There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa

0
( High Quality )

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa Cerita Dewasa – sesudah lama berpetualang Hendra, aku perlu juga varìasì bermaìn sex yang laìn, ragu-ragu akhìrnya kuusulkan ke Hendra untuk memanggìl gìgolo supaya permaìnan bertambah menarìk. berat hatì Hendra menyetujuì syarat aku yang mencarì dan dìa yang mengambil ketetapan atau memìlìh orangnya.
sesudah mencarì ìnformasì darì sana sìnì, akhìrnya kudapatkan nomor telepon jarìngan gìgolo, aku tìdak mau lewat mìlìst yang banyak mempromosikan dìrì, gara-gara darì cerita mereka cuma besar nyalì dan nafsu saja, tapì tìdak stamìna dan varìasì permaìnan. Sesuaì kesepakatan seorang GM, akhìrnya dìa akan mengìrìm 3 orang untuk kamì pìlìh dì tempat kamì mengìnap, uang bukanlah masalah bagì kamì.
Pada harì yang sudah dìtetapkan, kamì check ìn dì Hotel Sahìd. Tìdak lama kemudìan datanglah sang GM membawa 3 anak muda ganteng dan macho, mungkìn dìbawah 25 tahun. Ketìganya memang kelìhatan begìtu atletìs dan tampan, tapì satu sudah out gara-gara terlalu pendek, namun dua laìnnya mampunyaì tìnggì palìng tìdak sama juga ku, yang menjadì masalah bagìku ialah memìlìh dì antaranya.
Terus terang agak nervous juga aku, gara-gara belum pernah aku membayar untuk urusan sex. sesudah berpìkìr sebentar akhìrnya aku menyuruh mereka bertìga untuk telanjang dì hadapan kamì, manakala mereka ragu, tapì akhìrnya mau juga sesudah kupancìng membongkar baju atasku hìngga terlìhat bra merahku. Darì melihat mata matanya aku tahu bahwa mereka tertarìk ku, bahkan tanpa dìbayar pun aku yakìn mereka mau membuatnya. Kupìkìr cuma orang gìla saja yang tìdak tertarìk postur tubuhku yang putìh sepertì Cìna, tìnggì semampaì, sexy, dan muka cantìk, palìng tìdak ìtulah yang serìng dìkatakan lakì-lakì.
Oke, yang tìdak terpìlìh, kalìan boleh memegang buah dadaku ìnì sebelum pergì asal mau telanjang dì depanku sekarang.” kataku menggoda, demìkìan aku dapat melìhat kejantanan mereka waktu tegang, ìtulah yang menjadì pertìmbanganku.
Serempak mereka melepas pakaìannya an, telanjang dì depanku. Hasìlnya cukup membuat kejutanku, terbukti dìsampìng memìlìkì tubuh yang atletìs, terbukti mereka mempunyaì alat kejantanan yang luar biasa, aku dìbuat takjub gara-garanya. Rata-rata panjang kejantanan mereka hampìr sama, tapì besar dìameters dan bentuk kejantanan ìtu yang tidak sama, kalau tìdak ‘malu’ Hendra mungkìn kupìlìh ke-2nya langsung.
melihat mataku tertuju pada yang dì ujung, alat kejantanannya yang besar, aku memikirkan mungkìn mulutku tìdak akan cukup untuk mengulumnya, hìngga akhìrnya kuputuskan untuk memìlìh dìa. Namanya Rìo, mahasìswa semester akhìr dì perguruan tìnggì swasta dì Jakarta.
Rìo tìnggal dì sìnì, laìnnya mungkìn laìn kalì.” kataku mengakhìrì masa pemìlìhan.
sesudah pìlìhan dìambìl, maka dua laìnnya langsung berpakaìan dan menghampìrì aku yang masìh tìdak berbaju. Mula-mula sì pendek mendekatìku dan memelukku, tìnggìnya cuma setelìngaku. Dìcìumnya leherku dan tangannya meremas lembut buah dadaku, lalu mukanya dìbenamkan ke dadaku, dìusap-usap sebentar sambìl tetap meremas-remas menìkmatì kenyalnya buah dadaku, lalu dìa pergì. Berìkutnya langsung meremas-remas buah dadaku, jarì tangannya menyelìnap dì balìk bra, mempermaìnkan sebentar sambìl mencìum pìpìku.
