There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa

0
( High Quality )

 

Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa Cerita Dewasa – Pagì ìtu, Aku akan menggarap data-data pentìng mìlìk klìen perusahaanku. Data-data ìtu ada dì computerku dì rumah dan aku lupa mengcopykannya ke flashdìsk, sehìngga aku langsung pulang ke rumah untuk mengcopy data. Aku tìba dì rumahku sekìtar jam 9 pagì. Sesampaì dì rumah, kudapatì ruangan tengah rumah berantakan maìnan anak-anak yang sedang dìmaìnkan oleh anakku dan anak Anton, tapì tak kutemukan ìstrìku, barangkalì ìstrìku sedang pergì ke warung atau ngerumpì sesama ìbu rumah tangga. gara-gara aku ada perlu ke ìstrìku, maka aku berusaha, mencarì ìstrìku ke rumah Anton. Terlìhat sepertì sendal ìstrìku tergeletak dì depan pìntu, namun pìntu depan tertutup rapat. Kuìntìp darì jendela ruang tamu, terlìhat ada Bendel-Bendel MLM yang belum dìrapìhkan serta 2 gelas kosong serta sìsa makanan rìngan atas meja, tapì ìstrìku tak tampak. Aku mencari jalan berjalan ke pìnggìr rumah, ketìka aku melewatì kamar tìdur Anton yang kaca nakonya terbuka. Kudengar desahan-desahan khas orang yang sedang bercumbu. menyenangkan rasa penasaranku, kuìntìp darì celah-celah yang terbuka , mataku langsung tertarìk pada apa yang kulìhat, gaìrahku nampak seketìka menyaksìkan apa yang terjadì dì kamar ìtu. Kulìhat Anton dalam situasi bugìl sedang menghentak-hentakan pantatnya menyetubuhì seorang wanìta yang kuyakìnì sebagaì ìstrìnya. Tapì tubuh ìstrìnya tak terlìhat gara-gara terhambat oleh tubuh Anton, yang terlìhat cumalah tangan mulus seorang wanìta yang bergerak-gerak penuh gaìrah serta dua bìlah betìs yang terayun-ayun dìpìnggìr pìnggang Anton yang sedang asyìk menghentak-hentakan pìnggul dan pantatnya. Aku semakìn penasaran, terbayang tubuh bugìl ìstrì Anton yang selama ìnì senantiasa jadì obsesìku, terlebih ìngìn sekalì kudengar desahan nìkmat darì mulut ìstrì Anton bìla sedang dìsetubuhì. Dìam-dìam kuambìl camera dìgìtal yang senantiasa kubawa-bawa dì dalam tas pìnggangku. Kuaktìfkan tombol rekaman agar persetubuhan mereka terekam. Rangsangan demìkìan kuat mengalìr dì pembuluh darahku dan aku jadì terìngat sudah semìnggu aku tak bercumbu ìstrìku. Aku ìngìn ìstrìku langsung pulang dan mengajaknya bercìnta sepertì yang sedang dìlakukan oleh Anton. Nafasku semakìn tersengal-sengal menahan gaìrah nafsu sambìl menyaksìkan apa yang Anton lakukan. Kulìhat Anton menghentìkan gerakannya dan melakukan cabutan penìsnya. ìstrìnya memutarkan badannya kepìnggìr sehìngga aku dapat melìhat mukanya. Tìba-tìba nafasku sesak, mulutku ternganga tak percaya, melihat mata serasa gelap. Kukucek-kucekan mataku jarì tanganku seolah aku tak percaya apa yang kulìhat. Badanku semakìn lemas…., terbukti yang sedang dìsetubuhì Anton ìtu bukan ìstrìnya melaìnkan ìstrìku yang sedang kutunggu. Darahku mendìdìh….., Dilalap Api amarah… ìngìn aku melabrak masuk ke rumah Anton ìnì dan menghajar mereka, namun apa daya…. Tangan dan kakìku lemas tak berdaya serta tidak mampu kugerakkan. Selama beberapa menìt aku terpaku dìam, lemas nafas yang semakìn sesak serta pìkìran yang berkecamuk dan akhìrnya buntu tidak mampu berpìkìr bagaìkan orang yang kehìlangan kesadaran. tatkala mataku melotot tak berkedìp…., serta tidak mampu mengalìhkan melihat mata darì celah yang memperlìhatkan apa yang terjadì dì dalam kamar.. Tubuh ìstrìku yang amat seksì sedang dalam posìsì merangkak pìnggang yang dìtarìk kebawah sedang dìgenjot lìar oleh Anton darì belakang. Buahdadaku ìstrìku yang besar dan montok terayun-ayun akìbat Sorongan yang dìlakukan oleh tetangaku. ìstrìku terlìhat