There are currently 2793 movies on our website.

Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan

0
( High Quality )

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini s9s9.bizakan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan

Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan

cerita-dewasa-apotik-penuh-kenangancerita-dewasa-apotik-penuh-kenanganCerita Dewasa – Sudah lēbih dari 4 jam Tēdi 2 rēkannya mēnanti didēpan pintu kamar UGD (Unit Gawat Darurat) sēsuatu rumah sakit di kota mētropolitan. Rudi kawan mērēka pacarnya mēngalami Tabrakan mobil yang lumayan parah tadi pagi sēhingga harus dirawat intēnsif di ruang UGD. Tēdi dan 2 rēkannya mērasa bērkēwajiban untuk mēnolong kawan karibnya gara-gara pihak Famili Rudi bēlum ada satupun yang nampak di rumah sakit. Rudi ialah anak tunggal dan kē-2 orang tuanya bērada di sēsuatu nēgara ēropa Timur sēbagai staf kēdutaan bēsar. namun Famili-Famili dēkat Rudi masih bēlum tiba gara-gara tinggal di luar pulau Jawa sēpērti Pontianak, Tarakan dan Manado. bērnasib baiklah Rudi mēmiliki karib sēpērti Tēdi dan 2 rēkannya yang lain untuk mēngurus kēpērluannya manakala dirawat di UGD.

Sēorang pērawat kēluar dari ruang UGD dan mēnuju kē arah Tēdi sambil mēmbawa sēsuatu kērtas di tangannya. \”Mas, ini rēsēp doktēr yang harus langsung dibēlikan obatnya agar kawan Mas bēsok pagi dapat langsung disuntik obat itu.\”, ungkap pērawat tērsēbut pada 3 pēmuda yang sudah kēlihatan lēlah.
\”Kira-kira di apotik rumah sakit ini obat itu ada nggak, Mbak?\”, tanya sēorang rēkan Tēdi.
\”Kalau ada saya nggak akan minta tolong pada kalian\”, jawab pērawat singkat.
\”Yuk, dicari!\”, ajak Tēdi pada 2 kawannya.
\”Sēbēntar Mas\”, cēgah pērawat itu.
\”Kalian yang mēmpunyai kēlompok darah sama juga Rudi sēbaiknya tinggal disini, jaga-jaga kalau kawan kalian mēmbutuhkan darah lagi dan pērsēdian kami habis\”, mēnēruskan kētērangannya.
Akhirnya 3 pēmuda itu bērēmbuk dan mēngambil kētētapan agar Tēdi saja yang mēncari obat dan 2 kawannya tētap tinggal.

Tēdi mēngēluh dalam hati sambil mēngēndarai mobil, \”Cari apotik yang buka jam 1 pagi ini pasti susah, aku nggak sēbērapa hapal jalan Jakarta lagi\”.
sēsudah bērkēndaraan sēlama 10 mēnit akhirnya dia mēndapatkan sēsuatu apotik yang masih buka tapi sēsudah dimasukinya pēgawai apotik tērsēbut mēnyēbutkan kalau obat yang dicari Tēdi tak ada. Kējadian tērsēbut bērulang sampai 4 kali alasan yang mirip, \”obat itu habis\”, \”bēsok siang baru siap\”, dan sēbagainya. Dēmi kawan yang waktu ini tērgolēk di ranjang UGD, Tēdi tak bērputus harapan mēskipun tubuhnya sudah lēlah dan ngantuk.

Tanpa mēngharapkan banyak Tēdi mēmarkir mobilnya didēpan apotik kēcil di ujung jalan yang sēmpit. \”Paling-paling nggak ada lagi\”, pikir Tēdy sambil mēmbērikan rēsēp obat yang dicarinya pada pēgawai apotik itu, sēorang wanita mēmpunyai umur 30-an.
\”Silakan tunggu dulu, saya carikan\”, ucap wanita itu sopan.
Dia mēncēk computērnya, lalu masuk kē ruangan bērdiding kaca transparan yang tērlihat pēnuh laci obat, kēluar lagi dan tērus masuk kē ruangan tērtutup. Wanita itu kēluar sēorang pria mēmpunyai umur 50-an muka masih ngantuk.
Sambil mēngēnakan kaca matanya pria itu bērkata pada Tēdi, \”Dik, obat ini agak langka, mēnyiapkannya butuh waktu 1 jam dan yang bisa mēnyiapkan cuma cabang kami yang bērada di Dēpok. Sēbaiknya adik langsung aja mēndatangi kēsana atau kalau adik mau nunggu biar pēgawai kami yang ngantar kēsini, gimana?\”.
Langsung dijawab Tēdi, \”Saya tunggu aja disini, Pak! Capēk Pak saya putar-putar carinya! Bērapa, Pak?\”.
Dijawab olēh wanita diDibagian pria itu, \”jumlah sēmuanya Rp 536.500,-\”.
Dalam hati Tēdi mēnggērutu, \”Busyēt, habis nih sisa gajianku!\”.

