There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa

0
( High Quality )

Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

ngentot-ladang-yang-luas-cerita-dewasaCerita Dewasa – akhirnya selesai juga UAS yang ngebetein..”, tutur Riri merasa lega sekali, ujian akhir semester genapnya selesai di laluinya. “oh iya, Ri..kita liburan kemana nih, kan kalo semester genap gini…liburnya lama banget n’ bikin bete…”. “bentar, kita omongin sekalian ama Lina n’ intan..”. Riri dan Monica pun berjalan ke kelas, dimana Lina dan intan ujian. Riri, intan, Monica, dan Lina ialah 4 gadis yang menjadi bunga universitas, diidam-idamkan banyak lelaki di universitasnya. Setiap mereka berempat lewat, lelaki yang dilalui mereka akan diam terpaku dan menghentikan segala aktivitasnya cuma untuk memandangi mereka berempat berlalu. Bisa dibilang, mereka berempat memang tipe cewek yang menyukai menggoda lelaki. Setiap ada cowok yang menggoda mereka baik siul-siul, panggil-panggil, atau caper, pasti salah satu dari mereka akan melihat dan tersenyum manis. Mereka suka sekali cowok yang sok-sok menggoda, tapi kalau ditanggapi langsung salah tingkah. Mereka pun tidak pernah menangkis jika diajak kenalan sehingga tak heran kalau mereka berempat punya banyak kawan lelaki di universitas. “Mon, kemana nih yang enak liburannya?”. “mana ya? pantai?”. “bosen ah..”. “puncak?”. “ogaah…bosen parah..”. “hmm…”. “terus kemana dong?”. “hmm…”. “ke Bali?”. “hmm…gimana kalo liburan ini kita nyobain kerja-kerja kasar gitu?”. “kerja kasar? maksud lo?”. “yaa jadi tenaga kerja kek, petani kek, apa kek gitu, gimana?”, usul intan. “ah gila lo, apa enaknya liburan kayak gitu?”. “yee justru itu…biar liburan kita beda gitu…bosen kan lo dugem, ketemu cowok-cowok ganteng n’ kaya yang menyukai banggain diri sendiri?”, jelas intan yang memang agak beda 3 kawannya yang glamour meski dia juga tak kalah kaya 3 kawannya, tapi tetap saja, intan sama ‘gila’nya ketiga kawannya. “mm…bener juga, gue juga dari dulu pengen ngerasain jadi peternak gitu deh..”. “okelah, tapi emangnya ada tempat yang kayak gitu?”. “dodol lo ah…kita cari profesi beneran aja..”. “hmm..gimana..sekalian aja taruhan..yang paling lama tahan, menang n’ dapet duit 5 juta, gimana?”. “bener yaa? siip deh..”. “tapi mesti ada bukti photo n’ video ya..”, tutur Riri. “oke kalo gitu..DEAL !!”. Hari pertama liburan, Lina bingung tantangan kawan-kawannya. Dia mau mencari jalan jadi apa, tidak pernah terbayang olehnya, melakukan pekerjaan kasar. Tapi, sesudah dipikir-pikir, Lina juga penasaran tentang sisi berlawanan dari kehidupannya. Sisi kehidupan yang harus bekerja keras cuma untuk membuat jadi satu kehidupan satu hari saja. waktu sedang menggonta-ganti chanel tv, Lina menonton acara tentang para petani yang sedang menggarap sawah. “hmm…apa gue coba jadi petani ya?”. “tapi ntar kulit gue jadi item..”. Entah mengapa, pertimbangan-pertimbangan tadi seperti sirna di pikiran Lina. Sekarang, cuma ada perasaan semangat dan tak sabar. Lina sendiri tak mengerti, mengapa dia begitu ingin merasakan jadi petani, mungkin gara-gara dia ingin sekali memperoleh cerita baru. “hmm…gue tinggal ma Abah Dirman aja kali yaa?”. Lina teringat orang yang dipercaya ayah Lina untuk mengurusi sawah Famili Lina yang ada di kampung halamannya. Bagi Lina, Dirman sudah seperti Famili sendiri. Dari kecil, Lina senantiasa diawasi Dirman jika main di sawah. Kalau dipikir-pikir, sudah lama ia tak bertemu Dirman. Sekalian maen aja ah, pikir Lina. Keesokan harinya, Lina pun mengemudikan mobilnya ke desa dimana ia menghabiskan waktu kecilnya. waktu Lina sudah dekat rumah masa kecilnya, dia melihat seorang pria tua keluar dari rumahnya memakai caping. Pria tua itu berhenti, mengamati mobil sedan mempunyai warna silver itu. Tak lama kemudian, Lina keluar dari mobil dan berjalan ke arah pria tua itu. ke-2nya saling mengamati satu sama lain. mukanya familiar, tapi tak kenal, pikir ke-2nya. “maaf, bapak ini siapa?”