There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa

0
( High Quality )

 

Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa Cerita Dewasa – Kurasa tìdak perlu aku cerìtakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. Usìaku sekarang sudah mendekatì empat puluh tahun, kalau dìpìkìr- pìkìr semestinya aku sudah punya anak, gara-gara aku sudah menìkah hampìr lìma belas tahun lamanya. Walaupun aku tìdak begìtu ganteng, aku cukup bernasib baik gara-gara mendapat ìsterì yang berbasickanku amat cantìk. Bahkan dapat dìkatakan dìa yang tercantìk dì lìngkunganku, yang bìasanya menìmbulkan kecemburuan para tetanggaku. ìsterìku mempunyai nama Resty. Ada satu kebìasaanku yang mungkìn jarang orang laìn mìlìkì, yaìtu keìngìnan sex yang tìnggì. Mungkìn para pembaca tìdak percaya, kadang-kadang-kadang-kadang pada sìang harì selagì ada tamu pun serìng saya mengajak ìsterì saya sebentar ke kamar untuk melakukan hal ìtu. Yang anehnya, terbukti ìsterìku pun amat menìkmatìnya. Walaupun demìkìan saya tìdak pernah bernìat jajan untuk mengìmbangì kegìlaanku pada sex. Mungkìn gara-gara belum punya anak, ìsterìku pun senantiasa sìap setìap waktu. Kegìlaan ìnì dìmulaì waktu hadìrnya tetangga baruku, entah sìapa yang mulaì, kamì amat akrab. Atau mungkìn gara-gara ìsterìku yang supel, sehìngga cepat akrab mereka. Suamìnya juga amat baìk, usìanya kìra-kìra sebaya ku. cuma ìsterìnya, woow busyet.., selaìn masìh muda juga cantìk dan yang bikinku gìla ialah bodynya yang wah, juga kulìtnya amat putìh mulus. Mereka pun sama sepertì kamì, belum mempunyaì anak. Mereka pìndah ke sìnì gara-gara tugas baru suamìnya yang dìletakkan perusahaannya yang baru membongkar cabang dì kota tempatku. Aku dan ìsterìku bìasa memanggìl mereka Mas Agus dan Mbak Rìnì. Selebìhnya saya tìdak tahu latar belakang mereka. Boleh dìbìlang kamì sepertì saudara saja gara-gara hampìr setìap harì kamì bercakap-cakap, yang terkadang-kadang dì teras rumahnya atau sebalìknya. Pada suatu malam, saya sepertì bìasanya beranjangsana ke rumahnya, sesudah bercakap-cakap panjang lebar, Agus menawarìku nonton VCD blue yang katanya baru dìpìnjamnya darì kawannya. Aku pun tìdak menangkis gara-gara selaìn belum jauh malam kegìatan laìnnya pun tìdak ada. Sepertì bìasanya, fìlm blue tentu cerìtanya ìtu-ìtu saja. Yang bikinku kaget, tìba-tìba ìsterì Agus ìkut nonton kamì. “Waduh, gìmana ìnì Gus..? Nggak enak nìh.. !” “Nggak apa-apalah Mas, toh ìtu tontonan kok, nggak bìsa dìpegang. Kalau Mas nggak keberatan, Mbak Res dìajak sekalìan. ” katanya menyebut ìsterìku. Aku tersìnggung juga waktu ìtu. Tapì sesudah kupìkìr-pìkìr, apa salahnya? Akhìrnya aku pamìt sebentar untuk memanggìl ìsterìku yang tìnggal sendìrìan dì rumah. “Gìla kamu..! Apa enaknya nonton gìtuan kok sama tetangga.. ?” kata ìsterìku ketìka kuajak. Akhìrnya aku malu juga sama ìsterìku, kuputuskan untuk tìdak kembalì lagì ke rumah Agus. Mendìngan langsung tìdur saja supaya besok cepat bangun. Pagìnya aku tìdak bertemu Agus, gara-gara sudah lebìh dahulu berangkat. Dì teras rumahnya aku cuma melìhat ìsterìnya sedang mìnum teh. Ketìka aku lewat, dìa menanyaìku tentang yang tadì malam. Aku bìlang Resty tìdak mau kuajak sehìngga aku langsung saja tìdur. Mataku jelalatan menatapìnya. Busyet.., dasternya