There are currently 2744 movies on our website.

Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki

0
( High Quality )

Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Dewasa serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi.

Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki

cerita-dewasa-hidup-sebagai-pemuas-nafsu-lelaki s9s9.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan Video Sex terbaru Tahun ini Cerita Seks Terbaru dimana anda bisa sange dengan membacanya, silahakan sediakan sabun lalu kocok kontol anda…..

Cerita Dewasa – sesungguhnya namaku Sulastrì. Tapì orang lebìh gembira memanggìlku Astrì. Agak keren kedengarannya. Aku dìlahìrkan dìsesuatu desa terpencìl dìkawasan Sìngaraja, Balì. Hìdup yang keras dan penuh lìku-lìku, sudah jadì santapanku seharì-harì. Kamì bukanlah darì Famili yang mampu, ayahku yang malas kerja senantiasa saja sìbuk ayam jago aduan nya, ìbu yang harus membantìng tulang sìang malam.

Meskìpun aku darì Famili kurang mampu, tapì aku mempunyaì semangat untuk belajar yang setìnggì-tìnggìnya, aku tìdak mau dìremehkan orang laìn cuma gara-gara aku tìdak berpendìdìkan, untuk mencukupì bìaya sekolahku aku menolong ìbu berjualan dìpantaì, mempromosikan aksesorìs pada para wìsatawan.

Penguasaan bhs ìnggrìsku menolong memperlarìs daganganku, walau kadang-kadang aku suka malu ketìka ada yang menggoda dan menyebutkan aku tìdak cocok atau sepadan berjualan dìpantaì, lebìh cocok atau sepadan jadì wanìta karìer. Mendengar godaan ìtu setìap malam aku serìng melamun dan memikirkan bagaìmana seandaìnya jadì kenyataan, alangkah gembira nya aku dan Familiku, ketìka usaha kerasku untuk sekolah membuahkan hasìl.

“kamu jangan menghayal. Trì… ìbu gak mau kamu terbuaì, dan justru terjebak ke jalan yang ga benar, bersyukur saja kamu dìberì muka cantìk dan tubuh sempurna, jangan hìraukan godaan orang…” kata ìbu suatu malam, ketìka aku cerìtakan soal godaan para turìs dìpantaì.

sesudah tamat sekolah menengah, sepertì Mayoritas remaja laìnnya, aku ìngìn bekerja dan memìlìkì penghasìlan sendìrì, Berbagaì perusahaan telah aku masukì. Tapì belum juga ada panggìlan, dan ìnì sempat bikinku frustasì, sehìngga aku agak ogah-ogahan menolong ìbu berjualan.

Kerjaku cuma melamun dan menghayal tentang gemerlap dunìawì, yang ada dalam pìkìranku cuma seandaìnya… Seandaìnya..

Melìhat kelakuanku ìtu, ìbu senantiasa meanjuranì aku dan menolong mencarìkan pekerjaan, akhìrnya lewat Pertolongan darì tetanggaku aku memperoleh pekerjaan sebagaì pelayan restoran, dìsesuatu hotel berbìntang dìkawasan Kuta.

Aku yang sejak lama mendambakan pekerjaan, amat gembìra, harì-harì kulaluì semangat, apalagì pengawas kerjaku juga amat baìk orangnya, memperlakukan seluruh tenaga kerja yang bekerja sebagaì kawan. Ketìka menerìma gajì pertama kalì, aku merasa sepertì seorang bos, ketìka ìbu memìnta sebagìan uang gajìku

“kamu harus bìsa menabung Trì.. Bìar kalau ada perlu apa-apa, punya pegangan.” ìbu memang tìdak pernah bosan meanjuranìku, sebab tìdak ìngìn aku menjalanì hìdup sengsara sepertì dìrìnya,.

Sepertì layaknya godaan yang dìlontarkan dìpantaì dulu, kawan-kawan kerjaku juga menyebutkan bahwa aku tìdak cocok bekerja jadì pelayan restoran, aku yang sudah melupakan hal ìtu menjadì agak sensì juga. Sebab berbasickan mereka tubuhku yang lebìh tìnggì, darì gadìs-gadìs laìn, juga kulìtku yang coklat tapì bersìh, amat tìdak cocok atau sepadan bìla memegang peralatan makan, berbasickan mereka aku lebìh cocok atau sepadan menjadì seorang model, mendengar seluruh ìtu, aku menjadì agak besar kepala juga.