. “saya Dirman..neng ini siapa?”. “ya ampun Abaahh…”, teriak Lina gembira dan langsung memeluk Dirman. Dirman kaget sekali, tiba-tiba dipeluk wanita cantik yang ada di depannya. “maaf, neng ini siapa?”, tanya Dirman masih bingung. “ya ampun..masa Abah gak kenal ama Lina..”. “ha? ini non Lina?”. “iyaa..”. “ya ampun non Lina…Abah ampe pangling non..”. “masa Abah lupa sih ama Lina?”. “ya tidaklah gitu non, kan udah lama banget gak ketemu non Lina..”. “oh iya ya..terakhir pas Lina baru umur 11 yaa?”. “iya non..Karenanya Abah pangling..non Lina jadi cantik banget..”. “ah Abah bisa aja..”. “oh iya non Lina ada apa ke sini? biasanya bapak yang kesini?”. “ah nggak, Bah…Lina pengen maen aja ke sini..ama sekalian pengen belajar jadi petani…boleh kan, Bah?”. “boleh aja non, tapi mengapa tiba-tiba non pengen belajar jadi petani?”. “yaa…ada tugas dari dosen tentang kehidupan petani gitu, Bah…boleh kan?”. “yaa boleh lah, non…kan sawahnya bapaknya non Lina..”. “kalo gitu Lina ganti pakaian dulu deh..Abah tunggu bentar yaa…”. “sini non, Abah bawain kopernya..”. “Abah masih kuat?”, canda Lina. “masih dong, biarpun udah 53, masih kuat..ngangkat non Lina kayak dulu juga masih kuat..”. “wah…jangan Bah…dulu sih Lina demen diangkat Abah kayak kapal terbang, tapi sekarang ogah deh…hehe..”. “wah..kamar Lina masih bagus yaa..”. “iyaa non, setiap hari Abah ke sini buat rapihin rumah..”. “waah…makasih yaa, Bah..tapi tempat tidurnya kayaknya udah gak muat..”. “kalo gitu non Lina tidur di kamar bapak n’ ibu aja..”. “oh iyaa ya..”. Lina menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur orangtuanya seperti tak menghiraukan eksistensi Dirman. Pria itu kini berusia 53 tahun, baru kali ini ia melihat panorama yang begitu indah dari tubuh seorang gadis cantik. Memang Dirman sering memperhatikan Lina, tapi itu dulu waktu Lina masih kecil. tidak sama sekali sekarang. Melihat muka Lina yang cantik, kulitnya yang putih mulus, ditambah buah dada Lina yang membusung ke atas dan posisi Lina yang terlentang pasrah memancing nafsu Dirman. Bapak tua itu merasa batang kejantanannya mulai bereaksi, mulai berkhayal yang tidak-tidak tentang tubuh anak majikannya itu. Pikiran-pikiran kotor singgah di otak Dirman melihat setiap lekukan tubuh Lina yang ada di melihat matanya. Tentu tidak main-main kenikmatan yang bisa direngkuh dari tubuh seindah dan semulus tubuh Lina. ingin sekali terasa di pikiran Diman untuk meremas-remas ke2 buah buah dada yang amat ‘mengajukan tantangan’ itu, tapi Dirman masih sadar statusnya. Tak mungkin baginya yang cuma jongos bisa menikmati tubuh anak majikannya, Lina. Berkhayal pun, Dirman merasa tak cocok atau sepadan dan amat menyesal. Tapi, di dalam hati Dirman, tentu ada khayalan tentang kenikmatan persetubuhan Lina. “non Lina..Abah tunggu di luar yaa..”. “iya, Bah..makasih ya udah bawain koper Lina..”. “iyaa non…”. Lina pun tak mau bikin Dirman lama menanti di luar. Gadis cantik itu langsung bangun dari tempat tidur. Celana jeans dan kaos yang begitu ketat membalut tubuh indahnya kini berada di lantai, cuma tinggal bra dan celana dalam yang menutupi bagian-bagian tubuh Lina. Bagian tubuh yang tentu bisa memanjakan kaum Adam dan bikin seluruh lelaki merasa di surga. Lina mengambil kaos dan hotpantsnya dari dalam koper. Lina sengaja mengenakan hotpants dan kaos yang longgar gara-gara dia tahu udaranya pasti panas dan pasti tak enak jika memakai pakaian yang ketat. Lina membalurkan lotion cream ke seluruh bagian tubuhnya yang terbuka. sudah pasti dia tak ingin kulitnya yang putih mulus nan halus itu menjadi hitam dan tak sedap lagi untuk dipandang gara-gara Dilalap Api sinar matahari. Lina keluar dari dalam rumah, mendekati lalu mencolek Dirman. “ayo, Bah…kita ke sawah..”