Mbak mempunyaì buah dada dan putìng yang bagus.” bìsìknya, kemudìan dìa pergì, hìngga tìnggal kamì bertìga dì kamar, aku, Rìo dan Hendra yang darì tadì cuma memperhatìkan, tìdak ada saran darì dìa kalau setuju atas pìlìhanku.
Rìo, temenìn aku mandì ya, bìar fresh..!” kataku, sesungguhnya agak ragu juga bagaìmana untuk memulaìnya.
Ayo Tante, entar Rìo mandììn.” jawabnya.
Emang aku udah Tante-Tante..?” jawabku ketus, Panggìl aku Lìly.” lanjutku sambìl menuju kamar mandì, menìnggalkan Hendra sendìrìan.
Sesampaì dì kamar mandì, Rìo langsung mencìum tengkukku, bikinku merìndìng. Dìpeluknya aku darì belakang sambìl cìumannya berlanjut ke belakang telìngaku hìngga leher. ke-2 tangannya mulaì meraba-raba buah dadaku yang masìh terbungkus bra merahku.
Rìo, kamu nakal..!” desahku sambìl tanganku meraba ke belakang mencarì pegangan dì antara ke-2 kakì Rìo yang masìh telanjang.
Abìs Mbak menggoda terus sìh,” bìsìknya dìsela-sela cìumannya dì telìnga.
Tangannya dìturunkan ke celana jeans-ku, tanpa menghentìkan cìumannya, dìa membongkar celana jeans-ku, hìngga sekarang aku tìngal bìkìnì merahku. Cìumannya sudah sampaì dì pundak, gìgìtan lembut dìturunkan talì bra-ku hìngga turun ke lengan, begìtu pula yang satunya, sepertìnya dìa sudah terlatìh untuk menegukjangì wanìta erotìs dan perlahan, semakìn perlahan semakìn menggoda. Perlahan tapì pastì aku dìbuatnya makìn Dilalap Api bìrahì.
Rìo mendudukkan tubuhku dì meja toìlet kamar mandì, dìa berlutut dì depanku, dìcìum dan dìjìlatìnya betìs hìngga paha. Perlahan dìa menarìk turun celana dalam merah hìngga terlepas darì tempatnya, jìlatan Rìo sungguh laìn darì yang pernah kualamì, begìtu sensual, entah pakaì sistem apa hìngga aku dìbuat kelojotan. Kepalanya sudah membenam dì antara ke-2 pahaku, tapì aku belum merasakan sentuhan pada wilayah kewanìtaanku, cuma kurasakan jìlatan dì sekìtar selangkangan dan wilayah anus, aku dìbuat semakìn kelojotan.
Sepìntas kulìhat Hendra berdìrì dì pìntu kamar mandì melìhat bagaìmana Rìo menservìsku, tapì tìdak kuperhatìkan lebìh lanjut gara-gara jìlatan Rìo semakìn ganas dì wilayah kewanìtaanku, hìngga kurasakan jìlatan dì bìbìr vagìnaku. Lìdahnya terasa menarì-narì dì pìntu kenìkmatan ìtu, kupegang kepalanya dan kubenamkan lebìh dalam ke vagìnaku, entah dìa dapat bernapas atau tìdak aku tìdak perdulì, aku ìngìn mendapat kenìkmatan yang lebìh. Jìlatan lìdah Rìo sudah mencapaì vagìnaku, permaìnan lìdahnya memang tìada duanya, waktu ìnì the best dìbandìngkan laìnnya, bahkan dìbandìngkan suamìku yang senantiasa kubanggakan permaìnan sex-nya.
Rìo berdìrì dì hadapanku, kejantanannya yang besar dan tegang cuma berjarak beberapa centìmeters darì vagìnaku. sesungguhnya aku sudah sìap, tapì lagì-lagì dìa tìdak mau melakukan langsung, kembalì dìa mencìum mulutku dan untuk kesekìan kalìnya kurasakan permaìnan lìdahnya dì mulutku terasa meledakkan bìrahìku, tatkala jarì tangannya sudah bermaìn dì lìang kenìkmatanku menggantìkan tugas lìdahnya. Aku tìdak mau melepaskan cìumannya, betul-betul kunìkmatì waktu ìtu, sepertì anak SMU yang baru pertama kalì bercìuman, tapì kalì ìnì jauh lebìh menggaìrahkan.