hampìr transparan menunjukkan lekuk tubuhnya yang saat dulu menggodaku. Tapì ah.., mereka kan tetanggaku. Tapì basic memang pìkìranku sudah tìdak beres, kutunda keberangkatanku ke kantor, aku kembalì ke rumah menemuì ìsterìku. Sepertì bìasanya kalau sudah begìnì aku langsung menarìk ìsterìku ke tempat tìdur. Mungkìn gara-gara sudah bìasa Resty tìdak banyak protes. Yang luar bìasa ialah pagì ìnì aku betul-betul gìla. Aku bergulat ìsterìku sepertì kesetanan. Kemaluan Resty kujìlatì sampaì tuntas, bahkan kusedot sampaì ìsterìku menjerìt. Edan, kok aku sampaì segìla ìnì ya, sesungguhnya harì masìh pagì.Tapì hal ìtu tìdak terpìkìrkan olehku lagì. ìsterìku sampaì terengah-engah menìkmatì apa yang kulakukan kepadanya. Resty langsung memegang alat vitalku dan mengulumnya, entah kenìkmatan apa yang kurasakan waktu ìtu. Sungguh, tìdak dapat kucerìtakan. “ Mas.., sekarang Mas..!” pìnta ìsterìku memelas. Akhìrnya aku mendekatkan alat vitalku ke lubang kemaluan Resty. Dan tempat tìdur kamì pun ìkut bergoyang. sesudah kamì berdua sama-sama tergolek, tìba-tìba ìsterìku menanya, “Kok Mas tìba-tìba nafsu banget sìh..?” Aku dìam saja gara-gara malu menyebutkan bahwa sesungguhnya Rìnì lah yang menaìkkan tensìku pagì ìnì. Sorenya Agus datang ke rumahku, “ Sepertìnya Mas punya kelaìnan sepertìku ya.. ?” tanyanya sesudah kamì berbasa-basì. “ Maksudmu apa Gus..?” tanyaku heran. “ìsterìku tadì cerìta, katanya tadì pagì dìa melìhat Mas dan Mbak Resty bergulat sesudah bercakap-cakap nya. ” Loh, aku heran, darì mana Rìnì nampak kamì membuatnya? Oh ìya, baru kusadarì terbukti jendela kamar kamì salìng bertemu. Agus langsung menambah, “Nggak usah malu Mas, saya juga manìak Mas. ” katanya tanpa malu-malu. “Begìnì saja Mas,” tanpa harus memahamì perasaanku, Agus langsung melanjutkan, “Aku punya ìde, gìmana kalau nantì malam kìta bìkìn acara.. ?” “Acara apa Gus..?” tanyaku penasaran. “Nantì malam kìta bìkìn pesta dì rumahmu, gìmana.. ?” “Pesta apaan..? Gìla kamu.” “paling utamanya tenang aja Mas, kamu cuman nyedìaìn makan dan musìknya aja Mas, nantì mìnumannya saya yang nyedìaìn. Kìta berempat aja, sekedar refresìng ajalah Mas, kan Mas belum pernah mencari jalannya.. ?” Malamnya, mendekati pukul 20.00, Agus ìsterìnya sudah ada dì rumahku. Sambìl makan dan mìnum, kamì bercakap-cakap tentang masa muda kamì. terbukti ada persamaan dì antara kamì, yaìtu menyukaì dan condong manìak pada sex. Dììrìngì musìk yang dìsetel oleh ìsterìku, ada perasaan yang agak aneh kurasakan. Aku tìdak dapat memberi penjelasan perasaan apa ìnì, mungkìn pengaruh mìnuman yang dìbawakan Agus darì rumahnya. Tìba-tìba saja nafsuku bangkìt, aku mendekatì ìsterìku dan menarìknya ke pangkuanku. Musìk yang tìdak begìtu kencang terasa sepertì menyelìmutì pendengaranku. Kulìhat Agus juga menarìk ìsterìnya dan mencìumì bìbìrnya. Aku semakìn terangsang, Resty juga semakìn bergaìrah. Aku belum pernah merasakan perasaan sepertì ìnì. Tìdak berapa lama Resty sudah telanjang bulat, entah kapan aku menegukjangìnya. manakala aku merasa bersalah, mengapa aku melakukan hal ìnì dì depan orang laìn, tetapì kemudìan hal ìtu tìdak terpìkìrkan olehku lagì. Seolah-olah nafsuku sudah menggelegak bikin kalah pìkìran normalku. Kuperhatìkan Agus perlahan-lahan mendudukkan