Jam di dinding apotik tunjukkan sētēngah dua, hawa sējuk pagi masuk mēlalui jēndēla apotik bikin Tēdi yang baru saja duduk bēbērapa mēnit di ruang tunggu mēnjadi ngantuk. Matanya yang agak sayu mulai mēnatap wanita yang sibuk di kountēr apotik itu, tatkala itu pēgawai pria yang tadi sudah tak tērlihat lagi. Dalam hati Tēdi mulai bērdialog dirinya sēndiri untuk mēnghilangkan kēbosanan, \”Kalau dipērhatikan cēwēk itu cakēp juga ya, rambutnya hitam panjang, kulitnya sawo matang, mukanya mirip siapa? oh iya kayak pēnyanyi yang namanya Mēmēs, tingkah laccountya anggun dan sopan, pērsis dēh, bodinya juga kēlihatan okē, bēgo sēkali aku baru mēnyadarinya sēkarang\”. Tatapan mata Tēdi yang sēmula sayu mēnjadi bērbinar-binar sēolah mēmandang hidangan lēzat manakala lapar. Rasa ngantuknya lēnyap dalam kēhēningan ruangan apotik yang cuma ada dia dan pēgawai wanita itu. mulai mēnjadi kurangnya aktifitas pēgawai wanita itu, ia mulai mērasa kalau sēdang dipērhatikan. Sēdikit curi pandang kē arah Tēdi, pērasaannya tērbukti bēnar. Pēmuda langsing tinggi, 25-an tahun tapi lumayan tampan yang duduk didēpannya mēmandang kē arahnya tanpa bērkēdip. Tēdi akhirnya mērasa kalau tatapannya dirasakan olēh wanita itu.

Pērhatian Tēdi bēralih kē barang-barang yang ada di outlēt apotik itu. Bangkit dari tēmpat duduknya sambil mēmbungkukkan badan ia mēlihat satu pērsatu barang dalam ētalasē kaca. pēnasaran pēgawai wanita itu mēnanya pada Tēdi, \”Mēncari apa, Mas?\”
\”cuma lihat-lihat kok Mbak!\”, jawab Tēdi, tapi mēlihat matanya tērtuju pada sēdērēt kotak kondom bērbagai mērk dan hal ini tak luput dari pērhatian wanita itu.
Pērhatian Tēdi pada dērētan kotan kondom itu bēgitu nampak gara-gara dia bētul-bētul lagi mēmbandingkan kēlēbihan sētiap mērk kondom lainnya mēlalui tulisan-tulisan yang ada pada kotaknya. Tanpa malu-malu Tēdi mēnanya pada pēgawai wanita itu, \”Mbak, yang mērk \”A\” ini harganya bērapa?\” yang dijawab pula olēh wanita itu. \”Kalau yang \”B\”?\” \”Kalau yang \”C\”?\” sēluruh pērtanyaan itupun dijawab olēh pēgawai wanita itu. muka bingung Tēdi mēnēgakkan kēmbali badannya sambil mēndēkat kē arah pēgawai itu. \”Mbak, yang bagus yang mana?\” tanyanya lirih muka lugu. Pēgawai wanita itu mēmbērikan jawaban mēnggēlēngkan kēpalanya sērta tērsēnyum malu. muka kēcēwa tak mēmpērolēh jawaban, Tēdi mēmbalikkan badan lalu kēluar dari apotik itu dan mēngambil kotak rokoknya dari saccountya.

Bērsandar pada kusēn pintu apotik, Tēdi mēnikmati sētiap sēdotan asap rokoknya. Tanpa disadarinya pēgawai wanita tadi sudah ada disampingnya dan mēngagētkannya pērmintaannya, \”Mas, bolēh minta rokoknya?\” Bagai orang dihipnotis Tēdi mēnghulurkan kotak rokok dan korēknya pada wanita. Tēdi mērasa kagēt campur bingung dan hēran mēnatap wanita disampingnya sēdang mēnikmati sēdotan pērtama pada sēbatang rokok.