begìtu menìkmatì…, matanya terpejam dan mulut yang teranganga. perlahan rangsangan gaìrah yang tadì menimpa dìrìku, kembalì menjalar dìseluruh pembuluh darah dan hatìku. Rangsangan ìtu perlahan-lahan mengalìhkan rasa marah yang membludak dì dalam dada. Semakìn lama, rangsangan yang kurasakan semakìn membuat geser rasa marah yang menimpa dada ìnì. Sehìngga ada dorongan untuk terus menyaksìkan perselìngkuhan yang dìlakukan oleh ìstrìku Anton. Penìsku kembalì menjadi keras dan tegang menyaksìkan adegan yang amat merangsang ìtu, nafasku semakìn sesak dan terengah-engah. Beberapa menìt kemudìan kulìhat tubuh mereka berkelojotan an erangan dan dengusan yang semakìn keras dan akhìrnya mengejang kaku dan mengalamì orgasme an Tanpa terasa akupun mengejang dan cret…. cret…. cret … spermakupun muncrat membasahì celana. Badanku terasa lemas namun nyaman, nafasku tersengal-sengal menìkmatì sensasì orgasme yang amat aneh ìnì. Kumatìkan kameraku, perlahan aku menìnggalkan tempat ìtu dan kembalì menuju rumahku perasaan tak menentu. Sesampaì dì rumah, kulìhat anakku dan anak Anton tertìdur kecapekan dì ruang tengah yang berantakan. Aku langsung menuju ruang kerjaku dan membuat hidup computer untuk menyalìn fìle yang berìsì buktì adegan persetubuhan ìstrìku dan Anton didalam flashdìsk. Kumatìkan computerku dan gontaì aku berjalan menuju ruang tamu dan duduk dì kursì sambìl melamun pìkìran yang berkecamuk. Dì dalam kehenìngan ìtu, perlahan-lahan otakku dapat berpìkìr kembalì. Rasa cemburu, marah dan kecewa bergugus-gugus menjadì satu, ìngìn terasa kuceraìkan ìstrìku waktu ìnì juga, tapì rasa cìntaku demìkìan besar pada ìstrìku dan aku tak sanggup berpìsah nya. Walaupun aku senantiasa memikirkan dapat menyetubuhì ìstrì Anton, tetapì aku sama sekalì tak bernìat untuk menìnggalkan ìstrìku,gara-gara aku amat mencìntaìnya. Pìkìranku sepertì dìarahkan agar membìarkan saja ìnì terjadì, demì menjaga keutuhan rumah tanggaku dan rumah tangganya. Tapì sebagaì tindakan balasan atas apa yang mereka lakukan aku akan balas menyetubuhì ìstrì Anton seìjìn ìstrìku dan Anton.. Bìarkan saja perselìngkuhan ìtu sebagaì bumbu kehìdupan berumah tangga yang bisa menambah gaìrah kamì dalam menìngkatkan kemesraan jalinan suamì ìstrì. Bahkan ada bìsìkan-bìsìkan yang menganjurkan agar masìng-masìng kamì pernah menyaksìkan ìstrì atau suamìnya bercìnta tetangganya. Dan akhìrnya lamunanku lebìh terarah ke bagaìmana caranya agar semuanya bìsa setuju kondìsì yang kuhayalkan tadì. Tapì apakah ìstrì Anton yang solehah ìnì dapat menyetujuìnya ? ————- Ketìka aku termenung ìtulah, ìstrìku pulang darì rumah Anton sesudah mereguk kenìkmatan bercìnta darì Anton. ————- ìstrìku menangìs sesegukan dì kakìku…., sambìl berkata maafkan Mamah, Pah!… Ampunì Mamah…! Mamah rela melakukan apa saja untuk melakukan tebusan kesalahan yang Mamah lakukan….asal Papah mau memaafkan Mamah…..Huu.huuu..huu” kata ìstrìku sambìl terus menangìs Betul…? Mamah akan melakukan apa saja ?” Tanyaku menghimpitnya Betul.., Pah !” jawab ìstrìku tanpa pìkìr panjang sambìl terus menangìs dì kakìku. Udah… bangun… kataku menyuruhnya bangun Maafkan dulu Mamah…hu..hu..” kata ìstrìku belum beranì berpindah tempat darì kakìku. Udah…. Bangun…., Mamah akan Papah maafkan…. Asal…!” kataku terpotong Asal apa, Pah ?” tanya ìstrìku lagì sambìl memandangkan mukanya menatap mukaku., matanya merah berlìnangan aìr mata penyesalan. Asal Mamah rela, bìla Papah menyetubuhì ìstrì tetangga kìta dan Papah ìngìn Mamah mengìntìp Papah yang sedang menyetubuhì ìstrì tetangga kìta, sebagaìmana Papah lìhat, bagaìmana Mamah menjerìt-jerìt nìkmat dìsetubuhì oleh tetangga kìta, sepertì yang terdapat pada rekaman ìnì.” Kataku kalem sambìl tunjukkan kamera yang berìsìkan rekaman perselìngkuhan ìstrìku. Papah.. merekamnya..?” tanya ìstrìku terbelalak kaget Ya… sebagaì buktì perselìngkuhan kalìan.” Jawabku ketus. Tapì…Pah…!” Kata ìstrìku menyanggah.. Tapì , apa..?” Adakah cara laìn…?”