There are currently 2793 movies on our website.

Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku

0
( High Quality )

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini s9s9.bizakan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku

Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku

Cerita Dewasa – Di salah satu sudut kota Bandung, bērdiri cukup mēgah sēbuah rumah yang sangat bēsar. Di dalamnya tinggal bēbērapa orang yang saling tērikat hubungan kēluarga. Mērēka adalah kakēk dan nēnēk, kita panggil saja mērēka dēmikian, lalu kēluarga Irwan, anak tērtua, dan kēluarga Dētty, anak kētiga, sērta kēluarga Nani, anak bungsu. Kakēk dan nēnēk sēbētulnya mēmpunyai 6 orang anak. Hanya saja karēna tiga anak yang lain kēbētulan mēmpunyai rējēki yang agak mēndingan dari tiga anak yang ikut tinggal sēkarang, mērēka bērtiga bisa mēmpunyai rumah sēndiri yang lokasinya bērjauhan di daērah lain.

Irwan, 45 tahun, sēorang karyawan swasta. Mēmpunyai istri Ida, 40 tahun. Mērēka dikaruniai 2 orang anak, Ricky, 19 tahun, dan Hēsti, 15 tahun. Dētty, 38 tahun, mēmpunyai suami Marwan, 40 tahun, pēgawai swasta. Dikaruniai satu anak, Rika, 17 tahun. Nani, 34 tahun, pēgawai swasta, mēmpunyai suami, Ismu, 36 tahun. Dikarunia satu anak, Budi, 11 tahun. Kēhidupan mērēka bērjalan normal. Hubungan mērēka sēbagai satu kēluarga bēsar bisa dibilang baik. Mēmang sēsēkali tērjadi konflik diantara mērēka, tapi dēngan sēgēra masalah di antara mērēka bisa disēlēsaikan dēngan baik.

Nēnēk dan kakēkpun tidak kēlihatan pilih kasih kēpada mērēka sēmua. Mērēka bisa bērsikap adil, baik dalam hal kasih sayang maupun dalam bēntuk matēri. Ricky sēbagai sēpupu paling bēsar diantara mērēka bisa bērtindak dan bērlaku tēgas dalam mēlindungi adik-adiknya. Bahkan sēmua saudara sēpupunya sēlalu bicara dan minta pēndapat kēpada dia bila ada masalah. Walaupun sikap Rickky kadang sangat cuēk tērhadap lingkungan. Ricky sangat mēnjaga sēmua adik sēpupu pērēmpuannya.

“Ki.. Aku mau minta pēndapat kamu tēntang cowok…” kata Rika.
“Mau nanya apaan?” kata Ricky.
“Kamu kēnal si Junēadi, tidak?” tanya Rika.
“Tēntu saja kēnal. Anak-anak sini aku kēnal sēmua. ēmang ada apa?” tanya Ricky.
“Mm.. Dia kēmarin bilang bahwa dia suka aku. Dia mau aku jadi pacar dia.. Gimana, Ki?” tanya Rika sambil mēnatap mata Ricky.
“Kamu suka dia, tidak?” tanya Ricky lagi.
“Dari fisik sih aku suka, tapi aku takut salah pilih…” kata Rika.
“Gini.. Bukannya aku mēlarang kamu untuk jalan dēngan dia…” kata Ricky sambil mēnghisap rokoknya.
“Hanya saja yang aku tahu, Junaēdi itu salah satu prēman komplēk sēbēlah. Yang lēbih parah lagi, yang aku dēngar katanya dia jadi pēngēdar juga…” lanjut Ricky.
“Aku sih tērsērah kamu saja.. Yang pēnting kamu pikir baik-baik rēsiko dan akibatnya nanti…” kata Ricky lagi.

Rika tērdiam sēpērti bērpikir.. Lalu Rika tērsēnyum kēmudian dēngan tiba-tiba mēncium pipi Ricky.

“Tērima kasih banyak.. Aku bēruntung punya kakak kamu. Bisa kasih pandangan tanpa mēlarang sēsuatu…” kata Rika sambil tērsēnyum manja.
“Karēna aku sayang kamu…” kata Ricky sambil mēncubit pipi Rika.
“Tahu tidak, mama pērnah bilang bahwa kalau bisa aku cari pacar yang kayak kamu…” kata Rika.

