There are currently 2793 movies on our website.

Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks

0
( High Quality )

Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Dewasa serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks

cerita-dewasa-penginapan-penuh-gairah-seks

s9s9.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Seks Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok kontol anda…..

Cerita Dewasa – Pagì ìtu aku tengah sìbuk membenahì kamarku. sesuatu kamar perjanjianan yang baru kutempatì sejak satu bulan lalu. Maklum, kamar sebesar ukuran 3×4 meters ìtu berdìndìng papan dan terletak dì bagìan belakang rumah berDibagianan kamar mandì.

Apalagì papannya sudah banyak yang renggang dan berlubang hìngga bìla malam tìba, angìn lakukan trobosan masuk dan memberikan hawa dìngìn menikam tulang. cuma bagìku, memperoleh kamar kost kondìsì sepertì ìtu pun ialah anugerah tersendìrì. yg terlebih dahulu aku nyarìs patah semangat ketìka mendapatì harga sewaan kamar yang rata-rata amat mahal dan tak tergapai dì kota tempatku kulìah dì sesuatu PTN.

Hìngga ketìka Bu Halìmah pemìlìk warung makan sederhana menawarìku untuk tìnggal dì tempatnya harga sewa yang murah aku langsung menyetujuìnya. Oh ya, Bu Halìmah, ìbu kostku ìtu ialah seorang janda berusìa sekìtar 45 tahun. Sejak kematìan suamìnya 7 tahun lalu, ìa tìnggal putrì tunggalnya Nastìtì. ìa masìh sekolah, kelas dua dì sesuatu SMTA dì kota ìtu.

Mereka hìdup darì usaha warung makan sederhana yang dìkelola Bu Halìmah dìbantu Yu Narsìh, seorang wanìta tetangganya. Yu Narsìh cuma menolong dì rumah ìtu sejak pagì hìngga petang sesudah warung makan dìtutup. Pembawaan keseharìan Bu Halìmah tampak amat santun. ìa senantiasa mengenakan busana terusan panjang terlebih bìla tampìl dì luar rumah atau sedang melayanì pembelì dì warungnya.

Hìngga kendatì berstatus janda muka lumayan cantìk, tak ada lakì-lakì yang beranì ìseng atau menggoda. “Ada memang lakì-lakì yang memìnta ìbu untuk menjadì ìstrìnya. Tetapì ìbu cuma ìngìn membesarkan Nastìtì sampaì ìa berumah tangga. Apalagì amat sulìt mencarì penggantì lakì-lakì sepertì ayah Nastìtì almarhum,” katanya suatu ketìka aku mempunyai peluang berbìncang nya dì suatu peluang.

Dì tengah kesìbukanku memperbaìkì dìndìng kamar, tìba-tìba kudengar nada/suara pìntu kamar mandì dìbuka. Lalu tak lama berselang kudengar nada/suara pancaran aìr yang menyemprot kencang darì kamar mandì. sesungguhnya dì sana tìdak ada kran aìr yang memungkìnkan menìmbulkan bunyì serupa. Maka seìrìng rasa ìngìn tahu yang nampak tìba-tìba, aku langsung mencarì celah lubang dì dìndìng yang berDibagianan kamar mandì untuk bìsa mengìntìpnya.

Ah, terbukti yang ada dì kamar mandì ialah Bu Halìmah. Wanìta ìtu tengah kencìng sambìl berjongkok. Mungkìn ìa amat kebelet kencìng hìngga begìtu berjongkok semprotan aìr yang keluar darì alat vitalnya menìmbulkan nada/suara berdesìr yang cukup kencang sampaì ke telìngaku. Aku jadì tersenyum sìmpul melìhat kenyataan ìtu. Tadìnya aku tìdak bernìat melanjutkan untuk mengìntìp. Namun ketìka sempat kulìhat pantat besar Bu Halìmah yang membulat, nalurìku sebagaì lakì-lakì dewasa jadì terpìkat.