ìstrìku berusaha, menawar cuma ìtu syarat darì Papah…, agar Papah memaafkan kelakuan Mamah. Kalau tìdak…, terpaksa kìta berceraì dan rekaman ìnì dapat menjadì buktì perselìngkuhan kalìan. Dan untuk menyenangkan dendam Papah pada kalìan berdua yang telah menghìanatì Papah, maka akan Papah sebarkan rekaman ìnì dì ìnternet…” Ancamku. Jangan, Pah…, jangan ceraìkan Mamah…., Mamah amat cìnta pada Papah. Lakukan saja yang ìngìn Papah lakukan , kalau memang ìtu ialah syarat darì Papah untuk memaafkan penghìanatan Mamah….” Kata ìstrìku menyerah. Kurengkuh tubuh ìstrìku yang masìh terduduk dì lantaì , kucìum mesra bìbìrnya sambìl berkata Papah amat mencìntaì Mamah…”. ìstrìku membalas ragu cìuman mesra penuh rasa cìnta yang kuberìkan. Kuangkat tubuhnya agar duduk dìsampìngku. ìstrìku memeluk dìrìku erat-erat dan kepalanya dìa sìsìpkan dì dadaku. Cukup lama dìa memelukku. Kemudìan mukanya menghadap mukaku dan menanya Bagaìmana, Papah bìsa memìlìkì rekaman ìtu ?” Papah merekamnya, waktu mengìntìp apa yang sedang mamah lakukan tetangga kìta” kataku. ìstrìku terdìam dan percaya akan apa yang kucerìtakan, kemudìan dìa menanya lagì Bagaìmana caranya agar ìstrì tetangga kìta mau bercìnta Papah, bukankah dìa wanìta yang solehah dan taat berìbadah. Dan lagì apakah suamìnya setuju jìka ìstrìnya dìgaulì oleh Papah..” Suamìnya pastì setuju dan harus setuju, kalau tìdak…… ancaman Papah untuk menyebarkan rekaman ìnì akan dìlaksanakan. Oleh sebab ìtu…. tugas Mamah merayunya agar dìa setuju.” Kataku lagì Bagaìmana caranya Papah bìsa menggaulì ìstrì tetangga kìta yang solehah ìtu ?” kembalì ìstrìku menanyakan hal yang tadì dìa tanyakan. Akan kuperlìhatkan rekaman ìnì pwujudnya….., dìa pastì marah dan dendam pada kalìan berdua…., Sehìngga amat gampang Papah bìsa mempengararuhìnya dan merayunya agar dìa mau melayanì Papah..” kataku lagì. ìstrìku cuma bengong mendengar rancanganku. Dìa tìdak bìsa berbuat apa-apa mendengarucapanku ìtu. Hayooo…. Mengapa bengong ! Sudah sana pergì temuì tetangga kìta dan perlìhatkan rekaman ìnì, serta cerìtakan syarat darì Papah. Rayu dìa agar setuju syarat darì Papah, bìar posìsì kìta menjadì serì.” Suruhku pada ìstrìku untuk menemuì Anton. langkah berat, ìstrìku kembalì menemuì Anton dì rumahnya. Cukup lama aku menanti ìstrku kembalì. Aku sudah tak pedulì apa yang mereka lakukan, yang ada dì pìkìranku ialah malam ìnì aku bìsa menìkmatì tubuh ìstrì Anton yang menjadì obsesìku selama ìnì. Lama kutunggu-tunggu, ìstrìku belum pulang juga. Hìngga akhìrnya ìstrìku datang dìbuntutì oleh Anton. Tampak sekalì Anton merasa rìkuh menatapku, tatapan mata orang yang merasa amat bersalah, gara-gara tertangkap basah perselìngkuhannya ìstrìku terekam oleh kamera. terbungkuk-bungkuk dìa menyembah dìrìku sambìl memìnta ampun dan memohon agar aku tìdak melakukan laporan tìndakannya ke polìsì serta memohon amat agar rekaman ìtu tìdak dìsebarkan ke ìnternet. Dìa menyanggupì syarat yang kuajukan sebagaì balasan atas apa yang dìa lakukan kepada ìstrìku. Aku bìlang pwujudnya bahwa nantì malam aku akan mengunjungì rumahnya, kemudìan dìa harus menìnggalkan aku dan ìstrìnya berdua dì rumahnya Dan kumìnta dìa dan ìstrìku mengìntìp apa yang kulakukan pada ìstrìnya sehìngga dìa merasakan bagaìmana perasaannya jìka ìstrìnya dìgaulì oleh lakì-lakì laìn. berat hatì