. Dirman terbengong melihat Lina. Sepasang kaki Lina yang jenjang nan indah bisa dilihat Dirman amat jelas. Dari paha Lina hingga ke betisnya betul-betul putih dan mulus, tak ada cacat atau lecet sedikitpun. panorama itu bikin Dirman memikirkan nikmatnya mengelus-elus dan menciumi paha yang begitu putih mulus itu, apalagi jika sampai ke pangkal dari sepasang paha itu. Tanpa sadar, Dirman meneguk ludahnya sendiri di depan Lina. “Abah mengapa?”. “nggak non…ayo non, ikut Abah ke sawah…”, Dirman agak grogi takut ketahuan sedang memandangi tubuh Lina. “ayoo !”, Lina antusias. Selama berjalan, Dirman berusaha, keras mengenyahkan khayalan-khayalan nakalnya. tidak pernah ia bayangkan kalau gadis kecil yang dulu ia ajak bermain di sawah, ia jaga, ia anggap anak sendiri akan menjelma menjadi gadis yang begitu cantik. Dari dulu, Dirman memang melakukan dugaan kalau Lina akan menjadi wanita cantik jika sudah dewasa, tapi sama sekali tak melakukan dugaan kalau akan menjadi begitu cantik dan begitu seksi, sampai mampu bikin Dirman merasa muda lagi, cuma melihatnya saja. Tanpa tahu diamati, Lina berjalan di depan Dirman sambil merekam kesana kemari handycamnya. Dirman pun memandangi Lina dari belakang, bagian yang paling menarik perhatian Dirman tentu pantat Lina. Kalau saja, kalau saja, pikir Dirman. “Abah bawa apa sih tuh?”, tunjuk Lina ke rantang dan termos yang dipegang Dirman sambil membidikkan handycamnya ke muka Dirman. “ini non..makanan buat kita ntar..dibuatin ama Mbok Minah lho…”. “waaaahh…buatan Mbok Minah yaa..udah lama gak makan makanan buatan Mbok Minah..asiiik !!”, Lina kegirangan. “ini namanya Abah Dirman, petani dari desa Kolosari, umurnya 53 tahun..”, ucap Lina mempromosikan sambil terus merekam Dirman. “halo gitu dong, Bah…”. Sambil malu-malu, Dirman tersenyum dan melambaikan tangannya ke kamera Lina. Tak lama kemudian, mereka berdua sampai juga di sawah. Hamparan hijau terlihat, fresh sekali udaranya. “waah seger banget udaranya…beda ama udara kota…”. “iya donk non, Karenanya orang desa lebih sabar n’ gak mudah sakit..”. “kok lebih sabar? jalinannya apa, Bah?”. “yaa kan kalo udaranya sejuk n’ seger..bikin orang jadi rileks..jadinya gak mudah marah..gak kayak orang kota…”. “oh iyaa juga yaa..bisa aja si Abah…hahaha”. Dirman dan Lina berjalan ke saung/bale-bale, tempat yang biasa digunakan untuk istirahat. “oh iya non Lina, kok pakai di rekam-rekam segala?”. “ini bukti..jadi dosen Lina percaya…”. “ooh gitu…”. Mereka berdua kembali ke sawah, terlihat ada beberapa orang bapak-bapak yang sedang bercocok tanam padi dan ada yang membajak sawah. Dirman memanggil seluruh orang yang ada di sekitar sawah itu. Ada 5 orang bapak-bapak dan 3 orang ibu-ibu. “kenalin, ini namanya nona Lina, anaknya Pak Waseso…nona Lina pengen belajar jadi petani buat tugas kuliahnya…bantu nona Lina..”. “iyaa !!”. sesudah mempromosikan diri masing-masing, para petani wanita kembali bercocok tanam padi. namun, para petani pria genit kepada Lina. menanya-tanya pada Lina. Lina pun memberikan jawaban brondongan pertanyaan sambil terus tersenyum. sudah pasti pada genit. Jarang sekali bisa melihat gadis cantik yang begitu putih mulus. Meskipun ada kembang desa yang juga cantik, tapi tetap saja tak ada gadis di desa itu yang bisa menandingi keseksian tubuh Lina. Birahi di Tengah Sawah

Cerita Dewasa Selanjutnya Nah itu merupakan sebagian Gadis KampunganPembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini s9s9.biz. Terima kasih atas kunjungannya di website ini s9s9.biz.

Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa

Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi. Ngentot Ladang Yang Luas Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?