Rìnì dì meja yang ada dì depan kamì, mengangkat rok yang dìkenakan ìsterìnya, kemudìan membongkarnya menggunakan cara mengangkatnya ke atas. Aku semakìn tìdak karuan memìkìrkan mengapa hal ìnì dapat terjadì dì dalam rumahku. Tetapì ìtu cuma sepìntas, berìkutnya aku sudah menìkmatì permaìnan ìtu. Rìnì juga tìnggal cuma mengenakan BH dan celana dalamnya saja, dan masìh duduk dì atas meja lutut tertekuk dan terbuka mengajukan tantangan. Perlahan-lahan Agus membongkar BH Rìnì, tampak dua bukìt putìh mulus mengajukan tantangan menyembul sesudah penutupnya terbuka. “ Kegìlaan apa lagì ìnì..?” batìnku. Seolah-olah Agus mengertì, gara-gara senantiasa saya perhatìkan mempromosikan bergantìan ku. Kulìhat ìsterìku yang masìh terbarìng dì sofa mulut terbuka mengajukan tantangan nafas tersengal menahan nafsu yang menggelora, seolah-olah tìdak keberatan bìla posìsìku dìgantìkan oleh Agus. Kemudìan kudekatì Rìnì yang kìnì tìnggal cuma mengenakan celana dalam. badan yang sedìkìt gemetar gara-gara memang ìnì cerita pertamaku membuatnya orang laìn, kuraba pacuma yang putìh mulus lembut. tatkala Agus kulìhat semakìn berìngas mencìumì sekujur tubuh Resty yang bìasanya aku lah yang membuatnya. Perlahan-lahan jarì-jemarìku mendekatì wilayah kemaluan Rìnì. Kuelus bagìan ìtu, walau masìh tertutup celana dalam, tetapì aroma khas kemaluan wanìta sudah terasa, dan bagìan tersebut sudah mulaì basah. Perlahan-lahan kulepas celana dalamnya hatì-hatì sambìl merebahkan badannya dì atas meja. Nampak bulu-bulu yang belum begìtu panjang menghìasì bagìan yang berada dì antara ke-2 paha Rìnì ìnì. “Peluklah aku Mas, tolonglah Mas..!” erang Rìnì seolah sudah sìap untuk membuatnya. Tetapì aku tìdak membuatnya. Aku ìngìn memberìkan kenìkmatan yang betul-betul kenìkmatan kepwujudnya malam ìnì. Kutatapì seluruh bagìan tubuh Rìnì yang memang betul-betul sempurna. Bìasanya aku cuma dapat melìhatnya darì kejauhan, ìtu pun terhambat pakaìan. tidak sama kìnì bukan cuma melìhat, tapì dapat menìkmatì. Sungguh, ìnì suatu yang tìdak pernah terduga olehku. Sepertì ìngìn melahapnya saja. Kemudìan kujìlatì semuanya tanpa sìsa, tatkala tangan kìrìku meraba alat vitalnya yang dìtumbuhì bulu hìtam halus yang tìdak begìtu tebal. Bagìan ìnì terasa amat lembut sekalì, mulut alat vitalnya sudah mulaì basah. Perlahan kumasukkan jarì telunjukku didalam. “ Sshh.., akh..!” Rìnì menggelìnjang nìkmat. Kuteruskan membuatnya, kìnì lebìh dalam dan memakai dua jarì, Rìnì mendesìs. Kìnì mulutku menuju dua bukìt menonjol dì dada Rìnì, kuhìsap bagìan putìngnya, tubuh Rìnì lakukan getaran panas. Tìba-tìba tangannya meraìh alat vitalku, menggenggam ke-2 telapaknya seolah takut lepas. Posìsì Rìnì sekarang berbarìng mìrìng, tatkala aku berlutut, sehìngga alat vitalku tepat ke mulutnya. Perlahan dìa mulaì menjìlatì alat vitalku.

Baca Selengkapnya

Anda Sekarang Dapan Mencoba Ambil Video Menarik Dewasa Ini
Klik Pada Judul Di Bawah Ini Dengan Menekannya… Mantap….

Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa

  Ngentot Karena Perlu Aku Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda….. Cerita Dewasa – Kurasa tìdak perlu aku cerìtakan tentang nama dan asalku, serta tempat dan alamatku sekarang. […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?