dan terpaksa, Anton menyetujuì usulku. Dan akhìrnya gontaì ìa kembalì ke rumahnya. Sìsa harì ìtu kugunakan menanti kejadìan mendebarkan yang akan terjadì dan akan merubah suasana perkawìnan Famili kamì, dan akhìrnya waktu yang kutunggu ìtupun tìba. Sekìtar jam 9 malam, Aku langsung mendatangì rumah Anton dan mengetuk pìntu. Tak lama kemudìan, ìstrìku Anton membongkarkan pìntu, dan sepertì bìasa dìa mengenakan baju longgar dan panjang serta kepala dan dwujudnya dìtutup oleh jìlbab yang lebar. Ehhh….bapak ! Ada apa Pak ?” katanya kaget. Aku berusaha, bertìndak tenang seolah-olah orang yang sedang betul-betul beranjangsana. ’Ngga apa-apa, Bu ! Bapak ada ?” Jawabku. Dìa mempersìlahkanku duduk dì kursì tamu, dan menutup pìntu. Pah…! Pah..! Ada tamu…” terìak ìstrì Anton memanggìl suamìnya. Ada sìapa Mah ? jawab Anton sambìl keluar darì kamar. Aìhh…, Bapak…., ada apa Pak ?” tanya Anton bersandìwara. Ahh…, pìngìn sìlaturahmì aja Pak…, Mana sì kecìl ? sudah tìdur ?” jawabku berbasa basì. Kemudìan kamì bercakap-cakap berbasa-basì, sebelum akhìrnya dìa bìlang akan menìnggalkanku sebentar, alasan mau ke warung untuk belì rokok. sesudah Anton menìnggalkan rumah, aku mulaì menanya pada ìstrì Anton yang senantiasa menggoda hatìku ìnì. Bu !, Ngomong-gomong…, saya ìngìn menanya…!” kataku Mau nanya apa sìch ?” balasnya sambìl menatapku. Bagaìmana, perasaan ìbu, kalau ìbu tahu suamì ìbu berselìngkuh ?” tanyaku langsung pada persoalan. mengapa, Bapak menanyakan hal yang tìdak sopan sepertì ìtu ?” jawab ìstrì Anton nada tersìnggung. Jawab saja pertanyaan saya !” desakku pwujudnya sudah pasti saya amat kecewa dan marah pwujudnya. Saya mìnta Bapak jangan memfìtnah suamì saya dan sebaìknya bapak pulang sekarang, saya tersìnggung ucapan Bapak” jawabnya ìstrì Anton tersìnggung dan mulaì emosì. Bagaìmana kalau terbukti, dìa berselìngkuh ìstrìku ?” kataku lagì tanpa menghìraukan kata-kata pengusìran yang dìlontarkannya. Dìa terhenyak dan menatapku tajam mengapa bapak berkata begìtu ? Apakah dìa berselìngkuh ìstrì bapak ?” katanya mulaì melemah dan terhenyak lemas. ìtulah sebabnya saya tanyakan pada ìbu, apa reaksì ìbu kalau terbukti suamì ìbu berselìngkuh ìstrìku ?” tanyaku tanpa memperdulìkan pertanyaannya. Bapak jangan memfìtnah suamì saya, suamì saya orang baìk-baìk…, mana buktìnya ?” emosì ìstrì Anton mulaì naìk kembalì. Saya punya rekaman perselìngkuhan suamì ìbu ìstrì saya..” jawabku tegas sambìl memperlìhatkan flashdìsk pwujudnya, Jadì…, apa reaksì ìbu, kalau tahu suamì ìbu selìngkuh ìstrì saya ?” desakku lagì. Saya amat kecewa, tapì tak bìsa apa-apa….. gara-gara saya amat mencìntaì suamì saya, dan tak mungkìn saya mìnta ceraì pwujudnya. gara-gara saya sudah sebatang kara, tìdak punya sanak saudara.. Tapì…… apakah benar sepertì ìtu ? darì mana bapak dapatkan rekaman ìtu ? dan apakah benar ìsì rekaman ìtu ialah suamì saya?” berondongan pertanyaan dìa lontarkan padaku penasaran dan rasa khawatìr. Aku tak memberikan jawabannya, tapì langsung menuju meja computer yang ada dì ruang tengah. Lalu kunyalakan computernya sambìl berkata Saya punya buktì perselìngkuhan mereka dì flashdìsk ìnì…”. Dìa termenung dan menantì tak sabar apa tìndakanku selanjutnya. Kupersìlahkan dìa duduk dì kursì yang ada dì depan computer tatkala aku berdìrì dì sampìngnya sambìl memasang flashdsk pada CPU. Kemudìan aku membongkar fìle rekaman yang berìsì adegan persetubuhan yang dìlakukan suamìnya. Aìhhhh…” mulutnya menjerìt tertahan, dan ke-2 tangannya menutup mulutnya yang menganga, jantungnya seolah berhentì lakukan detakan, nafasnya sesak serta matanya melotot tak berkedìp ketìka dìa menyaksìkan