\”Nggak usah bēngong Mas, ēmangnya mēngapa?\”, tanya wanita itu.
\”Ah, Nggak, nggak hēran kok, sēhari habis bērapa Pak biasanya, Mbak?\”, tanya Tēdi sēdikit mēnggoda.
\”Saya mērokok kadang-kadang-kadang-kadang aja kok, Mas!\”, jawab wanita itu.
sēsudah itu mērēka mēbērcakap-cakap akrab bak 2 orang yang tēlah lama bērkēnalan.
\”Mas, tadi tanya soal kondom, apa sudah mēnikah?\”, tanya wanita itu.
\”Bēlum, Karēnanya saya mēnanya, Mbak sudah?\”, jawab Tēdi dan bērbalik mēnanya.
\”Sudah 5 tahun\”, jawab wanita sambil tunjukkan kēkēcēwaan di mukanya.
\”Wah, sudah cērita dong, jadi bērbasickan Mbak, manakala suami Mbak pakai kondom yang ēnak tērasa yang mērk apa?\”, tanya Tēdi sēakan hal itu mēnjadi tēka-tēkinya.
\”Apa kamu sudah punya pacar?\”, tanya balik wanita itu.
mēnggēlēngkan kēpala, Tēdi mēnunduk malu sēolah sadar bahwa dia tunjukkan kēluguannya, lalu dia bērusaha, mēnutupinya bērkata, \”Tapi gini-gini cēritaku nggak kalah sama Mbak! cuman saya nggak pērnah pakai kondom\”
\”Oh, ya? saya pērcaya kok\”, sindir wanita itu.
\”Kalau nggak pērcaya bolēh dicoba!\”, tantang Tēdi.

muka yang mēmērah dan tērsēnyum, wanita itu mēmbongkar pintu apotik lalu masuk kēmbali sēsudah mēncampakkan puntung rokoknya, mēninggalkan Tēdi sēorang diri. mēnggēlēng-gēlēngkan kēpala Tēdi mērasa amat tolol sēsudah mēnyadari kalau dia baru saja mēlontarkan kata-kata yang paling bodoh sēpanjang cēritanya bērkēnalan cēwēk. Bahkan waktu ini dia bēlum mēngētahui nama dan alamat wanita yang baru saja bērcakap-cakap nya sēlama 30 mēnit. sēsuatu hasil yang bisa mēnērjunkan pamor yang dikēnal kawan-kawannya sēbagai sēorang yang ahli mēmpērolēh data tēntang cēwēk dalam bērkēnalan.

Tak lama kēmudian Tēdi juga kēmbali masuk kēdalam apotik dan mēndapati pēgawai pria apotik itu tēlah duduk dimēja countēr. Mērasa ingin buang air kēcil, Tēdi mēnanyakan lētak toilēt pada pria itu. Sēsuai pētunjuk pria tadi, tēdi mēmasuki lorong panjang dalam apotik itu dan akhirnya mēndapatkan kamar mandi sētēngah tērbuka yang kēlihatan amat bērsih. tērburu-buru Tēdi masuk dan langsung mēmbongkar rēslēting cēlana jēansnya dan langsung mēlontarkan pēnisnya dari dalam CDnya lalu, \”Ah.. Lēga tērasa!\”

Rupanya Tēdi mēlupakan mēnutup pintu kamar mandi. Dan gara-gara lagi mēnikmati buang air kēcil dia tak mērasakan kalau di bēlakangnya sudah bērdiri pēgawai wanita tadi sambil mēngamati bēntuk dan ukuran pēnis Tēdi yang lagi mēnyēmburkan cairan urinē bak ujung sēlang. sēsudah mēmbērsihkan pēnisnya tissu yang ada disampingnya, ia tērkējut sētēngah mati mērasakan pundaknya dipēgang tangan halus dan punggungnya mērasakan gēsēran 2 bēnda tumpul yang lunak. Mēnolēh kē bēlakang ia mēlihat muka pēgawai wanita tadi.
napas lēga Tēdi bērkata, \”Kukira hantu, sampai hampir pingsan tērasa!\”.
\”Aku mau buktikan ucapan Mas diluar tadi!\”, ucap wanita itu sambil tangan kanannya bērgērilya mēmēgang pangkal pēnis Tēdi.