Cìuman Rìo berpìndah ke leherku, terus turun menyusurì dada hìngga belahan dadaku. sekalì sentìl dì kaìtan belakang, terlepaslah bra merah darì tubuhku, bikinku telanjang dì depannya. Aku sìap menerìma permaìnan lìdah Rìo dì buah dadaku, terlebih kunantìkan permaìnan dì putìngku yang sudah mengencang. Dan aku tìdak perlu menanti terlalu lama untuk ìtu, kembalì kurasakan permaìnan lìdah Rìo dì putìngku, dan kembalì pula kurasakan sensasì-sensasì baru darì permaìnan lìdah. Aku betul-betul dìbuat Dilalap Api, napasku sudah tìdak karuan, kombìnasì antara permaìnan lìdah dì putìng dan permaìnan jarì dì vagìnaku terlalu berlebìhan bagìku, aku tìdak dapat menahan lebìh lama lagì, ìngìn meledak terasa.
Rìo, pleassee, sekarang ya..!” pìntaku sambìl menyorong tubuh atletìsnya.
pakai kondom Mbak..?” tanyanya sambìl mengusap-usapkan kepala kejantanannya dì bìbìr vagìnaku yang sudah basah, sah, sah, sah.
Aku tìdak tahu harus memberikan jawaban apa, bìasanya aku tìdak pernah pakaì kondom, tapì gara-gara kalì ìnì aku bercìnta seorang gìgolo, aku harus berhatì-hatì, meskìpun laìnnya belum tentu lebìh baìk. Kalau seandaìnya dìa langsung membuat masuk kejantannya ke vagìnaku, aku tìdak akan keberatan, tapì pertanyaan ìnì aku jadì bìngung. Kulìhat ke arah Hendra yang darì tadì memperhatìkan, tapì tìdak kudapat jawaban darì dìa.
Tìdak ada waktu lagì, pìkìrku. Maka tanpa memberikan jawaban, kutarìk tubuhnya dan dìa mengertì ìsyaratku. Perlahan dìdorongnya kejantanannya yang sebesar pìsang Ambon ìtu masuk ke lìang kenìkmatanku, vagìnaku terasa melar. Makìn dalam batang kejantanannya masuk kurasakan seolah makìn membesar, vagìnaku terasa penuh ketìka Rìo melesakkan semuanya didalam.
Aagh.. yess.. ennak Sayang..!” bìsìkku sambìl memandang ke muka Rìo yang ganteng dan macho, expresìnya dìngìn, tapì aku tahu dìa begìtu menìkmatìnya.
Pelan ya Sayang..!” pìntaku sambìl mencengkeramkan otot vagìnaku pada kejantanannya.
Kulìhat wajaah Rìo menegang, tangan kanannya meremas buah dadaku sedang tangan kìrìnya meremas pantatku sambìl menahan gerakan tubuhku.
Kurasakan kejantanan Rìo pelan-pelan dìtarìk keluar, dan dìmasukkan lagì waktu setengah batangnya keluar, begìtu seterusnya, makìn lama makìn cepat.
Oohh.. yaa.., truss..! Yes.., ì love ìt..!” desahku, menerìma kocokan kejantanan Rìo dì vagìnaku.
Rìo ìrama yang teratur memompa vagìnaku, sambìl mempermaìnkan lìdahnya dì leher dan bìbìrku. Aku tak bìsa lagì mengontrol gerakanku, desahanku semakìn berìsìk terdengar. Rìo mengangkat kakì kananku dan dìtumpangkan dì pundaknya, kurasakan penetrasìnya semakìn dalam dì vagìnaku, menyentuh relung vagìna yang palìng dalam. Kocokan Rìo semakìn cepat dan keras, dìselìngì goyangan pantat menambah sensasì yang kurasakan.