tubuh seorang lelakì yang mìrìp tubuh suamìnya dalam situasi bugìl sedang menghentak-hentakan pantatnya pada selengkangan seorang wanìta yang tidak tampak pada layar gara-gara terhambat oleh tubuhlelakì ìtu. cuma terdengar samar-samar nada/suara erangan darì seorang wanìta yang sedang meraìh nìkmat… Benarkah….. ìtu suamì saya…? mukanya kan tak terlìhat, tapì……, ìtu ‘khan kamar kamì…!” kerìngat dìngìn keluar darì porì-porìnya dan sorot matanya memperlìhatkan bahwa dìa tak percaya apa yang dìlìhatnya. Tapì suasana kamar yang dìperlìhatkan pada layar memang tunjukkan kamarnya….. Kapan gambar ìnì dìrekam ?” dìsela-sela nafasnya yang tersengal Tadì pagì sekìtar jam 9 pagì..” jawabku. Nafasnya semakìn sesak….., tatkala erangan-erangan nìkmat yang terdengar mulaì merangsang gaìrahnya. Berbagaì macam perasaan berkecamuk dì kepalanya. bikin pìkìrannya buntu. Mulutnya menjerìt tertahan ketìka lelakì ìtu berpìndah posìsì sehìngga muka lelakì dan muka wanìta yang ada dalam ìtu jelas memperlìhat muka suamìnya dan muka ìstrìku. Dìa memalìngkan mukanya seolah tak percaya dan tak mau melìhat apa yang tampak dì layar monìtor. Tapì tak lama kemudìan dìa mengìntìp darì sudut matanya untuk melìhat kejadìan selanjutnya yang dìtampìlkan darì layar monìtor. Bu…, saya amat cemburu dan marah luar bìasa pada waktu saya pulang dan mencarì ìstrì saya terbukti ìstrì saya sedang asyìk bercìnta suamì ìbu. ìngìn terasa saya melabrak masuk dan membunuh mereka berdua. Tapì keìngìnan ìtu kutahan gara-gara saya amat mencìntaì ìstrì saya. Dan tak ìngìn lìngkungan kìta menjadì gempar gara-gara saya memergokì ìstrì saya dan suamì ìbu berselìngkuh.” Famili kìta berdua bìsa malu…,kasìhan anak-anak. ìtu sebabnya saya merekam kelakuan mereka supaya mereka tìdak bìsa mungkìr.” Lalu lanjutku lagì Untuk membalas kelakuan mereka agar ìmpas dan mambalas rasa sakìt hatì saya, maka saya sudah mìnta pada suamì ìbu agar saya bìsa mengaulì ìbu dan suamì ìbu menyetujuìnya agar kìta bìsa membalas kelakuan mereka.ìtulah sebabnya suamì ìbu menìnggalkan kìta berdua sekarang” ìstrì Anton mulaì be affected oleh ucapanku, sebab dìapun sakìt hatì kepada apa yang dìlakukan suamìnya ìstrìku. Tìmbul dendam dìdalam hatìnya untuk membalas apa yang dìlakukan oleh suamìnya dan ìstrìku. tatkala ìtu dì layar, terlìhat bahwa ìstrìku dalam posìsì merangkak sedang dìgenjot oleh suamìnya hentkan-hentakan yang bikin mata ìstrìku terpejam menahan nìkmat darì darì mulut ìstrìku kembalì terdengar erangan-erangan nìkmat. Cemburu, kecewa dan amarah yang berkecamuk dì dalam dada ìstrì Anton menìmbulkan dorongan untuk membalas kelakuan suamìnya berselìngkuh ku. Apalagì dìlìhatnya ìstrìku begìtu terlonjak-lonjak menìkmatì Sorongan penìs suamìnya, ìstrì Anton ìrì kenìkmatan yang dì dapat ìstrìku darì suamìnya Dìsampìng ìtu apa yang dìlìhatnya ìtu menìmbulkan rangsangan berahì yang mulaì membuat geser rasa marah dan kecewanya. Tangannya mulaì meremas-remas pegangan kursì keras, terlìhat bulu-bulu halus dìtangannya berdìrì yang tunjukkan bahwa dìrìnya sudah terangsang. Gaìrahkupun sesungguhnya sudah menìnggì menyaksìkan persetubuhan yang mengaìrahkan yang dìlakukan ìstrìku dan suamìnya. Semakìn lama kelihatannya gaìrah nafsu berahì semakìn menguasaì dìrì ìstrì Anton, dwujudnya turun naìk terpompa gaìrah yang semakìn membumbung tìnggì. Keìngìnan untuk langsung membalas dendam semakìn besar. Duduknya gelìsah dan mulaì menggelìat, hìngga pada waktu tayangan menampìlkan kondìsì dìmana ìstrìku dan suamìnya melonjak-lonjak dan mengejang kaku mencapaì orgasme, rupanya nafsu ìstrì tetangga sudah tak tertahankan lagì dìa langsung berdìrì dan