Ricky mēngērēnyitkan dahinya.

“ēmang tantē Dētty bilang apa tēntang aku?” tanya Ricky pēnasaran.
“Mama bilang kalau kamu itu cakēp, pintar, pērhatian pada saudara, dan sangat mēlindungi adik sēmua.. Jangan gēēr kamu…” kata Rika sambil tērsēnyum.

Rickypun tērsēnyum.. Itulah salah satu bukti bētapa sayangnya Ricky pada sēmua adiknya. Dan masih banyak lagi pērhatian dan pērlindungan Ricky tērhadap kēluarga. Kēluarga bēsar itu sangat mēmuji dan mēmbanggakan Ricky. Suatu hari kēluarga bēsar itu sēdang bērkumpul mēmbicarakan suatu masalah pēnting.

“Masalah ini harus sēgēra disēlēsaikan..!” kata kakēk.
“Tapi siapa yang harus pērgi? Kita sēmua sibuk dēngan kērjaan…” kata Irwan.
“Apa harus Bapak yang pērgi sēndiri? Kalian kan hanya tinggal datang kē instansi tērsēbut untuk mēnyērahkan dokumēn ini!” kata kakēk sambil mēmbanting map bērisi dokumēn kē atas mēja.
“Biar saya saja yang pērgi.. Bapak sudah tērlalu tua untuk pērgi jauh…” kata Nani.
“Kamu kan kērja, Nan…” kata Irwan.
“Kalau bēgitu biar saya yang pērgi. Bapak buatkan saja surat kuasa untuk saya…” kata Dētty mēnēngahi.

Kakēk tērdiam sambil mēmandangi putri kētiganya itu.

“Ya baiklah kalau bēgitu. Kamu yang pērgi bēsok.. Akan Bapak buatkan surat kuasanya sēgēra…” kata kakēk.
“Tapi saya minta ada yang mēngantar saya kē Garut bēsok. Saya tidak mau naik angkutan karēna sangat makan waktu…” kata Dētty.
“Ya sudah, bēsok Ricky harus mēngantar tantēmu kē Garut ya, Rik?!” kata Irwan sambil mēnatap anaknya yang paling bēsar itu.
“Iya, Pa…” kata Ricky pēndēk.
“Kamu pakai saja motor Papa,” kata Irwan.
“Iya, Pa.. Jangan lupa STNK-nya ya, Pa,” kata Ricky.

ēsok paginya, Ricky dan Dētty sudah siap-siap bērangkat kē Garut untuk mēnyēlēsaikan masalah kēluarga mērēka tērsēbut. Singkat cērita, mērēka sudah sampai di kota Garut. Dēngan sēgēra Dētty mēnguruskan masalah yang dihadapi dēngan suatu instansi. Mēnjēlang tēngah hari, Dētty tērlihat kēluar dari kantor instansi yang dimaksud dēngan muka cērah.

“Ayo kita pulang, Ki…” ajak Dētty kēpada Ricky yang mēnunggu di looby kantor.

Lalu dēngan mēnggandēng tangan kēponakannya itu, Dētty dēngan gēmbira mēlangkah mēnuju tēmpat parkir.

“ēh, kita kita makan siang dulu, Rik.. Tantē lapar nih,” kata Dētty.
“Sama.. Ricky juga lapar nih. Makan dimana, tantē?” kata Ricky.
“Dimana ēnaknya, ya..??” kata Dētty sambil mēnatap Ricky.
“Ah, bēgini saja… sēkalian capēk, sēkalian satu arah jalan pulang kē Bandung, kita kē Cipanas saja, Ki…” kata Dētty.
“Mēmangnya tantē mau mandi air panas?” kata Ricky sambil mēnghidupkan motornya.
“Tidak… tapi kan tēmpat makan disana lumayan bagus.. Bisa sambil istirahat,” kata Dētty sambil naik kē atas motor.

Mērēkapun sēgēra pērgi mēninggalkan tēmpat itu mēnuju Cipanas Garut. Sēsampai di Cipanas, mērēka sēgēra mēmēsan makanan.

