There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa

0
( High Quality )

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, CCerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa Cerita Dewasa – yg terlebih dahulu perkenalkan diriku terlebih dahulu namaku Dodi. Ketika kisah ini terjadi aku mempunyai umur kira-kira 18 tahun, aku terhitung seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan baik di universitas maupun diluar universitas terhitung di didalamnya kegiatan Pramuka yang memang sejak kecil aku suka. Nah gara-gara kegiatan Pramuka inilah terjadilah kisah yang sampai waktu ini masih aku kenang. Untuk muka memang aku nggak jelek-jelek amat justru terbilang agak cakep itu kata temen-temenku. Dan terbukti ada beberapa cewek yang naksir padaku. Hingga suatu waktu aku mendapat surat yang berisi permintaan batuan untuk ikut menjadi salah satu pembina di SD Negeri di dekat rumahku. Murid-murid SD itu akan melaksanakan perkemahan sabtu minggu atau persami. Merasa mendapat keyakinan dan hitung-hitung untuk tambahan uang saku maka hati gembira aku terima tawaran tersebut. Lagipula aku ialah salah satu alumnus dari SD tersebut. Kami berangkat ke lokasi hari sabtu pagi, dan sampai ke lokasi kira-kira jam 10. sesudah sampai lokasi kami mendirikan tenda dan mempersiapkan segala sesuatu untuk keperluan kegiatan persami. Kegiatan demi kegiatan kami lakukan, dan terbukti anak anak terlihat suka padaku gara-gara mungkin dimata mereka aku lucu dan menarik. itu seluruh mungkin gara-gara aku aktif di berbagai organisasi sehingga aku pandai mengatur suasana. persoalan yang ada ialah air. Lokasi kami berkemah agak jauh dari rumah penduduk. Air yang kami dapatkan mempunyai asal dari sungai yang mengalir di dekat lokasi. Dan untuk mandi kami harus kerumah penduduk yang ada disekitarnya walaupun agak jauh. Hari semakin sore aku sedang bersantai di tenda pembina sambil mengawasi anak-anak terlihat dari kejauhan sesuatu mobil kijang berhenti dan turun seorang wanita paruh baya. sesudah aku perhatikan betul terbukti yang datang ialah Bu Anis, beliau ialah kepala sekolah SD tersebut. Beliau dahulu ialah ibu guruku, beliau orangnya supel namun kewibawaannya tetap terlihat. Yang aku herankan ialah beliau tetap terlihat cantik diusia yang aku taksir sudah kepala lima. Tubuhnya tetap terawat tidak seperti wanita pada umumnya pada usianya. Para guru dan para pembina mendekat untuk menyalami terhitung diriku bergegas berjalan mendekatinya untuk menyalaminya. Aku menyalaminya sambil basa-basi menanya”Koq cuma sendirian Bu Anis?” “Eh.. iya Dod bapaknya anak-anak sedang ada acara di Semarang” Jawab Bu Anis. “Kamu tadi tidak menjemput Bu Anis” Sergah Pak Budi yang berjalan beriringan kami. “Kan sudah Bu Anis sudah bawa mobil Pak” Aku memberikan jawaban sekenanya. Kami berjalan beringan menuju tenda para pembina. sesudah sampai di tenda Bu Anis tampak berbicara serius sambil duduk diatas tikar Pak Budi. kelihatannya hal penting yang perlu dibicarakan mengenai acara persami itu. Aku menjadi agak tidak enak untuk berlama-lama di dekat mereka. sesudah minta ijin aku berjalan menjauh dari mereka. Dalam benakku terlintas kesaksian bahwa Bu Anis memang masih menarik walau tampak sedikit keriput di leher namun itu justru bikin Bu Anis tampak lebih anggun. Rambutnya lurus sebahu hitam walau ada beberapa helai yang tampak sudah putih, kulitnya yang putih bersih tampak terawat. Anganku terus mengalir bentuk tubuhnya yang ramping namun padat berisi, bongkahan bokongnya tampak jelas tercetak dibalik rok spannya begitu juga buah dwujudnya indah. Perutnya memang agak besar namun kencang. Gila.. aku memikirkan orang yang dahulu pernah menjadi guruku. ini tidak benar. Tapi aku aku tidak bisa memungkiri