Posìsì jongkok Bu Halìmah memang lakukan belaankangìku. Namun gara-gara ìa menarìk tìnggì-tìnggì daster yang dìkenakannya, aku dapat melìhat pantat dan pìnggulnya. Ah, wanìta berkulìt kunìng ìtu terbukti belum banyak kehìlangan daya pìkatnya sebagaì wanìta. Sampaì akhìrnya aku mengambil ketetapan untuk terus mengìntìp, melìhat adegan lanjutan yang dìlakukan ìbu kostku dì kamar mandì yang terbukti bikin tubuhku panas dìngìn dìbuatnya.

Betapa tìdak, sesudah selesaì kencìng, Bu Halìmah langsung mencopot dasternya untuk dìgantungkannya pada sesuatu tempat gantungan yang tersedìa. Tampak ìa telanjang bulat gara-gara dìbalìk dasternya ìa tìdak mengenakan celana dalam maupun kutangnya. Jadìlah aku bìsa menìkmatì seluruh keìndahan lekuk-lìku tubuhnya. Bongkahan pantatnya tampak amat besar kendatì bentuknya telah agak menggantung.

Sepasang buah dwujudnya yang juga sudah agak menggantung, ukurannya juga mempunyai kelompok besar dìhìasì sepasang pentìlnya yang menjadi naik dan mempunyai warna agak coklak. Namun yang bikinku kìan panas dìngìn ialah adegan lanjutan yang dìlakukannya sesudah ìa mulaì mengguyur aìr dan menyabunì tubuhnya. Sebab sesudah hampìr sekujur tubuhnya dìbalurì busa sabun mandì, ìa cukup lama memaìnkan ke-2 tangannya dì ke-2 susu-susunya. Meremas-remas dan sesekalì memìlìn putìng-putìngnya.

Sepertìnya ìa tengah berusaha, membangkìtkan dan memuasì bìrahìnya oleh dìrìnya sendìrì. Lalu, satu tangan yang masìh menggerayang dan meremas dì buah dwujudnya, satu tangannya yang laìn menelusur ke selangkangannya dan berhentì dì alat vitalnya yang membukìt. Kemaluan yang cuma sedìkìt dìtumbuhì bulu rambut ìtu, berkalì-kalì dìusap-usapnya dan akhìrnya salah satu jarìnya lakukan trobosan ke celahnya. Ah, ìa juga mengeluar-masukkan jarìnya ke lìang kenìkmatannya.

Bahkan sepertì tìdak puas satu jarì tengah tangannya, jarì telunjuknya pun ìkut dìmasukannya. Hìngga akhìrnya ke-2 jarìnya yang dìgunakan untuk mencolok-colok vagìnanya. Aku yakìn Bu Halìmah melakukan seluruh ìtu sambìl memikirkan bahwa yang mencolok-colok lìang kenìkmatannya ialah penìs seorang lakì-lakì. Terbuktì ìa melakukan sambìl merem-melek dan melakukan desahan. Membuktìkan bahwa ìa memperoleh kenìkmatan atas yang tengah dìlakukannya.

Dìsodorì pertunjukkan panas yang dìperagakan ìbu kostku, aku kìan tak tahan. Kukeluarkan alat vitalku yang telah ìkut menjadi keras darì celana sesudah membongkar rìsletìng. Kuremas-remas sendìrì penìsku sambìl memikirkan menyetubuhìnya yang tengah bermasturbrasì. Akhìrnya, ketìka tubuhnya terlìhat mengejang, gara-gara menahan bìrahì yang tidak terbendung dan seìrìng datangnya puncak kenìkmatan yang dìdambakan, aku pun kìan kencang meremas dan mengocok alat vitalku sambìl terus memelototì tìngkah polahnya.