“Mm.. Lumayan ēnak, ya…” kata Dētty sambil tērus mēngunyah makanannya.
“Iya tantē…” kata Ricky.
“Juga saya suka tēmpat makan ini karēna di dēpan kita ada kolam rēnangnya…” kata Ricky.
“Yēē.. Nakal juga ya mata kamu liatin paha pērēmpuan…” kata Dētty sambil tērsēnyum. Ricky tērtawa lēbar.
“Ya lumayanlah.. Isēng-isēng bērhadiah…” kata Ricky. Kini Dētty yang tērtawa lēbar.
“Mēmangnya kamu lihat wanita yang bērēnang, suka lihat apa?” tanya Dētty.

Ricky tērsēnyum, tak mēnjawab pērtanyaan Dētty.

“Jawab dong…” kata Dētty sambil kakinya mēnēndang pēlan kaki Ricky.
“Ya lihat yang sērba tērbuka dong, tantē…” kata Ricky cuēk.
“Dasar nakal!” kata Dētty sambil kēmbali mēnēndang pēlan kaki Ricky. Ricky tērsēnyum..
“Wanita dēngan body sēpērti apa yang kamu suka, Ki?” tanya Dētty.

Ricky tak mēnjawab, hanya mēnatap mata Dētty sambil tētap mēngunyah makanannya.

“Tidak usah malu dēngan tantē dēh, Ki.. Bicara bēbas saja dēngan tantē,” katē Dētty.
“Saya suka wanita dēngan tubuh bagus sēpērti wanita itu tuh…” kata Ricky sambil mēnunjuk sēorang wanita muda yang sēdang bērēnang. Tubuhnya mēmang bagus dan mulus.
“Bagus amat sēlēra kamu,” kata Dētty sambil tērsēnyum.
“Kalau dēngan wanita yang sudah bērumur, bagaimana?” kata Dētty sambil mēnatap Ricky.
“Mm.. Saya tidak tahu,” kata Ricky sambil tētap mēngunyah makanannya.
“Saya bēlum pērnah mēlihat tubuh wanita yang sudah bērumur…” kata Ricky lagi cuēk. Dētty diam.
“Kalau mēnurut kamu, tantē masih mēnarik tidak?” kata Dētty sērius.

Ricky diam sambil mēnatap Dētty.

“Ayolah jawab jujur, Ki.. Biar tantē tahu kēkurangan tantē apa…” kata Dētty lagi.

Ricky tētap diam sambil mēnatap mata Dētty.
“Tantē sangat cantik.. Tubuh tantē dari luar lumayan bagus…” kata Ricky sērius. Dētty tērdiam.
“Maksud kamu dēngan lumayan bagus apa?” tanya Dētty lagi.
“Saya suka cara bērpakaian tantē. Modis. Itu sangat mēnarik,” kata Ricky. Dētty tērsēnyum.
“Kalau body tantē?” tanya Dētty lagi.
“Saya tidak tahu karēna bēlum pērnah lihat tubuh tantē…” kata Ricky cuēk.

Dētty tērdiam sambil lama mēnatap kēponakannya itu..

“Kalau kamu sidah lihat body tantē, kamu mau kan mēbērikan pēnilaian kamu dēngan jujur?” tanya Dētty.
“Ah, tantē jangan bērcanda.. Tidak mungkinlah…” kata Ricky sambil mēnghabiskan sisa makanannya di piring lalu minum. Dētty tērsēnyum.
“Kita bērēndam air panas, yuk.. Sēkalian mēngistirahatkan badan..?” kata Dētty mēngagētkan pērasaan Ricky.
“Ha! Tidak salah dēngar nih? Masa sih kita bērēndam bērsama? Malu dong…” kata Ricky sambil mēnatap Dētty.
“Tidak usah malu dong, Ki.. Kita kan masih saudara. Lagian biar kamu bisa lihat body tantē…” kata Dētty ringan.
“Kamu nanti harus bēritahu tantē pēndapat kamu tēntang body tantē…” kata Dētty.
“Mēmangnya kita mau ngapain di dalam sana? Kan cuma bērēndam saja.. Yuk, ah…” kata Dētty sambil bangkit lalu mēnarik tangan Ricky. Ricky sērba salah. Tapi akhirnya Ricky mēnuruti kēmauan Dētty.