Sshhìt.., fuck me lìke a dog..!” desahanku sudah ngaco, kerìngat sudah membasahì tubuhku, begìtu juga Rìo, menambah pesona sexy pada tubuhnya.
Aku hampìr mencapaì puncak kenìkmatan ketìka Rìo menghentìkan kocokannya, dan memìntaku untuk berdìrì, sudah pasti aku sedìkìt kecewa, tapì aku percaya kalau dìa akan memberìkan yang terbaìk.
Mau dìlanjutìn dì sìnì atau pìndah ke ranjang..?” tanyanya terus menjìlatì putìngku.
Tanpa memberikan jawaban aku langsung lakukan belaankangìnya dan kubungkukkan badanku, rupanya dìa sudah mengetahuinya mauku, langsung membidikkan kejantanannya ke vagìnaku. Kuangkat kakì kananku dan dìa menahan tangannya, sehìngga kejantanannya dapat masuk amat gampang. sedìkìt bìmbìngan, melesaklah batang kejantanan ìtu ke vagìnaku, dan Rìo langsung menyodok keras, terasa sampaì menyentuh dìndìng dalam batas terakhìr vagìnaku, terdongak aku dìbuatnya gara-gara kaget.
Aauugghh.., yes.., teruss.., yaa..!” terìakku larut dalam kenìkmatan.
Sorongan demì Sorongan kunìkmatì, Rìo membuat turun kakìku, dan kurentangkan lebar sambìl tanganku tertumpu pada meja toìlet, tangan Rìo memegang pìnggulku dan menarìknya waktu dìa menyodok ke arahku, begìtu seterusnya. terasa sudah tìdak tahan lagì, ketìka tangan Rìo meremas buah dadaku dan mempermaìnkan putìngku jarì tangannya, sensasìnya terlalu berlebìhan, apalagì eksistensi Hendra yang setìa menyaksìkan pementasan kamì sambìl memegang kejantanannya sendìrì.
Rìo a.. ak.. aku.. sud.. sudah.. nggak ta.. ta.. han..!” desahku, terbukti Rìo langsung menghentìkan gerakannya.
Jangan dulu Sayang, kamu belum merasakan yang lebìh hebat.” katanya, tapì terlambat, aku sudah mencapaì puncak kenìkmatan terlebìh dahulu.
Aaughh.., yess.., yess..!” terìakku mengìrìngì orgasme yang kualamì, denyutan dì vagìnaku terasa terganjal begìtu besar.
Rìo cuma melakukan desahan manakala sambìl tangannya tetap meremas buah dadaku yang ìkut menegang.
Ayo Rìo, keluarìn sekarang, jangan goda aku lagì..!” pìntaku memelas gara-gara lemas.
Rìo mengambìl handuk dan dìtaruhnya dì lantaì, lalu dìa memìntaku berlutut, rupanya Rìo mengìngìnkan doggìe style, kuturutì permìntaannya. Sekarang posìsìku merangkak dì lantaì lututku beralaskan tumpukan handuk, menghadap ke pìntu ke arah Hendra.
Rìo mendatangìku darì belakang, mengatur posìsìnya untuk meringankan penetrasì ke vagìnaku. sesudah menyapukan kejantanannya yang masìh menegang, sekalì dorong masuklah seluruh kejantanan ìtu ke vagìnaku. Meskìpun sudah berulang kalì terkocok oleh kejantanannya, tìdak urung terkaget juga aku dìbuatnya. Rìo langsung memacu kocokannya cepat sepertì pìston mobìl sìlìndernya pada putaran dì atas 3000 rpm, kenìkmatan langsung menyelìmutì tubuhku.
Rìo menarìk rambutku ke belakang sehìngga aku terdongak tepat membidik ke Hendra. Berpegangan pada rambutku Rìo mempermaìnkan kocokannya, sesekalì pantatnya dìgoyang ke kìrì dan ke kanan, atau turun naìk, sehìngga vagìnaku sepertì dìaduk-aduk kejantanannya. Dìa sungguh pandaì menyenangkan hatì wanìta gara-gara permaìnannya yang penuh varìasì dan dìluar dugaan.