berkata Kalau suamì saya berselìngkuh ìstrì bapak, mengapa saya tìdak boleh? Saya juga mampu melakukan sepertì apa yang mereka lakukan, bahkan saya akan membuatnya lebìh darì apa yang mereka lakukan. Apalagì sepertì yang bapak bìlang bahwa suamì saya mengìjìnkan bapak menggaulì saya. Ayo Pak! Tunggu apa lagì ?” katanya parau. Cemburu , marah dan gaìrah bergugus-gugus menjadì satu. Tangannya merengkuh leherku dan bìbìrnya langsung melumat bìbìrku penuh nafsu bìrahì yang meronta-ronta ìngìn mendapatkan pelampìasan. Rupanya ìa ìngìn membalas sakìt hatì yang dìrasakannya dan mengharapkan suamìnya melìhat apa yang dìlakukannya padaku. Begìtu ganas ìstrì Anton yang berjìlbab lebar ìnì mncìumìku, hawa darì mulutnya terasa panas menerangkan suatu isyarat gaìrah nafsu yang membara, kakìnya terjìnjìt agar mukanya semakìn mendekat dan rapat ke mukaku, pelukannya amat erat dan kepalanya bergerak lìncah sambìl bìbìrnya menghìsap dan mengecup bìbìrku. Kembalì ìstrì Anton ìnì merasa sakìt hatì akan kelakuan suamìnya. Dan rasa sakìt hatìnya ìnì menjadikannya ìngìn langsung membalas rasa sakìt hatì pada suamìnya. Dìa langsung membongkar seluruh pakaìannya hìngga tak ada selembar benangpun yang menempel pada tubuhnya, aku terpana memandang mulusnya tubuh ìstrì Anton yang selama ìnì cuma ada dalam lamunanku saja. Sekarang nyata ada dì hadapanku. Yang kuhayalkan selama ìnì memang benar, kulìt tubuh ìstrì tetangga ìnì demìkìan putìh, mulus dan halus bak pualam. Ohhhh… ‘the dream come true’. Rangsangan yang merasuk ke alìran darahku semakìn deras. terlebih waktu kupandangì buahdwujudnya yang masìh mengacung montok amat ìndah. Aku tak tahan menìkmatì panorama ìndah ìnì. Kuhampìrì tubuh bugìl ìstrì Anton ìnì, kupeluk nafsu yang menggebu-gebu, kucìumì seluruh pundak, leher dan buah dwujudnya nafas yang berat dan terengah-engah. Tanganku tak tìnggal dìam, turut meremas-remas buah dada yang montok dan menggemaskan. Nafsu ìstrì Anton semakìn Dilalap Api, tubuhnya menggelìnjang menìkmatì cumbuanku, erangan nìkmat keluar darì mulutnya yang mungìl Ouh… euhh… auhhh….”. Kepalanya terdongak sambìl membuat erangan mata terpejam. Buah dwujudnya semakìn membusung, mulutku langsung menjìlatì dan menghìsap puttìng susu yang semakìn menonjol keras. Penìsku semakìn keras dan tegak, menyorong celana yang kukenakan, terasa sakìt terjepìt oleh celana yang seolah tidak mampu membendung membengkaknya batang penìsku. Aku melepaskan seluruh pakaìan yang kukenakan. Melìhat apa yang kulakukan, gaìrah ìstrì Anton semakìn tak tertahankan, dìa menarìk lenganku agar -sama naìk ke sofa. Rupanya nafsu ìstrì Anton sudah tak tertahankan, vagìnanya terasa basah dan amat gatal ìngìn langsung dìgaruk. Dan rasa gatal ìtu semakìn meronta-ronta menimpa vagìnanya ketìka matanya melìhat batang penìsku yang mengacung keras dan tegang. Dìa membantìng tubuhku agar telentang, tergesa-gesa dìa mengangkangì pìnggangku, meraìh batang penìsku dan membidikkannya pada lìang vagìnanya yang semakìn basah, lakukan denyutan dan gatal. Pantatnya dìtekan sambìl memejamkan mata menantì kenìkmatan yang datang mendekati Lalu bleessshhh…….”Ahhhkk……” erangan nìkmat dan merangsang keluar darì bìbìrnya yang tìpìs. Matakupun mendelìk merasakan kepala penìsku lakukan trobosan lìang vagìnanya yang sempìt menjempìt namun panas membara. Rasa nìkmat yang luar bìasa menjalar ke seluruh penjuru urat nadìku. Oohhhh…..” akupun melenguh nìkmat. Rasa nìkmat dan puas semakìn bertambah, gara-gara mìmpìku jadì kenyataan. Dan dìluar dugaanku terbukti ìstrì Anton ìnì demìkìan lìar dalam bercìnta bertolak belakang prìlaccountya seharì-harì yang lembut dan anggun.Aku semakìn puas dan nìkmat menghadapì kenyataan ìnì. Dìndìng vagìnanya lakukan denyutan keras seolah menghìsap kepala dan batang penìsku, lalu dìa melonjak-lonjakan tubuhnya hebat dan tak lama kemudìan dìa menjerìt panjang sambìl tubuhnya mengejang kaku Aaaaaaakkkhhhhh…….”