Sēsampai di dalam ruangan bērēndam air panas, Dētty tanpa ragu sēgēra mēlēpas sēluruh pakaiannya sampai tēlanjang. Sēmēntara Ricky hampir tak bērkēdip mēnatap tubuh tēlanjang Dētty yang masih bagus walau sudah agak bērumur.

“Ayo, Ki.. Buka pakaian kamu! Kita bērēndam bērsama…” kata Dētty.

Rickypun dēngan malu-malu sēgēra mēlēpas pakaiannya.. Apalagi kētika tinggal cēlana dalam yang harus dibukanya. Ricky tampak malu.

“Yēē.. Cēpatlah buka dan masuk sini! Apakah harus tantē yang bukain cēlana dalam kamu?” kata Dētty sambil tērsēnyum.
“Sēbēntar dong…” kata Ricky sambil mēlēpas cēlana dalamnya.

Ricky mēnutupi kontolnya yang masih sēdikit ditumbuhi bulu dēngan tangan, lalu masuk kē tēmpat bērēndam.

“Tidak usah malu bēgitu, Ki.. Biasa sajalah…” kata Dētty sambil tērsēnyum.
“Iya tantē…” kata Ricky sambil mēlēpas tangannya yang mēnutupi kontol, lalu dia bērsandar kē tēpi kolam.
“Nah bagaimana body tantē mēnurut kamu?” tanya Dētty.
“Tubuh tantē bagus…” kata Ricky pēndēk.
“Bagus kēnapa?” tanya Dētty lagi.
“Tubuh tantē putih mulus.. Buah dada cukup bēsar.. Ramping…” kata Ricky sambil matanya turun mēlihat mēmēk Dētty yang ditumbuhi bulu yang tidak tērlalu banyak.

Dētty diam saja sambil mēnatap Ricky. Dibiarkannya mata kēponakannya mēnjēlajahi sēluruh tubuh tēlanjangnya.

“Lalu apa lagi?” tanya Dētty. Ricky tak mēnjawab.
“Saya mēnyukai tubuh tantē.. Sēxy..” kata Ricky. Dētty tērsēnyum lēbar.
“Kamu pērnah mēmēgang tubuh wanita?” tanya Dētty.
“Bēlum.. Bēlum pērnah…” kata Ricky sambil mēnatap Dētty.

Dētty kēmbali tērsēnyum sambil mēnghampiri Ricky. Hati Ricky jadi bērdēbar kēras.. Tangan Dētty lalu mēraih tangan Ricky. Dibimbingnya tangan Ricky untuk mēnjamah buah dadanya.

“Ayo pēganglah…” kata Dētty.

Ricky dēngan agak ragu mēmēgang buah dada Dētty. Diēlusnya gundukan daging putih di dada Dētty, lama-lama dirēmasnya buah dada Dētty dēngan pēlan. Tēlunjuk Ricky mulai mēmainkan puting susu Dētty. Dētty tērsēnyum sambil mērasakan dēsiran nikmat yang tērasa di buah dadanya. Tak kuat mēnahan rasa yang ada, Dētty lalu mēncium bibir Ricky dēngan hangat. Tangan Dētty sēgēra turun kē badan Ricky dan langsung mēmēgang dan mērēmas kontol Ricky. Ricky sēpērti mērasakan ada aliran sētrum pada tubuhnya..

Tubuhnya bērgētar sambil mērasakan nikmatnya di rēmas kontol. Tanpa ragu lagi dibalasnya ciuman Dētty dēngan hangat pula. Tanga Ricky yang satu lagi mulai bērani mēnyusuri tubuh Dētty. Kētika mēncapai pantat Dētty, tangannya sēgēra mērēmas pantat Dētty yang bulat padat.. Kēmudian sēgēra tangannya bērpindah kē dēpan.. Mēmēk Dētty diusap dan diēlus. Jarinya sēgēra mēnyusuri bēlahan mēmēk Dētty..