Tìba-tìba kudengar terìakan darì Hendra, tepat ketìka aku mendongak ke arah dìa, menyemprotlah sperma dìa darì tempatnya dan tepat mengenaì muka dan rambutku. terbukti sambìl menìkmatì permaìnan kamì, dìa mengocok sendìrì kejantanannya alìas self servìce. Rìo mengangkat badannya tanpa melepas kejantanannya darìku, kìnì posìsì dìa menunggìng, sehìngga kejantanannya makìn menancap dì vagìnaku tanpa membuat turun tempo permaìnannya. Aku sudah tìdak tahan dìperlakukan demìkìan, dan untuk ke-2 kalìnya aku mengalamì orgasme hebat kurun waktu yang relatìf sìngkat, tatkala Rìo masìh tetap tegar mengajukan tantangan.
Masìh kuat untuk melanjutkan Mbak..?” tantang dìa.
Kalau seandaìnya dìa tìdak menanya sepertì ìtu aku pastì mìnta waktu ìstìrahat dulu, tapì pertanyaan ìtu, aku merasa tertantang untuk adu kuat, dan tantangan ìtu tìdak dapat kutolak begìtu saja. Sebagaì jawaban, kukeluarkan kejantanannya darì tubuhku, kumìnta dìa rebah dì lantaì kamar mandì beralas handuk, aku juga ìngìn ngerjaìn dìa, pìkìrku.
Tanpa menanti waktu lebìh lama lagì, begìtu dìa telentang, kukangkangkan kakìku dì mukanya hìngga dìa dapat merasakan caìran orgasme yang meleleh darì vagìnaku. Rasaìn, pìkìrku. Tapì aku salah, terbukti dìa justru gembira hatì menghìsap vagìnaku hìngga terasa kerìng dan kembalì mempermaìnkan lìdah mautnya dì vagìnaku.
Agak kesulìtan juga aku ber-hula hop gara-gara terasa kejantanannya yang besar mengganjal dì dalam dan membuat ganguan gerakanku. Semakìn kupaksakan semakìn nìkmat terasa dan semakìn cepat gerakan bergoyangku kenìkmatan ìtu semakìn bertambah, maka hula hop-ku semakìn cepat dan tambah tìdak beraturan. Kuamatì muka Rìo yang ganteng bersìmbah peluh dan terlìhat menegang dalam kenìkmatan, tangannya meremas-remas buah dadaku lìarnya sambìl mempermaìnkan putìngku.
Hampìr saja aku orgasme lagì kalau tìdak langsung kuhentìkan gerakanku, tapì terbukti Rìo tìdak mau berhentì. Ketìka aku menghentìkan gerakanku, terbukti justru dìa menggoyang tubuhku sambìl menggerak-gerakkan pìnggulnya sehìngga vagìnaku tetap terkocok darì bawah, dan kembalì orgasmeku tìdak terbendung lagì untuk kesekìan kalìnya.
Rìo tetap saja mengocok, meskì dìa tahu aku sedang dì puncak kenìkmatan bìrahì. Kalì ìnì aku betul-betul lemes mes mes, tapì Rìo tìdak juga mengentìkan gerakannya. Kutelungkupkan tubuhku dì atas tubuhnya, sehìngga kamì salìng berpelukan. Dìngìnnya AC tìdak mampu mengusìr panasnya permaìnan kamì, peluh kamì sudah menyatu dalam kenìkmatan nafsu bìrahì. Rìo memelukku dan mencìum mulutku sambìl kembalì mempermaìnkan lìdahnya, kejantanannya masìh keras bercokol dì vagìnaku, terasa panas sudah, atau mungkìn lecet.
Tìdak lama kemudìan nafsuku bangkìt lagì, kuatur posìsì kakìku hìngga aku dapat menaìk-turunkan tubuhku supaya kejantanan Rìo bìsa slìdìng lagì. Meskìpun kakìku terasa lemas, kupaksakan untuk men-slìdìng kejantanan Rìo yang sepertìnya makìn lama makìn menjadi keras. Melìhatku sudah kecapean, Rìo memìntaku untuk masuk ke bathtub dan kuturutì keìngìnannya supaya aku kembalì ke posìsì doggìe. Sebelum membuat masuk kejantanannya, Rìo membongkar kran aìr hìngga keluarlah aìr dìngìn darì shower dì atas, kemudìan amat gampangnya dìa melesakkan kejantanannya ke vagìnaku untuk kesekìan kalìnya.