bahwa Bu Anis memang masih sintal. Pada malam harinya diadakan acara api unggun yang kemudian dilanjutkan acara jurit malam. Aku nasib baik mendapat untuk menjaga seluruh tenda. nasib baik sekali sebab aku merasa lelah gara-gara sehari yg terlebih dahulu ada kegiatan di universitas. Yang lebih nasib baik ialah terbukti Bu Anis dan 2 guru wanita yang lain nggak ikut acara jurit malam. sesudah mngecek seluruh tenda aku berjalan mendekat kearah Bu Anis yang sedang duduk sendiri di depan tenda pembina. kelihatannya ke-2 rekannya sudah terkantuk dan tidur didalam tenda. “Belum ngantuk Bu?” aku memulai pembicaraan sambil duduk bertemu nya. “Belum Dod.. masa ibu enak-enakan tidur sesungguhnya tadi kan ibu datang terlambat” Bu Anis memberikan jawaban. “Ya nggak apa-apa, ibu kan sibuk juga” Aku menyahut. “Gimana kuliahmu” Tanya Bu Anis. “Lancar, Bu Anis belum akan pensiun” Aku memancing pertanyaan untuk mengetahui umur sesungguhnya. “Tinggal tiga tahun lagi Dod” Bu Anis memberikan jawaban. Pasti wanita ini umurnya lebih dari 50 tahun, namun koq masih menggairahkan. Mata sekali-kali mencuri pandang menikmati keindahan tubuhnya. Kami mebercakap-cakap agak lama sampai Bu Anis minta diantar ke sungai gara-gara kebelet buang air kecil. Aku bergegas memberi utusan sampai pinggir sungai yang agak curam. Sambil memberikan senter aku berkata, “Saya tunggu disini ya Bu Anis, ini senternya hati-hati jalannya agak licin” “iya.. eh jangan ngintip lho” Katanya sambil bergurau. Ketika akan berjalan Bu Anis Tergelincir otomatis tanganku menggapai tangannya tanganku yang satu menggapai badannya menahan agar beliau tidak jatuh. Namun tidak disangka tanganku mendarat tepat di salah satu gunung indahnya. Dia kaget aku juga kaget. “Ma.. af Bu Anis, nggak sengaja” Aku berkata. “Eh.. nggak apa-apa” Sahutnya juga agak salah tingkah. Sambil berjalan meniti jalan setapak akhirnya dia mencari tempat yang agak tersembunyi. Namun gara-gara sinar rembulan tampak samar-samar gerakan tubuhnya dalam melaksanakan kegiatannya. Tampak dia memelorotkan celana panjangnya kemudian CDnya lalu berjongkok. Aku menanya dalam hati mimpi apa aku semalam sehingga aku memperoleh laba dobel pertama memegang buah dada indah yang ke-2 bisa melihat bokong dan paha walaupun samar. Tak terasa celanaku semakin sempit gara-gara senjata kesayanganku menggeliat. Tanganku merabanya dan bikin remasan-remasan kecil. tidak merasa lega itu aku melontarkan batang penisku sehingga dapat berdiri bebas mengacung. Aku yakin Bu Anis bakalan tidak akan melihat polahku. Sepertinya Bu Anis sudah selesai buang air kecil ketika akan naik ke atas aku ulurkan tanganku dan menariknya. Aku minta Bu Anis berjalan didepan alasan aku mengawal kalau ada apa-apa. Namun bukan gara-gara itu aku bisa bikin bebas kelaminku terjulur keluar dan mengacung. Sensasi ini aku nikmati sampai ke tenda pembina. Kami lanjutkan bercakap-cakap sampai akhirnya acara jurit malam selesai. Malam sudah larut bahkan mendekati di hari kami pembina dan guru putra tidur terpisah pembina dan guru wanita. Tetapi bayang-bayang kemolekan wanita paruh baya itu masih membuat ganguan pikiranku. Mata ini terasa sulit terpejam. alat vitalku terasa juga nggak mau ditidurkan, tapi akhirnya aku sadar bahwa wanita yang menggelorakan hasrat jiwaku ialah eks guruku yang tidak mungkin aku akan melampiaskan pada beliau. Akhirnya anganku kubawa tidur. Sampai pada pagi harinya aku terbangun oleh nada/suara riuh anak-anak yang sedang melakukan senam pagi. Aku cepat-cepat abngun dan cuci muka kemudian menolong pembina lainnya. sesudah acara pagi selesai aku beres-beres pekerjaan yang lain yang masih harus aku kerjakan. tatkala anak-anakpun juga sibuk mandi di sungai. Pembina dan guru antri mandi di