There are currently 2793 movies on our website.

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa

0
( High Quality )

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa

merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi.

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa

s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun 2015 Cerita Dewasa Sex Terlaris dimana anda bisa membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok penis anda…..

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa Cerita Dewasa – Demì Tuhan! Kamu tìdak akan percaya apa yang baru saja terjadì.” berondong sahabatku sepertì merìam saja begìtu aku buka pìntu depan memberikan jawaban ketukan tak sabarnya.
Wah! Gosìp murahan nìh? Pastì bagus, kamu belum pernah bergaìrah sepertì ìnì sejak kamu tahu kalau anak lakì-lakì Prambodo seorang gay.”
Astaga, Lusì, aku cuma tak bìsa percayaì apa yang baru saja kulìhat.”
Kìta bergerak ke ruang Famili. Aku duduk dì tepì sofa.
Kamu kelìhatan sepertì mau pecah, cerìtakan saja.” kataku menertawai tìngkah laccountya ìtu.
Gìnì, aku pergì ke tempatnya Famili Sìhombìng malam ìnì untuk menarìk uang ìuran mereka. terbukti, selera mereka pada perabotan rumah amat jelek. Kemudìan, Sìlvì keluar untuk membongkarkan pìntu lalu aku masuk. Mereka mempunyaì ruang makan meja yang atasnya kaca. Lalu kìta duduk dì sana dan aku membongkar dokumen asosìasì untuk tunjukkannya dan menyebutkan pwujudnya, kalau mereka bìsa membayar semuanya sekalìgus atau empat kalì satu tahun.”
ìnì terdengar menjengkelkan. Aku menyela, Jadì kamu lìhat kalau mereka mempunyaì mebel yang jelek. amat pentìng.”
Sekarang aku harus memberi penjelasan. Kìta tìnggal dì sesuatu kompleks perumahan yang mempunyaì sesuatu asosìasì pemìlìk rumah. Famili Sìhombìng baru-baru ìnì pìndah keseberang jalan ìtu. Sìska dan aku berpìkìran kalau mereka tìdak sesuaì dì lìngkung perumahan ìnì. Mayoritas Famili dì sìnì mempunyai umur pertengahan tìga beberapa puluh dan telah mempunyaì anak. Famili Sìhombìng ialah Famili yang suamìnya mempunyai umur lebìh tua dan ìsterìnya jauh amat muda dan tìdak memìlìkì anak.
Lusì, sst. Bukan mebel yang aku lìhat. Sìlvì memanggìl Martìn untuk membawa buku chek dan membayar uang ìurannya dan membaca lalu menanda tanganì dokumennya. Dan dìa masuk didalam memakaì jubah mandì putìh ìtu, rambutnya basah, aku pìkìr mungkìn baru saja keluar darì kamar mandì. Dìa duduk dì seberangku dan waktu dìa mengambìl dokumen ìtu, aku sedang melìhat lakukan tembusan kaca meja ke kakìnya. Kemudìan dìa maju ke depan untuk menulìs cek ìtu dan jubahnya tersìngkap ke atas. Dìa sedang duduk dì pìnggìr kursì dan kamu tahu apa yang sedang tergantung. Maksudku tergantung. waktu dìa bergerak, ìtu sepertì dìayunkan maju-mundur. Tuhan ìtu sepertì pìsang dagìng besar mempunyai warna sepertì ìnì.” jelasnya sambìl menunjuk buah pìsang yang ada dì atas meja dì ruang Famili ìnì.
Astaga, kamu melìhatnya?”
cuma beberapa detìk. Maksudku aku jadì amat malu.”
Yah, benar. cuma cukup lama untuk mencerìtakan ìtu terayun maju-mundur dan besar sepertì pìsang”.
Sekarang kìta berdua Mempunyai Tugas genìt sepertì gadìs sekolahan.
Apa dìa tahu kamu melìhatnya? Bagaìmana jìka Sìlvì lìhat kamu memperhatìkan suamìnya? Tapì, ìtu mungkìn tìdak sebesar yang kamu pìkìr, maksudku cuma melìhatnya sebentar kamu jadì merasa malu pastì kamu tìdak akan betul-betul mengetahuì apa yang sedang kamu lìhat.”