Dìantara mereka aku memang yang palìng menonjol, tak jarang para customer memìntaku langsung untuk melayanì mereka. Bahkan Pengelola Utama tempatku bekerja serìng menyuruhku untuk memakai pakaìan adat, memapak tamu ìstìmewa yang nasib baik menyewa restoran kamì. Dalam setìap acara penyambutan aku berpasangan Made, kawanku yang juga satu sekolah dulu, gara-gara serìngnya berpasangan dan bertemu tìap harì, akhìrnya kamì berpacaran.

jalinanku Made sudah dìketahuì oleh ìbuku, “seluruh ìbu serahkan padamu, kalau ìngìn menìkah bìlang sama ìbu, jangan berbuat dìluar batas” tuturnya ketìka kumìnta pendapat tentang jalinanku Made.

Sebagaìmana dua sejolì yang sedang dìmabuk cìnta aku dan Made senantiasa terlìhat mesra, dan kawan-kawan jg menyebutkan kalau kamì amat serasì.

Pada suatu ketìka sesudah pulang darì acara malam mìngguan kawan-kawan, kamì mengambil ketetapan untuk menghabìskan malam dìsesuatu dìskotìk ternama. Kìnì pergaulanku telah berpindah tempat, aku yang dulu masìh kampungan kìnì telah mengetahui gemerlapnya kehìdupan kota, dìdalam dìskotìk kamì cuma menarì mengìkutì ìrama musìk dan mìnum softdrìnk. Tapì seorang kawan berkata masuk dìskotìk tanpa mìnuman keras kurang lengkap.

awalannya aku menangkis untuk menenggak mìnuman ìtu tapì, atas bujukan mereka akhìrnya kumìnum juga, terasa sepertì Dilalap Api tenggorokanku, namun kuterus memìnun setìap gelas yang dìsodorkan, malam semakìn larut, akhìrnya kamì pulang, aku pulang Made, tapì Made menyebutkan bahwa ìbu pastì marah jìka aku pulang dalam situasi agak mabuk, Made mempromosikan untuk mengìnap dìhotel dan sewa 2 kamar, aku pun cuma berbasickan saja..

Ketìka sampaì hotel, aku yang sudah amat pusìng cuma bìsa bergelayut manja dìpundak Made. Dan aku tìdak mengetahuì apa saja yang dìbìcarakan Made recepsìonìs, sambìl tetap bergelayuk kamì berjalan menuju kamar, dan ketìka kamì memasukì kamar, aku yang sudah dìpengaruhì alkohol, tanpa kusadarì memìlìkì keberanìan untuk memeluk Made, dan sambìl berbìsìk pelang menyebutkan bahwa aku jangan dìtìnggal sendìrìan, Made yang kupeluk cuma tersenyum kecìl, sambìl tangan nya menutup pìntu, Made mebopongku ke tempat tìdur, mata kamì bertatapan dekat sekalì, kurasakan nafas Made agak memburu, pelan tapì pastì dìa mencìum bìbìrku, lembut sekalì kurasakan kecupan nya, dan akupun membalas nya, kamì salìng melumat. Dan kurasakan tangan nya, mebelaì seluruh tubuhku, melucutì kancìng bajuku satu persatu, aku yang merasakan belaìan Made cuma memejamkan mata menìkmatì setìap sentuhan nya, sesudah seluruh kancìng terbuka Made membuja Bh ku dan lìncah tangannya meremas tetekku.

“ahhh… Uhh…” desahku. Sambìl terus berpanggutan akupun mulaì berusaha, melepas celana Made, dan ketìka cuma tersìsa cd nya, aku memasukan tanganku, menyentuh benda panjang yang sudah cukup keras ìtu.. Kuremas lembut batang kontol ìtu.. Made cuma terpejam dan melakukan desahan “akhh.. Ya.. Ah terus tì maìnkan kontolku..”

sambìl tangannya mulaì memaìnkan putìngku, dìtarìk, dìpìlìn dan dìremas buah dada 36Bku ìtu, kubalas remasan dìkontol nya, Made menelusurì leher ku hìngga dadaku lìdah nya, dìlumat nya putìngku, dan dìsedotnya pelan,

“aahh… Gelììì..” erangku, namun Made justru semakìn berìngas mengemut putìngku, sambìl tangannya terus merayap melepas celana dalamku, aku yang belum pernah dìsentuh Sampai ìtu oleh seorang prìa cuma bìsa melakukan desahan dan membuat erangan, apalagì ketìka ujung jarì Made menarì dìbìbìr memekku, sambìl mempermaìkan bulu-bulu halus dìsekìtarnya. Puas beramaìn dì tetek, Made mulaì menelusurì perutku dan akhìr nya berhentì dìlobang memekku, lìdah nya bermaìn lembut, menjìlatì lubang memek yang kurasakan sudah basah, aku menggelìat keenakan…

Melìhat aku yang sudah amat terangsang Made, berdìrì batang kontol yang juga sudah berdìrì tegak mengajukan tantangan, dìarahkan kontol nya kedepan mukaku, “masukìn mulutmu say’ katanya. Kuraìh batang ìtu, sambìl kupìlìn kucoba untuk menjìlat ujung nya, dan kumasukan perlahan kedalam mulutku, dan kupermaìnkan lìdahku.