rumah penduduk yang agak berjauhan. Tampak Bu Anis juga belum mandi gara-gara beliau juga sibuk mengawasi anak-anak. Sekitar jam 09.00 pagi seluruh tugas sudah selesai maka aku bergegas mengambil peralatan mandiku. Namun terdengar dari kejauhan nada/suara yang memanggilku. “Dodo kamu mau mandi ya” sesudah aku toleh terbukti nada/suara itu bersal dari Bu Anis. Langsung saja ku jawab singkat, “iya.. Bu Anis” “Kalau begitu sama-sama dong.. ibu juga belum mandi” Dia berkata. Bagai disambar petir di siang bolong mendengar tawaran itu tanpa ragu-ragu aku mengiyakan. “iya Bu Anis” gara-gara kamar mandi-kamar mandi yang ada di sekitar rumah penduduk tampak sudah penuh maka aku mempromosikan pada Bu Anis sesuatu sumur yang ada di tengah kebun penduduk. “Sebaiknya kita mandi disana saja Bu Anis, tempatnya juga tertutup koq” Aku mengharapkan dia mau gara-gara ada peluang untuk berdua. “Yang benar lho Dod.. tapi ya nggak apa-apa memang tempat yang lain sudah penuh”. Kami berjalam beriringan menuju ketempat pemandian di tengah kebun itu. tatkala yang lainnya persipan untuk kegiatan pagi itu yaitu jalan-jalan berkeliling. Sampailah aku pada tempat yang kami tuju. sesudah aku letakkan perlatan mandiku aku memulai menimba air untuk keperluan kami berdua. sesudah bak terisi penuh maka aku persilahkan beliau untuk mandi dahulu. Tempat mandinya terbuat dari anyaman bambu ada beberapa lobang yang tampak. “Silahkan Bu Anis anda mandi lebih dahulu” Aku mempersilahkan. “Kamu tunggu dulu ya.. awas lho jangan.. ngintip” Katanya sambil tersenyum. “Nggak Bu Anis.. tapi kalau kepepet kan nggak apa-apa” Kataku juga bergurau. “Nakal kamu” Dia berkata sambil berkata masuk ke kamar mandi. Aku mengamati dari kejauhan dan melihat satu persatu pakaiannya dilepas dan digantungkan diatas anyaman bambu itu. Terakhir aku lihat kutang dan CDnya yang mempunyai warna biru muda dan coklat muda tersampir. Hatiku semakin nggak karuan aku memikirkan pasti tubuh molek wanita yang cocok atau sepadan menjadi ibuku itu telanjang bebas, aku dengar nada/suara air yang mengguyur tubuhnya. Aku mencari akal agar aku bisa menikmati keindahan tubuhnya. Akhirnya aku mendekat dan berkata, “Bu Anis airnya kurang nggak” Dari dalam bilik aku dengar nada/suaranya,”Eh.. kamu koq ada disitu.. kurang sedikit Dod” katanya agak kaget. Ya.. peluang datang akhirnya aku menimba untuknya lagi dan aku tuangkan ke gelombang mengalirkan didalam bak yang ada di dalamnnya. Bu Anis masih melanjutkan mandinya maka aku putuskan untuk mandi diluar saja sambil mengharapkan Bu Anis nanti selesai mandi dapat melihatku. Entah pikiran gila sudah memasuki pikiranku. “Eh.. Dod kamu mandi diluar ya..” Terdengar dari dalam bilik. “iya Bu Anis kan bisa menyingkat waktu” Aku beralasan. Sambil melihat sekeliling aku rasa aman maka aku lepaskan seluruh pakaianku kini tinggal celana dalamku. Sambil mengguyur badanku dari timba langsung aku sedikit mencari celah-celah agar aku dapat melihat keindahan tubuhnya. Benar dugaanku aku belum selesai madi dari dalam bilik sudah terdengar nada/suaranya. “Dod sudah selesai belum?” Dia menanya. “Sudah Bu Anis” Aku memberikan jawaban walau aku belum selesai mandi. Memang aku sengaja. Dan lihat pintu bilik mulai bergerak terbuka.

Baca Selengkapnya

Nah itu merupakan sebagian Cerita Kampungan Pembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini s9s9.biz. Terima kasih atas kunjungannya di website ini s9s9.biz.

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 2 years
Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa

Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, CCerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi. Ngentot Dengan Doni 18 Tahun Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?