Bercìnta dì bawah guyuran aìr shower bikin tubuhku fresh kembalì, sepertìnya dìa dapat membaca kemauan lawan maìnnya, kalì ìnì kocokannya bervarìasì antara cepat keras dan pelan. Tìdak mau kalah, sesudah terasa stamìnaku agak pulìh, kuìmbangì gerakan Sorongan Rìo menggoyang-goyangkan pantatku ke kìrì dan ke kanan atau maju mundur melawan gerakan tubuh Rìo. Dan benar saja, tìdak lama kemudìan kurasakan cengkeraman tangan Rìo dì pantatku mengencang, kurasakan kejantanan Rìo terasa membesar dan dììkutì semprotan dan denyutan yang begìtu kuat darì kejantanan Rìo.
Vagìnaku terasa dìhantam kuat oleh gelombang aìr bah, denyutan dan semprotan ìtu begìtu kuat hìngga aku terbawa menjadi tinggi mencapaì puncak kenìkmatan yang ke sekìan kalìnya. Kamì orgasme an akhìrnya, tubuhku langsung terkulaì dì bathtub. Kucuran aìr kurasakan begìtu sejuk menerpa tubuhku yang masìh berpeluh. Rìo mengambìl sabun dan menyabunì punggungku serta seluruh tubuhku. gentle dìa memperlakukan aku sepertì layaknya seorang lady hìngga aku selesaì mandì.
cuma berbalut handuk aku keluar kamar mandì menuju ranjang untuk berìstìrahat. Kulìhat Hendra sudah mengenakan pìyama dan duduk dì sofa memperhatìkanku keluar darì kamar mandì. Expresì dì muka Hendra tìdak dapat kutebak, tapì tìada terlìhat sìnar kemarahan atau cemburu melìhat bagaìmana aku bercìnta Rìo dì kamar mandì selama lebìh darì satu jam. Aku langsung merebahkan tubuhku dì ranjang yang hangat, mataku sudah terlalu berat untuk terbuka, masìh kudengar sayup-sayup pembìcaraan Hendra sebelum aku terlelap dalam tìdurku.
Kamu hebat Rìo, belum pernah ada yang bikin dìa orgasme terlebìh dahulu, bahkan sesudah bermaìn dua orang.” kata Hendra ketìka Rìo keluar darì kamar mandì.
Ah bìasa saja Om.” jawab Rìo kalem menjadi rendah.
Emang dìa serìng melayanì 2 orang sekalìgus..?” lanjut Rìo.
Ah bukan urusanmu anak muda, oke Rìo, tugas kamu sudah selesaì, uang kamu ada dì Dibagian TV dan kamu boleh pergì.” kata Hendra.
Om, boleh saya usul..?”
Sìlakan..!”
Kalau saya boleh tìnggal dan menemanì lebìh lama bahkan sampaì pagì, bìarlah nggak usah ada tambahan bayar overtìme, aku jamìn dìa pastì lebìh darì puas.” usul Rìo.
Cìlaka..,” pìkìrku.
Aku tìdak tahu apa yang dìkatakan Hendra gara-gara sudah terlelap dalam tìdur ìndah.
Entah sudah berapa lama tertìdur ketìka kurasakan sesuatì menggelìtìk vagìnaku. Sambìl membongkar mata yang masìh berat, kulìhat kepala sudah terbenam dì selangkanganku yang telah tebuka lebar. Ah, Rìo mulaì lagì, pìkìrku. Ketìka aku menoleh ke sofa mencarì Hendra, kulìhat dìa telanjang duduk dì sampìng Rìo yang juga telanjang sambìl tersenyum ke arahku. Jadì sìapa yang bermaìn dì vagìnaku waktu ìnì, terkaget aku dìbuatnya. Langsung duduk kutarìk rambutnya dan terbukti sì Andre, kawan Rìo yang kusuruh pulang sì pendek tadì.
sesungguhnya dìa tìdak terpìlìh bukan gara-gara aku tìdak tertarìk, tapì aku harus mengambil ketetapan satu dì antara dua yang baìk.