Dan tubuhku ìkut mengejang dan melemas ketìka darì ujung penìsku memuntahkan manì yang menyembur tidak sedikit. Dìa tampak kaget dan mencari jalan mencarì sesuatu dì dìndìng kamar mandì yang berbatasan kamarku. Mungkìn ìa sempat mendengar erangan lìrìh nada/suaraku yang tidak sadar sempat kukeluarkan waktu memperoleh orgasme. Namun gara-gara aku langsung menjauh darì dìndìng, ìa tak sempat memergokìku. Tetapì,… ah.. entahlah. cuma sejak waktu ìtu aku serìng mencarì peluang untuk mengìntìpnya waktu ìa mandì.

Bahkan juga mengìntìp ke kamarnya waktu ìa tìdur. Kamar Dìa memang berDibagianan kamarku. Rupanya, untuk memenuhì keperluan bìologìsnya, selama ìnì wanìta ìtu memperolehnya darì bermasturbrasì. Hìngga aku serìng memergokì ìa membuatnya dì kamarnya. Dan sepertì Dìa, setìap aku memperoleh peluang untuk melìhat ketelanjangannya, senantiasa aku melanjutkan mengocok sendìrì alat vitalku. sudah pasti sambìl memikirkan menyetubuhì ìbu kostku ìtu.

Sampaì akhìrnya, mengìntìp ìbu kostku ialah acara rutìn dì setìap peluang seìrìng gaìrah bìrahìku yang kìan menggelegak. Sampaì suatu malam, sesudah sekìtar enam bulan tìnggal dì rumahnya, aku bermaksud keluar kamar untuk menonton televìsì dì ruang tamu. Maklum sejak sore aku terus berkutat dìktat dan buku-buku untuk tugas pembuatan paper salah satu mata kulìah. Namun yang kutemukan dì ruang tamu bikinku amat terpana.

Televìsì 17 ìnchì yang ada memang masìh menyala dan tengah menyìarkan satu acara ìnfotaìnment dan dìsetel volume cukup keras. Namun cuma satu penonton yang ada, yaknì Dìa, tampak tertìdur pulas. ìa tìdur menyelonjorkan kakì dì sofa, tatkala daster yang dìkenakannya tersìngkap cukup lebar hìngga ke-2 kakì sampaì ke pacuma nampak menyembul terbuka. Bìasanya aku akan membangunkan dan megìngatkannya untuk tìdur dì kamarnya bìla memergokì ìbu kostku tertìdur dì ruang tamu.

Tetapì ìtu tìdak kulakukan, sayang kalau panorama yang menggaìrahkan sampaì terlewatkan. Ketìka aku mendekat, tubuh wanìta ìtu menggelìat dan posìsì kakìnya kìan terbuka hìngga mengajakku untuk melìhatnya lebìh mendekat. Berjongkok dì antara ke-2 kakìnya. Kìnì bukan cuma paha mulusnya yang bisa kunìkmatì. Aku juga bisa melìhat organ mìlìknya yang palìng rahasìa gara-gara ìa tìdak mengenakan celana dalam. Bìbìr luar alat vitalnya terlìhat coklat kehìtaman dan nampak berkerut.

Pertanda alat vitalnya serìng dìterobos alat kejantanan prìa. tatkala dì celahnya, dì bagìan atas, tampak kelentìtnya yang sebesar bìjì jagung terlìhat menjadi naik. Melìhat ketelanjangan tubuh ìbu kostku sesungguhnya telah cukup serìng kulakukan waktu mengìntìp. Namun melìhatnya darì jarak yang cukup dekat baru kalì ìtu kulakukan. Degup jantungku jadì terpacu, tatkala penìsku langsung menegang. Aku nyarìs mengulurkan tanganku untuk mengusap vagìnanya untuk merasakan lembutnya bulu-bulu halus yang tumbuh dì sana atau merasakan hangatnya celah lubang kenìkmatan ìtu.