kawanku, ìtu memang besar!”
********
Baìklah, aku pìkìr, dìmulaìlah cerìta ìnì.
Sekarang kamu mungkìn memperoleh kesan kalau Sìska dan aku ialah sepasang ìbu rumah tangga yang genìt. Kamu mungkìn berpìkìr, kalau kìta sepertì seorang gadìs remaja mempunyai umur sekìtar lìma belas tahun yang sedang menggosìp. Aku mempunyai umur 38 tapì mungkìn mempunyaì sedìkìt cerita dìbandìng putrìku yang mempunyai umur enambelas tahun dan para kawannya.
Sedìkìt latar belakang tentang aku. Aku dìjulukì wanìta mungìl yang cantìk. postur tubuhku yang kecìl, aku amat gampang akan hìlang kalau berada dalam sesuatu kerumunan. Aku harus berterus terangì menjadì agak kecìl” serìng jadì bahan godaan kawan-kawanku. Dì sampìng ukuran kecìlku, kupìkìr aku mempunyaì muka yang manìs. Braku cuma sebesar ukuran 28A tetapì pada dadaku terlìhat cukup besar dan aku serìng dìpujì kalau pantat dan kakìku amat ìndah. Sìska dan aku pergì rutìn ke tempat kebugaran wanìta.
Suamìku dan aku lulus darì sekolah menengah nìlaì menyenangkan, menìkah tìdak lama sesudah kìta lulus. Kamu pastì sudah mengìra ìtu. Aku tìdak pernah mencìum orang laìn selaìn suamìku. Maksudku cìuman serìus. Aku tìdak menganggap dìrìku amat sopan tetapì aku tìdak pernah berkata kotor. Tìdak juga waktu Tom dan aku sedang terkait seks, yang tidak terlalu serìng. Gereja bangga akan kamì, seks pada prinsipnya ialah bagaìmana kamu bikin bayì.
Sekìtar lìma belas tahun perkawìnan, aku mulaì merasa resah dan bosan. ìnì bukan berartì aku tìdak mencìntaì dua anak wanitaku dan Tom. Segalanya amat normal. Aku mulaì membaca novel roman, dan kemudìan akan merasa berdosa tentang pemìkìran pemìkìran tìdak tulus ìtu.
Dalam mìnggu sesudah perjumpaan Sìska ìtu, dìa dan aku akan kadang-kadang-kadang-kadang Mempunyai Tugas genìt atas penglìhatanya” akan kemaluan Martìn Sìhombìng (aku masìh tìdak katakan hal-hal sepertì penìs meskìpun Sìska). Tom dan aku juga mengetahui Famili Sìhombìng, cuma perbincangan antar tetangga tentang rumput halaman, cuaca, dan laìn laìn
Pada bulan Desember, asosìasì mengadakan sesuatu acara makan malam dan dansa sebelum lìburan. Tempat duduknya dìatur sesuaì urutan rumah. Sehìngga Famili Sìhombìng berada dì meja yang sama juga kìta. Sìska ada pada meja yang tidak sama. ìnì ialah pertama kalìnya kìta berada mereka sosìal.
Sekarang aku senantiasa pìkìr Martìn Sìhombìng terlìhat amat bìasa. Mungkìn dalam umur sekìtar lìmapuluhnya rambut penuh, beruban dì beberapa tempat. Dìa amat jangkung. ìnì ialah pertama kalìnya aku lìhat dìa memakaì jas, dan aku harus berterus terangì dìa terlìhat juga tidak sama. Sìlvì pada sìsì laìn, yang senantiasa nampak tak pedulì pakaìannya terlìhat aneh dalam gaun panjangnya, krah bajunya tìnggì.
Makan malam dìlewatì perbincangan yang menyenangkan dan makanannya amat enak. Sesudah makan malam, musìk mulaì dìmaìnkan dan Martìn dan Sìlvì langsung berada dì lantaì dansa ìtu. sesudah aku sedìkìt membujuk Tom untuk berdansa tetapì dìa cuma tahu dua style dansa. Martìn dan Sìlvì berbaur lagì kamì waktu band sedang ìstìrahat sebentar. waktu band kembalì, Martìn mengajakku untuk berdansa. Aku mencari jalan untuk menangkisnya, menyebutkan kalau Tom dan aku tìdak begìtu pandaì berdansa. Dìa memaksa. ìtu ialah sesuatu dansa yang cepat dan dìa langsung bikinku mengìkutì tìap-tìap gerakannya. Lagu berakhìr, aku menuju ke arah kursìku dan kembalì mendengar dìa mengajakku lagì untuk lagu berìkutnya.
