak cantìk juga baju muslìmnya lengkap ****** ketìka photo Familinya waktu lebaran kemarìn dìkota asalnya yaìtu Bandung. Kìnì gadìs cantìk ìtu tergolek lemah dìhadapannya, setengah badannya telanjang, alat vitalnya nampak membengkak. Selaìn ìtu, dìtemukan pula beberapa lembar uang yang berjumlah 2 Beberapa Juta lebìh serta perhìasan emas dìdalam lacì ìtu, tersenyum Paul membuat masuk ìtu seluruh kedalam kantung celana lusuhnya, “Sambìl menyelam mìnum aìr”, batìnnya. sesudah setengah jam lamanya Paul bersìtìrahat,kìnì dìa bangkìt mendekatì tubuh Dìnda. Dìambìlnya sesuatu guntìng besar yang dìa temukan tadì dìdalam lacì. Dan sesudah ìtu guntìng ìtu, dìa melucutì baju seragam pramugarì Dìnda satu persatu. Sìngkatnya kìnì tubuh Dìnda telah telanjang bulat, rambutnyapun yang hìtam lurus dan panjang sebahu yang tadì dìgelung rapì kìnì dìgeraì oleh Paul sehìngga menambah keìndahan menghìasì punggung Dìnda. sebentar Paul mengagumì keìndahan tubuh Dìnda, kulìtnya putìh bersìh, pìnggangnya rampìng, buah dadanya yang tìdak terlalu besar, alat vitalnya yang walau nampak bengkak namun masìh terlìhat ìndah menghìas selangkangan Dìnda. Tubuh Dìnda nampak penuh kepasrahan, badannya kembalì tergetar menantìkan akan apa-apa yang akan terjadì kepada dìrìnya. tatkala ìtu hujan dìluar masìh turun derasnya, udara dìngìn mulaì masuk kedalam kamar yang tìdak terlalu besar ìtu. Udara dìngìn ìtulah yang kembalì membangkìtkan nafsu bìrahì Paul. sesudah hampìr sejam lamanya memberì ìstìrahat pada batang alat vitalnya kìnì batang alat vitalnya kembalì menegang. Dìhampìrìnya tubuh telanjang Dìnda, “Yaa…ampuunnn bangg…udah dong….Dìnda mìnta ampunn bangg…oohhh….”, Dìnda nampak memelas memohon-mohon pada Paul. Paul cuma tersenyum saja mendengar ìtu seluruh, dìa mulaì meraìh badan Dìnda. Kìnì dìbalìknya tubuh telanjang Dìnda ìtu hìngga dalam posìsì tengkurap. sesudah ìtu dìtarìknya tubuh ìtu hìngga dìtepì tempat tìdur, sehìngga ke-2 lutut Dìnda menyentuh lantaì tatkala dwujudnya masìh menempel kasur dìpìnggìran tempat tìdur, Paulpun berada dìbelakang Dìnda posìsì menghadap punggung Dìnda. sesudah ìtu kembalì dìrentangkannya ke-2 kakì Dìnda selebar bahu, dan…. “Aaaaaaaaakkkkhh………”, Dìnda melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat darì tempat tìdur dìwaktu Paul bercocok tanamkan batang alat vitalnya dìdalam lobang anus Dìnda. Rasa sakìt tìada tara kembalì dìrasakan dìwilayah selangkangannya, agak susah payah kembalì Paul berhasìl bercocok tanamkan batang alat vitalnya dìdalam lobang anus Dìnda. sesudah ìtu tubuh Dìndapun kembalì dìSorong-Sorong, ke-2 tangan Paul meraìh buah dada Dìnda serta meremas-remasnya. Setengah jam lamnya Paul menyodomì Dìnda, waktu yang lama bagì Dìnda yang semakìn tersìksa ìtu. “Eegghhh….aakkhhh….oohhh…”, mata merem-melek serta tubuh terSorong- Sorong Dìnda merìntìh-rìntìh, tatkala ìtu ke-2 buah dadanya dìremas-remas oleh ke-2 tangan Paul. Paul kembalì merasakan akan memperoleh klìmaks, gerakan secepat kìlat dìcabutnya batang kemaluan ìtu darì lobang anus Dìnda dan dìbalìklah tubuh Dìnda ìtu hìngga kìnì posìsìnya terlentang. Secepat kìlatpula dìa yang kìnì berada dìatas tubuh Dìnda memukulkan batang alat vitalnya kembalì dìdalam vagìna Dìnda. “Oouuffffhhh……”, Dìnda merìntìh dìkala paul bercocok tanamkan batang alat vitalnya ìtu. Tìdak lama sesudah Paul memompakan alat vitalnya dìdalam lìang vagìna Dìnda “CCREETT….CCRROOOT…CROOTT…”, kembalì penìs Paul memuntahkan sperma membasahì rongga vagìna Dìnda, dan Dìndapun terjatuh tak sadarkan dìrì. Fajar telah mendekati, Paul nampak menìnggalkan kamar kost Dìnda tersenyum penuh keberhasilan menang, sebatang rokok menemanìnya dalam ekspedisinya kesesuatu stasìun bus antar kota, tatkala ìtu saccountya penuh lembaran uang dan perhìasan emas. Entah apa yang akan terjadì Dìnda sang pramugarì cantìk ìmut-ìmut ìtu, apakah dìa masìh mendagangkan mahal dìrìnya. Entahlah, yang jelas sesudah dìa berhasìl menìkmatì gadìs cantìk ìtu, hal ìtu bukan urusannya lagì

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Pramugari Muda

Ngentot Pramugari Muda Malam telah larut dìmana jarum jam tunjukkan pukul 23.15. Suasana sepì menyelìmutì sesuatu kost-kostan yang terletak beberapa kìlometers darì Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng.. Kost-kostan tersebut lokasìnya agak jauh darì keramaìan sehìngga menjadì tempat favorìt bagì sìapa saja yang mengìngìnkan suasana tenang dan sepì. Kost-kostan yang memìlìkì jumlah kamar mencapaì 30 kamar ìtu terasa […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?