“Mmhh…” dēsah Dētty sambil tērus mēmagut bibir Ricky. Tak lama..
“Naik kē atas, Ki…” kata Dētty.
“Duduk di pinggir kolam sini…” kata Dētty lagi.

Ricky mēnurut. Sēgēra dia naik kē pinggiran kolan, lalu duduk di pinggirannya. Dētty langsung mēmēgang kontol Ricky, lalu dikocoknya pērlahan. Mata Ricky tērpējam mēnahan nikmat. Tak lama mulut Dētty sēgēra mēlahap dan mēngulum kontol Ricky sambil tērus dikocok.

“Ohh.. Tantēē.. Mmhh,” dēsah Ricky sambil mēmēgang kēpala Dētty.

Pinggul Rickky bērgērak mēngikuti hisapan dan jilatan Dētty pada kontolnya. Sētēlah hampir bēbērapa bēlas mēnit Ricky dibēri kēnikmatan olēh mulut Dētty.

Dētty lalu bērkata,” Gantian, Ki.. Jilatin tantē, ya..”

Ricky mēngangguk dēngan nafsu yang sēmakin bēsar. Dētty sēgēra kēluar dari kolam lalu duduk di pinggi kolam. Kakinya dibuka lēbar. Ricky lalu turun kē kolam, kēmudian tak lama lidahnya sudah bērmain di bēlahan mēmēk Dētty.

“Ohh.. Oohh.. Aahh…” dēsah Dētty mēnahan nikmat. Pinggulnya sēdikit bērgoyang.
“Tēruss, Kii…” dēsahnya lagi sambil matanya tērpējam.
“Jilati ininya, Ki…” katqa Dētty sambil jarinya mēngusap kēlēntitnya. Lidah Ricky sēgēra mēnjilati bagian itu.
“Ohh…” dēsah Dētty agak kēras.

Sētēlah bēbērapa mēnit..

“Ki, naik sini…” kata Dētty sambil mēnēlēntangkan tubuhnya di lantai.

Kakinya mēngangkang lēbar. Ricky lalu kēluar dari kolam., Kontolnya sudah sangat tēgak dan kēras.

“Cēpat masukin sini, Ki.. Sētubuhi tantē…” kata Dētty.

Ricky tanpa banyak cērita langsung mēngangkangi tubuh Dētty. Diarahkan kontolnya kē bēlahan mēmēk Dētty. Tangan Dētty sēgēra mēmēgang dan mēnuntun kontol Ricky kē arah lubang mēmēknya.

“Tēkan dan masukkan pēlan-pēlan, Ki…” bisik Dētty.

Rickypun sēgēra mēlakukan apa yang diminta Dētty. Tak lama, blēss.. Ricky mērasakan suatu sēnsasi kēnikmatan yang sangat luar biasa kētika kontolnya masuk kē mēmēk Dētty.

“Ohh…” dēsah Ricky.

Lalu dipompanya kontol kēluar dan kē dalam mēmēk Dētty.

“Ohh.. Ohh…” kēduanya mēndēsah bērsamaan.
“ēnak, Ki..?” bisik Dētty.
“ēnak sēkali tantē…” bisik Ricky sambil mēngēcup bibir Dētty.

Sētēlah bēbērapa lama..

“Lutut saya sakit, tantē…” kata Ricky sambil mēnghēntikan gērakannya, sēmēntara kontolnya masih mēnancap di dalam mēmēk Dētty.
“Kēna lantai, ya?” kata Dētty. Ricky mēngangguk.
“Kita sambil bērdiri saya, Ki…” kata Dētty.

Ricky sēgēra mēncabut kontolnya lalu bērdiri. Dētty juga sēgēra bangkit lalu bērsēndēr kē dinding ruangan.

“Masukan kontol kamu, Ki…” kata Dētty sambil mēngangkat salah satu kakinya agar kontol Ricky mudah masuk.

Rickypun sēgēra mēmasukkan kontolnya. Sētēlah kontol Ricky masuk mēmēknya, Dētty mēnurunkan kakinya lalau bērdiri dēngan agak bērjinjit mēngimbangi tinggi tubuh Ricky. Ricky langsung mēngēluarmasukkan kontolnya kē mēmēk Dētty.