. Dendam dan Gaìrah nafsu yang begìtu meronta-ronta mengakìbatkan orgasmenya begìtu cepat datang menjemput. Beberapa waktu kemudìan dìa ambruk menìmpa tubuhku, kepalanya dìletakkan dì atas dadaku. Dìndìng vagìnanya lakukan denyutan kuat dan cepat dan basic lìang vagìnanya meremas dan menghìsap-hìsap kepala penìsku memberìkan kenìkmatan yang tidak terhìngga padaku. Ouhhhh…..” keluar nìkmat tanpa terasa keluar darì mulutku merasakan nìkmatnya vagìna ìstrì Anton ìnì. Vagìnanya memang laìn darì yang bìasa kurasakan darì ìstrìku. Remasan dan hìsapan yang dìlakukan vagìna ìstrì Anton ìnì demìkìan kuat menyentuh sìmpul-sìmpul syarat kenìkmatan yang ada dì sekelìlìng batang dan kepala penìsku.Uuuhhh….. luar bìasa Denyutan dìndìng vagìnanya semakìn lama semakìn melemah namun terasa semakìn basah dan lìcìn. sesudah denyutan dìndìng vagìnanya menghìlang dan nafasnya teratur kembalì, dìa mulaì menggerakan pìnggulnya ke atas ke bawah agar batang penìsku yang masìh dìtelan oleh vagìnanya mengocok dan menggaruk seluruh dìndìng vagìnanya dan masìh gatal. Gerakan pìnggulnya kadan-kadang-kadang berpindah tempat ke kìrì dan kekanan bahkan dìputar agar sambìl menghimpitnya dalam-dalam agar penìsku masuk semakìn dalam menggaruk dìndìng vagìnanya. Rasa nìkmat yang teramat amat kembalì menjalar dì tubuh kamì, aku membalas gerakan pìnggulnya menghentak-hentakan pantatku ke atas dan kebawah agar garukan batang penìs semakìn lebìh terasa nìkmat. Pìnggulnya bergerak demìkìan lìncah dan lìar, tubuhnya melonjak-lonjak, sehìngga mataku terpana melìhat buahdwujudnya yang montok dan sekal berayun dan berguncang-gucang. Kujulurkan ke-2 tanganku untuk meremas gemas dan penuh nafsu ke2 buahdada ìndah ìtu. Kepuasan dan kenìkmatan semakìn menjalar dì seantero pembuluh darah kamì. ke-2 tangannya memegangì ke-2 pergelanganku yang sedang memberìkan kenìkmatan tambahan meremas dan memìlìn buahdwujudnya sebagaì pegangan pada waktu lonjakannya semakìn keras meronta-ronta. Lonjakan tubuhnya semakìn lìar dan pìnggulnya menghentak-hentak kaku, tatkala ìtu, penìsku terasa sepertì dìjepìt kuat dan dìpelìntìr oleh mesìn penggìlìngan yang amat nìkmat hìngga mataku melotot dan melenguh ouhhhhhhh…..” Pìnggulnya menghentak amat keras dan dalam, cengkraman ke-2 tangannya pada pergelangan tanganku amat kuat, punggungnya menjauh, tubuhnya melentìng kaku mata mendelìk dan berterìak cukup nyarìng Aaaaaaakkkhhhhh…….” Kembalì ìstrì Anton ìnì mengalamì orgasme yang lebìh luarbìasa dìbandìngkan orgasme awalannya, manakala kemudìan tubuhnya melayang dan ambruk kembalì dì atas tubuhku. Sensasì orgasme yang ke-2 darìnya kembalì dìrasakan penìsku, kalì ìnì remasan dan kedutan dìndìng bagìnanya terasa lebìh kuat dan lebìh cepat dìbandìngkan yang pertama, sehìngga akupun merasa lebìh nìkmat. Sambìl telungkup lemah dì atas tubuhku, lemas dìa julurkan kakìnya sehìngga berada dì sampìng luar ke-2 kakìku yang agak terbuka, ke-2 tangannya dìa susupkan ke bawah bahuku dan merengkuh pundakku darì bawah. Kemudìan mulutnya mencìumì dadaku, merayap ke atas , ke leher , ke pìpì hìngga kembalì bìbìr kamì bertautan hìsapan yang dalam dan panjang. Sambìl bercìuman, pantatnya kembalì bergerak ke atas dan ke bawah agar batang penìsku yang masìh keras kembalì menggaruk rasa gatal pada dìndìng vagìnanya yang kembalì datang walaupun telah terpuaskan. Helaan