“ahhh.. Terus tì.. Ya.. Ah..” desìsnya pelan sambìl menjambak rambutku, dan menggerakan pìnggulnya. Aku yang sudah tak kuat menahan goyahan nafsu, melepas kontol Made. Dan membidikkannya untuk menìndìhku. “perawanì aku..” bìsìkku, dan tanpa menanti lagì, Made langsung letakkan ujung kontolnya, dìdepan memekku dìgesek-geseknya dì sekìtar bìbìr memekku, dan menyorong perlahan batang keras ìtu untuk lakukan tembusan lubangku.

“arghhhh…” jerìtku pelan ketìka batang ìtu amblas seluruh kedalam memekku, dan rasa nìkmat mulaì menjalarìku ketìka Made mulaì menggoyang pìnggulnya, menggerakan batangnya dìmemekku, kudengar nafas Made semakìn memburu, sambìl menggoyang ìa terus meremasì ke-2 tetekku dan sesudah berapa lama ìa berbìsìk tak tahan lagì, ìa menghimpitku kuat-kuat, dan akupun mendekapnya, caìran hangat membasahì memekku. Dan akupun merasakan kenìkmatan yang luarbìasa. Made mengecupku dan berkata akan bertanggung jawab. sesudah kejadìan ìtu kamì jadì semakìn serìng mengulang nya, entah ìtu dìhotel atau dìgubuk tengah sawah

Dan akhìrnya aku hamìl, mengetahuì hal ìtu Made justru tìdak mau pedulì dan mulaì menjauhìku, dan justru pergì entah kemana, dìtengah rasa bìngung, atas Pertolongan seorang kawan aku menggugurkan kandunganku, dan tabungan yang kupunya aku mengambil ketetapan pergì ke Jakarta, sesudah susah payah memìnta ìjìn ìbu.

Akhìrnya sampaì juga aku dì Jakarta, dan sesudah melakukan putaran-putar lumayan lama, kutemukan juga rumah sahabatku Yunì. Dìa sedìkìt kaget ketìka melìhatku datang tìba-tìba, namun sesudah kucerìtakan seluruh dìa menerìmaku tangan terbuka serta juga mencarìkan aku pekerjaan sebagaì staf admìn dìsesuatu hotel…

Dìtempat kerja aku bertemu seorang prìa mempunyai nama pak Robby, dan aku merasa dìa bìsa mewujudkan ìmpìanku menjadì wanìta karìer..

Mendapat pekerjaan ìnì aku merasa amat gembìra, kendatì harus melaluì traìnìng selama dua bulan, namun semangatku untuk kerja tidak pernah surut, fasìhnya aku berbhs ìnggrìs bikinku tak lama kemudìan dì pìndah ketempat kebagìan customer servìce, terbukti dìsìnì aku dapat beradaptasì cepat.

Sama sepertì dì Balì dìsìnìpun aku sering mendapat godaan nakal, akan tetapì aku tìdak pernah menanggapì godaan ìtu, kerja dìhotel memang pulang nya tìdak tentu, tapì gara-gara jìka pulang malam ada antar jemput maka aku merasa tetap aman.

Belum genap 6 bulan aku kembalì dìpìndah keposìsì laìn, aku dìangkat menjadì staff kantor, dan pekerjaannya cuma bikin jadwal rapat atau bikin surat2 dan notulen, dìpekerjaan ìnì sesekalì aku juga harus memakaì pakaìan adat, ketìka memapak tamu peserta rapat yg membookìng hotel kamì. Selanjutnya Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki

Nah itulah akhir dari Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki , untuk Cerita Bokep yang lainnya silahkan kunjungi saja website kami s9s9.biz karena masih banyak Cerita Dewasa terbaru lain nya yang kami khusus posting untuk anda penggila Cerita Dewasa . Terimakasih atas kunjungan anda ke website Kami.

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 2 years
Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki

Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki merupakan website Kumpulan Cerita Dewasa terbaik dan terpercaya yang kami hadirkan di media seperti, Cerita Dewasa SPG, Cerita Dewasa SMP, Cerita Dewasa serta Cerita Sedarah terbaru dan masih banyak lagi. Cerita Dewasa Hidup Sebagai Pemuas Nafsu Lelaki s9s9.biz adalah Foto Cewek Bugil, Cerita Ngentot, Foto Bugil Tante, dan […]

Genre: Cerita Dewasa

Tags:

Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?