“Ohh.. ēnak sēkali, Kii…” dēsah Dētty. Dētty mēnggērakan pinggulnya mēngimbangi gērakan kontol Ricky. Dēngan saling bērpēlukan mērēka tērus bērsētubuh, sampai akhirnya tubuh Ricky mēngējang, gērakannya makin cēpat.. Sētēlah itu kontol Ricky didēsakan kē mēmēk Dētty sēmakin dalam. Lalu.. Crott! Croott! Croott! Air mani Ricky tumpah di dalam mēmēk Dētty. Tubuh Ricky bērgētar kēras mēnahan nikmat.

“Ohh.. Tantēē.. Nikmaatt…” dēsah Ricky sambil mēmēluk Dētty ērat, sēmēntara kontolnya masih mēnancap di mēmēk Dētty.

Sētēlah kēmbali bērēndam untuk mēmbērsihkan diri, lalu bērpakaian, mērēka sēgēra pulang kē Bandung. Di sēpanjang jalan pulang, Dētty dēngan ērat mēmēluk tubuh Ricky sambil sēsēkali tangannya mēmēgang dan mērēmas kontol Ricky.

“Kamu hēbat, Ki…” kata Dētty.
“Kapan kita bisa bēgituan lagi, tantē?” tanya Ricky.
“Kapan saja…” kata Dētty sambil tērsēnyum lalu mēmēluk tubuh Ricky ērat di atas motor.

Bēgitulah, ēntah sudah bērapa puluh kali Dētty tēlah bērsētubuh dēngan Ricky. Baik di rumah, di motēl, dimanapun tiap ada kēsēmpatan. Sampai suatu saat.. Sēbētulnya pihak kēluarga sudah sēring mēndēngar kabar dari orang kalau Dētty sangat akrab dēngan Ricky, bahkan tērlalu akrab. Bahkan ada yang bilang banyak yang mēlihat mērēka kēluar dari motēl. Tapi kēluarga tētap diam karēna tidak ada bukti. Pērnah mērēka bērdua ditanya olēh kēluarga mēngēnai bērita yang kēluarga dēngar dari orang, tapi mērēka bērdua dēngan kēras mēmbantah..

Dalam suatu kēsēmpatan, di suatu motēl di pusat kota Bandung, Dētty dan Ricky sēdang asyik mēmacu birahi.. Saling cium, saling jilat, saling raba, saling rēmas, saling hisap.. Kontol Ricky kēluar masuk mēmēk Dētty mēmbērikan sēnsasi kēnikmatan buat kēduanya. Dēsahan dan jēritan kēcil tanda kēnikamatan kērap kēluar dari mulut kēdua orang yang masih tērikat saudara itu.

Tiba-tiba ditēngah kēnikmatan yang sēdang mērēka rasakan tērdēngar suara pintu motēl dikētuk. Lama-lama tērdēngar makin kēras.. Lalu mērēka bērdua bērpakaian. Kētika pintu dibuka.. Irwan, Marwan, dan Ismu bērdiri di dēpan pintu dēngan wajah sangat buas. Tanpa banyak bicara Ricky langsung dipukuli olēh Irwan sampai babak bēlur tanpa ampun. Dēmikian juga dēngan Dētty, Marwan mēnyiksanya dēngan pēnuh amarah. Tēriakan minta ampun kēduanya sudah tidak dihiraukan lagi.. Sampai akhirnya.. Marwan mēncēraikan Dētty. Sēdangkan Ricky sējak kējadian itu mēninggalkan rumah sampai sēkarang..

*****

Untuk kakakku yang tēlah pērgi, mudah-mudahan mēmbaca cērita saya ini, pulanglah.. Kami tēlah mēmaafkan kamu..

ē N D

Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga s9s9.bizjuga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 2 years
Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini s9s9.bizakan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku Cerita Dewasa Kejelekan Keluargaku Cerita Dewasa – Di salah satu sudut kota Bandung, bērdiri cukup mēgah sēbuah rumah yang sangat bēsar. Di […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?