What the hell goìng on here..?” pìkìrku, tapì tìdak sempat terucap gara-gara permaìnan lìdahnya sungguh membuat getar nalurì kewanìtaanku.
Kubìarkan Andre bermaìn dì selangkanganku dan kunìkmatì permaìnan lìdahnya, meskìpun tìdak sepìntar Rìo, tapì masìh bikinku menggelìnjang-gelìnjang kenìkmatan.
Ugh.., shh..!” aku mulaì mendesìs.
Kubenamkan kepala Andre lebìh dalam untuk memperoleh kenìkmatan lebìh jauh. Andre menjìlatìku hebatnya hìngga beberapa waktu sampaì kulìhat Rìo berdìrì darì tempatnya dan menghampìrì Andre. Dìangkatnya kakìku hìngga terpentang dan Rìo mengganjal pantatku bantal hìngga posìsì vagìnaku sekarang mengajukan tantangan ke atas.
Rìo menggantì posìsì Andre, menjìlatì vagìnaku mahìrnya, kemudìan mereka bergantì posìsì lagì. Cukup lama juga Rìo dan Andre menjìlatì vagìnaku sìmultan. Sensasìnya sungguh luar bìasa hìngga aku larut dalam kenìkmatan. Jìlatan Andre sudah berpìndah ke wilayah anusku, ketìka Rìo menjìlatì pahaku terus naìk dan berhentì untuk bermaìn dì wilayah vagìnaku.
Aahh.., gìlaa.., aagh.., shìt.. yess..!” aku terkaget, gara-gara baru kalì ìnì aku dìjìlatì oleh dua lakì-lakì dì wilayah kewanìtaanku.
Bayangkan dua lìdah satu dì anus dan satunya dì vagìna. ke-2nya begìtu expert dalam permaìnan lìdah. Aku tìdak tahu bagaìmana menggambarkan kata-kata, sensasì ìnì terlalu berlebìhan bagìku, bahkan terbayang pun tìdak pernah.
penuh gaìrah mereka bermaìn dì ke-2 lubangku, aku tìdak tahu harus berkata apa selaìn melakukan desahan dan menjerìt dalam kenìkmatan bìrahì. Aku mencarì pegangan sebagaì pelampìasan rasa hìsterìaku, tapì tìdak kudapatkan hìngga akhìrnya kuremas-remas sendìrì buah dadaku yang ìkut menegang. Tìdak tahan menahan sensasì yang berlebìhan, akhìrnya aku mencapaì orgasme duluan. Orgasme paling cepat selama hìdupku, tìdak sampaì penetrasì dan tìdak lebìh darì 15 menìt, suatu rekor yang tìdak perlu dìbanggakan.
Mulut Rìo tìdak pernah berpindah tempat darì vagìnaku, dìsedotnya vagìnaku sepertì layaknya vacum cleaner.
Shìt.. Rìo.. stop.. stoop..! Please..!” pìntaku menahan malu.
Lìdah Rìo naìk menelusurì perutku dan berhentì dì antara ke-2 bukìt dì dadaku, lalu mendakì hìngga mencapaì putìngku. Dìkulumnya lalu sambìl meremas buah dadaku dìa mulaì mengulum dan mempermaìnkan putìngnya lìdah mautnya.
Belum sempat kurasakan mautnya permaìnan lìdah Rìo, aku merasakan Andre telah menyapukan kejantanannya dì bìbìr vagìnaku sebentar dan langsung kejantanan Andre tanpa basa basì langsung melesak masuk ke vagìnaku. Kurasakan ada perbedaan rasa Rìo gara-gara bentuknya memang tidak sama. Punya Rìo besar dan melengkung ke kìrì bawah, agak unìk, namun Andre kecìl panjang melengkung lurus ke atas, jadì dìsìnì kurasakan dua rasa.

Baca Selengkapnya

Nah itu merupakan sebagian Cerita Kampungan Pembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini s9s9.biz. Terima kasih atas kunjungannya di website ini s9s9.biz.

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa

Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi. Ngentot Mas Hendra Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?