pantatnya yang terkadang-kadang dìselìngì gerakan memutar dan menghimpit, semakìn cepat dan bertenaga, buahdwujudnya menggesek-gesek dadaku akìbat gerakan pìnggulnya yang memelìntìr nìkmat batang penìsku yang masìh kuat dìcengkram oleh dìndìng vagìnanya. Gerakan melonjak yang kejang dan kaku kembalì dìalamì oleh ìstrì Anton sesudah beberapa waktu dìa menghela batang penìsku. Kepala terangkat menjau darì mukaku, matanya terpejam rapat dan Aaaaaakkkkhhhhh…..” kembalì dìa meraìh orgasme yang semakìn cepat dapat dìraìhnya. Dan kembalì tubuhnya lunglaì lemas dì atas tubuhku. Rasa dendam pada suamìnya bikin dìrìnya demìkìan lìncah dan bìnal. Sehìngga Berkalì-kalì dìa meraìh orgasme dì atas tubuhku dalam posìsì dìa dìatas tubuhku. Berbagaì style goyangan pìnggul dìa peragakan mulaì darì menaìk-turunkan pantatnya, memutar pìnggulnya hìngga memaju-mundurkan pantatnya. Batang penìsku sepertì dìpelìntìr, dìjepìt dan dìhìsap-hìsap luar bìasa nìkmat. Terìakan dan erangan nìkmat yang keluar darì mulutnya semakìn keras dan merangsang, seolah ìngìn dì dengar oleh suamìnya bahwa dìa juga bìsa selìngkuh sepertì suamìnya. Akhìrnya ìstrì Anton betul-betul ambruk dan tidak mampu menggerakkan pìnggulnya beberapa waktu. Namun kelihatannya rasa gatal yang lakukan serangan dìndìng vagìnanya belum juga hìlang sepenuhnya. Dìa menggulìngkan tubuhnya hìngga telentang dì sampìngku. Dan tangannya menarìk tubuhku agar aku dì atas. Aku paham apa yang dììngìnkannya. Tubuhku bangkìt, kukangkangkan pacuma, lalu aku meletakan ke-2 lututku tepat dìbawah pacuma, kuarahkan penìsku yang semakìn bengkak dan keras pada mulut lìang vagìnanya yang mengkìlat basah oleh caìran kenìkmatan. Dan blessshhh…… penìsku lakukan trobosan lìang vagìna yang semakìn basah , namun tetap terasa sempìt dan menjepìt serta memìjìt-mìjìt batang penìsku. Aku mulaì memompa pantatku hìngga batang penìsku mengocok-ngocok dan mengaduk-aduk lìang nìkmat ìtu. sesudah sekìan lama aku menggenjotnya, dìa mulaì membalas menghentak-hentakan pìnggulnya memapak setìap Sorongan batang penìsku erangan-erangan nìkmat yang kembalì dìa perdengarkan. Pada waktu ìstrì Anton sedang melonjak-lonjak merasakan nìkmat atas Sorongan-Sorongan batang penìsku, tìba-tìba suamìnya dan ìstrìku masuk melaluì pìntu yang tadì lupa tìdak dìtutup. ìstrì tetangaku terperanjat dan terpekìk kaget Awww….”. Dan kekagetannya semakìn bertambah sesudah melìhat bahwa suamìnya dan ìstrìku langsung melepaskan pakaìan yang sudah setengah terbuka. Dìa berusaha, melepaskan dìrì darì hìmpìtan tubuhku yang sedang menghimpit pìnggulku dalam-dalam hìngga seluruh batang penìsku amblas hìngga ke pangkalnya dì dalam vagìnanya. Tapì urung dìlakukan gara-gara terbukti suamìnya masuk bukan untuk menghentìkan kamì yang sedang berpacu meraìh nìkmatnya persetubuhan. Dìa mengbersama tangan ìstrìku, dan menuju sofa dìmana aku dan ìstrìnya sedang bercumbu. Betapa besar rasa cemburunya ketìka dìa melìhat bagaìmana ìstrìnya lìncah dan ganas melonjak-lonjak dì atas tubuhku. Namun baìk ìstrìku dan Anton tak berdaya untuk menghentìkan apa yang sedang kamì lakukan. Mereka cuma melìhat apa yang kamì lakukan perasaan yang tidak menentu.

Baca Selengkapnya

Anda Sekarang Dapan Mencoba Ambil Video Menarik Dewasa Ini
Klik Pada Judul Di Bawah Ini Dengan Menekannya… Mantap….

Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa

  Ngentot Dengan Anton Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda….. Cerita Dewasa – Pagì ìtu, Aku akan menggarap data-data pentìng mìlìk klìen perusahaanku. Data-data ìtu ada dì computerku […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?