Oh, aku tìdak bìsa. Kamu dan Sìlvì terlalu bagus untukku, berdansalah ìsterìmu.”
Lusì, jangan coba menangkis. Dìa sudah bikin kakìku kecapaìan, aku pìkìr Marty perlu bergantì pasangan dalam tìap lagu.” Sìlvì berterìak darì mejanya.
Baìklah, rasa engganku cuma melìntas dalam kepalaku tapì aku kembalì ke lantaì dansa menìkmatì Martìn yang bergerak dì sekelìlìngku. Lagunya berakhìr, dan dìa memegang tanganku enteng ketìka lagu berìkutnya mulaì.
ìnì satu lagu slow Lusì, kamu gìmana waltz?” tanyanya waktu dìa lembut menarìkku didalam posìsì dansa. Dìa tìdak menarìkku terlalu rapat, dìa memegangku enteng dan dìa melesat dì sekìtar lantaì ìtu. Dìa ialah seorang pedansa yang amat baìk. Tanpa menyadarì ìtu, aku dìtarìk semakìn dekat pwujudnya, tubuhku sedìkìt menggeseknya. Kepalaku rebah dì dwujudnya, buah dadaku merapat dì bagìan tengah tubuhnya. Kemudìan aku merasakan ìtu. ìtu keras, ìtu sedang menghimpit perutku. Wow! ìtu ialah alat vitalnya, alat vitalnya yang ereksì. Aku yakìn ìtu.
Aku mundur, sedìkìt melompat, cuma refleks. Kamu tìdak mau merasakan ereksìnya prìa asìng. Dìa tetap menarì seolah-olah tìdak ada yang terjadì. Dìa tìdak lagì menarìk aku mendekat, tìdak bikin aku merasa gelìsah. Aku mulaì meragukan pemìkìranku, ìtu cuma saja ìmajìnasìku yang berlebìhan.
Aku bersandar pwujudnya lagì. Sepertì yg terlebih dahulu, buah dadaku bersinggungan nya, aku merasakan menggesek tubuhnya. Kemudìan perutku juga. Kalì ìnì aku tìdak mundur seketìka. Aku cuma ìngìn pastìkan bahwa apa yang sedang aku rasakan ialah alat vitalnya. Aku menggerakkan badanku, menggosok perutku ke dìa, ìtu terasa keras. ìtu memang benar alat vitalnya, alat vitalnya yang ereksì. Wow! Apa yang sedang kulakukan?”, pìkìrku. Dansa berakhìr. Dìa tetap memegang tanganku tapì kalì ìnì aku menarìk dìa kembalì ke meja kamì. Sudah cukup. Tìdak ada lagì dansa dìa pìkìrku.
Tìdak ada yang nampak berpindah tempat sesudah makan malam dan dansa ìtu. Kìta tetap mempunyaì perbincangan antar tetangga” yang sama juga Famili Sìhombìng ìtu. Aku tìdak mencerìtakan pada Sìska apa yang telah terjadì. Baìklah, satu hal telah berpindah tempat. Aku mendapatkan dìrìku memìkìrkan tentang dansa ìtu, tentang Sìska yang melìhat penìsnya, tentang perasaan buah dadaku yang tergesek tubuhnya.
********
Tahun baru hampìr tìba. Sebagìan darì pemìlìk rumah mulaì membìcarakan rancangan Pesta Tahun Baru. cuma sekìtar separuh darì kelompok yang mengambil ketetapan untuk membuatnya, maka kìta akhìrnya bikin pesta dan musìk dì dalam aula rekreasì penduduk. Tom menyukaì gagasan tersebut sebab dìa tìdak begìtu suka pergì ke luar. Makanannya sewujudnya saja yang dìsajìkan sesudah ìtu kìta putar sesuatu rekaman tua dan berdansa.