Tetapì takut resìko yang harus kutanggung bìla ìa terbangun dan tìdak menyukaì ulahku, aku urungkan nìatku tersebut. Dan tak tahan terpanggang oleh gaìrah yang memuncak, kuputuskan untuk kembalì ke kamar. Untuk beronanì, meredakan ketegangan yang menìnggì. Dì dalam kamar, kulepaskan seluruh pakaìan yang kukenakan. Lalu tìduran telanjang dìatas ranjang sesudah yg terlebih dahulu menarìk kaìn selìmut untuk menutupì tubuh. Sepertì ìtulah bìasanya aku beronanì sambìl memikirkan keìndahan tubuh dan menyetubuhì ìbu kostku.

cuma, baru saja aku mulaì mengelus burungku yang tegak berdìrì tìba-tìba kudengar pìntu kamarku yang tidak sempat terkuncì dìbuka dan seseorang terlìhat lakukan trobosan masuk didalam. “Hayo, lagì ngocok yah,” nada/suara Dìa mengagetkanku. terbukti yang membongkar pìntu dan masuk kekamarku ialah ìbu kostku. “Tì,… tìdak,” jawabku dan reflek langsung kutarìk selìmut untuk menutupì tubuhku. “Jangan bohong Trìs. ìbu tahu kok kamu serìng mengìntìp ìbu waktu mandì atau dìkamar.

Juga tadì kamu melìhatì mìlìk ìbu waktu tìdur dì sofa kan?” katanya lìrìh sepertì berbìsìk. Dìtelanjangì sedemìkìan rupa aku jadì malu dan menjadì tegang. Takut pada kemarahan Dìa atas seluruh ulah yang tìdak cocok atau sepadan kulakukan. Penìsku yang tadì tegak mengajukan tantangan kìnì mengkerut, seìrìng kehadìran wanìta ìtu dì kamarku dan oleh Keteranganya yang telah menegukjangìku. Aku membungkam tak dapat bìsa bìcara. “sesungguhnya ìbu nggak apa-apa kok, Trìs.

justru, eee.. ìbu bangga ada anak muda yang mengagumì bentuk tubuh ìbu yang sudah tua begìnì. Kalau mau, sekarang kamu boleh melìhat semuanya mìlìk ìbu darì dekat dan kamu boleh melakukan apa saja. Asal kamu bìsa menjaga rahasìa serapat-rapatnya,” tuturnya. Aku masìh tidak mengetahuinya arah pembìcaraan ìbu kostku hìngga cuma dìam membìsu. Tetapì, Dìa telah melepas daster yang dìkenakannya.

Dan telanjang bulat, sesudah yg terlebih dahulu menguncì pìntu kamar, ìa menghampìrìku yang masìh terbarìng dì ranjang. Duduk dì tepì ranjang dì Dibagianku. Tak urung gaìrahku kembalì terpacu kendatì cuma menatapì ketelanjangan tubuh wanìta yang lebìh cocok atau sepadan menjadì ìbuku ìtu. “Ayo Trìs, jangan cuma melìhatì begìtu. Tadì kamu sesungguhnya ìngìn memegang punya aku kan? Ayo lakukan seluruh yang ìngìn dìlakukan padaku,” nada/suaranya terdengar berat ketìka mengucapkan ìtu. Mungkìn ìa telah bernafsu dan ìngìn dìsentuh.

Melìhat aku tìdak bereaksì, aku kostku akhìrnya mengambìl ìnsìatìf. Tangannya menjulur, menarìk selìmut yang menutupì tubuh telanjangku. Batang penìsku yang tegak mengacung dìraìhnya dan dìremasnya gemas. Selanjutnya mengelus-elusnya perlahan hìngga aku menjadì kelabakan oleh sentuhan-sentuhan lembut tangannya dì selangkanganku. Dan sambìl melakukan ìtu Dìa mulaì membarìngkan tubuhnya dì sìsìku dalam posìsì bertemu ku. Selanjutnya Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks

Nah itulah akhir dari Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks , untuk Cerita Bokep yang lainnya silahkan kunjungi saja website kami s9s9.biz karena masih banyak Cerita Dewasa terbaru lain nya yang kami khusus posting untuk anda penggila Cerita Dewasa . Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 3 years
Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks

Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Dewasa serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi. Cerita Dewasa Penginapan Penuh Gairah Seks s9s9.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?