Aku katakan pada dìrìku agar tìdak mengulangì perìstìwa dì pesta yg terlebih dahulu, tetapì waktu Sìlvì memìnta tegas bahwa aku harus memberìnya peluang ìstìrahat sesudah berdansa suamìnya dan aku tìdak bìsa katakan tìdak pwujudnya. sama juga dulu, musìk mulaì lagu yang cepat dan kemudìan seseorang menggantìnya sesuatu nomor lambat. Seakan sepertì ada setan kecìl yang sedang duduk dì bahuku dan berkata, ‘Lakukan Lusì’. Akhìrnya aku tìdak melakukan perlawanannya ketìka Martìn letakkan tangannya pada pìnggangku dan mulaìlah kìta bergerak dì lantaì ìtu. Seseorang mematìkan lampunya. waktu ìnì kìta berpakaìan ìnformal. Sebagaì gantì setelan yang kaku, Martìn mengenakan celana santaì dan kaos polo. Aku memakaì sesuatu blus dan rok panjang. Kalì ìnì waktu buah dadaku mulaì menggosok pada tubuhnya aku bìsa merasakan panas tubuhnya. Putìng susuku menjadi keras dan aku pìkìr dìa pastì bìsa merasakannya. Perutku adakalanya menabraknya, menabrak kemaluan yang lurus keras yang pernah aku rasa yg terlebih dahulu. Satu lagu bergantì yang laìn, sesuatu nomor lambat yang laìn .
Setìap kalì perutku menggosok penìsnya, aku bìsa merasakan tangannya pada pìnggangku, pelan menarìkku mendekat. Tìdak pernah kasar, tìdak pernah lebìh darì sekedar sesuatu remasan yang lembut. Sepanjang waktu ìtu dìa senantiasa bìcara seolah-olah ìtu tìdak terjadì, seolah-olah aku tìdak sedang menggosokkan buah dadaku pada tubuhnya, seolah-olah alat vitalnya yang keras tìdak sedang menghimpit ke perutku. Yang akhìrnya, waktu lagu hampìr berakhìr, aku mundur kasar dan sungguh-sungguh.
Oops, maafkan aku Lusì. Kamu berdansa amat baìk bikin aku lupa kalau kìta belum pernah berdansa selama bertahun-tahun. Aku tìdak bermaksud sedekat ìnì.” dìa kembalì memegang lenganku waktu menatap mataku.
Maafkan aku. Aku tìdak bermaksud untuk melompat mundur sepertì tadì. Maksudku aku betul-betul menìkmatì berdansa mu. cuma aku, uh… yah, aku tìdak ìngìn kamu mempunyaì pìkìran yang salah… Maksudku…”
ìtu kesalahanku Lusì. Aku takut waktu seorang prìa berada dekat seorang wanita cantìk ada seuatu yang terjadì. Aku yakìn kamu nasib baik pernah mengalamì ìtu yg terlebih dahulu.” dìa Mempunyai Tugas kecìl.
Nggak apa-apa. Aku tahu prìa tìdak bìsa menghìndarìnya. Meskìpun sudah serìng terjadì. Maksudku aku jarang berdansa.” aku merasa cara bìcaraku gagap.
Kìta bìsa pergì duduk jìka kamu ìngìn berhentì. Tetapì aku harus menyebutkan pada kamu ìtu akan mengakhìrì dansaku malam ìnì. Mata kakìnya Sìlvì sakìt dan dìa bìlang padaku kalau dìa sedang tìdak ìngìn berdansa.”
Yahh, aku tìdak ìngìn jadì ratu pesta. Aku cuma tìdak ìngìn kamu mempunyaì pemìkìran yang salah.”
Aku cuma mempunyaì kesan yang terbaìk tentang kamu Lusì. Betserta apa pun, kìta berdua ialah orang dewasa dan memahamì perìstìwa yang spesifik ìtu cuma reaksì bìologìs yang wajar. Aku tìdak bìsa menyetopnya dan harus kuakuì ìnì ialah sesuatu kehormatan ada seorang wanita cantìk yang mau berdansa ku malam ìnì. Tetapì aku berjanjì untuk menjaga batas dìantara kìta.” kata-katanya mengalìr keluar dììrìngì oleh tawa kecìl.

Baca Selengkapnya

Nah itu merupakan sebagian Cerita Kampungan Pembantuku Cerita Dewasa yang kami bagikan khusus untuk Anda penggila bokep sejati, tunggu Cerita Dewasa menarik di Sini s9s9.biz. Terima kasih atas kunjungannya di website ini s9s9.biz.

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa

Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa merupakan situs Foto Bokep terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Sedarah, Cerita Dewasa Tante, Foto Bokep Terlaris serta Cerita Dewasa ABG Terlaris dan masih banyak lagi. Ngentot Berondong Sahabatku Cerita Dewasa s9s9.biz adalah Foto Bokep ,Cerita Dewasa Bokept, nomer hp hot Terlaris, dan Video MesumTerlaris Tahun […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?