Tanpa dikomando burung Tēdi langsung mēndongkak kēatas mēmbēri pēnghormatan atas rangsangan gēnggaman halus tangan wanita itu. Diikuti hēlaan napas yang dalam wanita itu mēmbuat gēsēr-gēsērkan wilayah vitalnya yang masih bērada dibalik rok dan CDnya kē pantat Tēdi. sērta mērta Tēdi mēmutar bagian tubuhnya hingga bērtēmu wanita itu. Lēpaslah gēnggaman wanita itu pada pēnis Tēdi, tapi pantatnya jadi gantinya, dirēmas dan ditariknya kēarah tubuh wanita itu. Dua bibir saling bērtautan, cumbuan dibalas cumbuan, kē-2nya saling bērcumbu gairah yang luar biasa. Dua tangan Tēdi mēndapatkan pantat wanita itu dan mērēmasnya sambil mēnarik kētubuhnya. Pēnis Tēdi tērhimpit dan bērgēsēk bagian dēpan rok wanita itu tēpat pada wilayah sēkitar alat vitalnya, tatkala buah dwujudnya tērhimpit dada Tēdi. Di bagian bawah gēsēk mēnggēsēk 2 alat vital yang bērlainan jēnis mēnimbulkan ēfēk yang sēmakin mēnjadi-jadi mēskipun masih tērhambat olēh rok dan CD wanita itu. Di bagian tēngah dimana gēsēkan buah dada yang sēmakin mēnjadi kēras pada dada Tēdi juga tērhambat olēh BH, pakaian wanita itu dan kaos Tēdi. Bagian ataslah yang baru bēbas dari sēgala pēnghalang, lidah Tēdi masuk dalam mulutnya dan mēngusap lidah wanita itu liarnya dan dibalas sēdotan dari mulut wanita itu, hal ini tērjadi silih bērganti tatkala kē-2 bibir saling mēlēkat satu sama lainnya.

Sēlang bēbērapa waktu tērjadi gēnjatan sēnjata. kē-2 pihak saling mēlēpas halangan yang ada. Pakaian tērusan wanita itu sēkarang sudah tērlēpas sēluruh kancing dēpannya hingga bagian dēpan tubuhnya tērbuka bēbas. Cēlana jēans dan CD Tēdi juga sudah sampai kēbawah, juga kaosnya yang bētul-bētul lēpas tērsampir di gagang pintu kamar mandi sēmpit yang tērtutup. Wanita itu kēmudian mēlingkarkan tangannya kēbēlakan untuk mēlēpas kancing BHnya, Tēdi mēmanfaat pēristiwa itu bērjongkok dan mēncumbu pērut wanita itu sambil mēlorotkan CD wanita itu hingga lēpas. an lēpasnya BH wanita itu, cumbuan bibir Tēdi juga bērtēmu bibir vaginanya. Dēsahan dan ērangannya mērasuki otak Tēdi, sēdotan mulutnya pada vagina wanita itu diikuti pērmainan lidah di klitoris.

kē-2 tangan bēbas wanita itu langsung mēnangkap dan mēnarik bagian bēlakang kēpala Tēdi kē arahnya hingga muka Tēdi tērhimpit disēlakangannya. Sēdotan mulut Tēdi bērtambah kuat bak pompa air yang lagi mēnyēdot sumur. Sēsēkali wanita itu agak mēnjongkok dan tarikan kuat pada kēpala Tēdi hingga juluran lidah Tēdi dapat masuk kēdalam lubang vaginanya yang paling dalam. Rangsangan hēbat yang dibērikan Tēdi mēnghasilkan gēlombang kējut pada wanita itu, dēnyut-dēnyut dinding vaginanya mēngantarkan kēluarnya cairan kēntal. Bērgēlinjang dalam situasi bērdiri mēnjadikannya tērhuyung lēmas namun bērnasib baik dinding kamar mandi itu tēlah dēkat punggungya hingga tērsandarlah punggungnya di dinding. Dēkapan Tēdi sēsudah bangkit dari jongkoknya juga mēnolong wanita itu untuk tētap bērdiri sambil bērsandar pada dinding kamar mandi.

Dalam dēkapan Tēdi, mata wanita itu tērpējam mērasakan kēpuasan manakala, buah dadanya mēnēmpēl pada dada Tēdi yang bērbulu tipis, dan napasnya yang tadinya tērēngah-ēngah mulai tēratur kēmbali. Pēnis Tēdi mēnēmpēl kētat pada wilayah kēmaluan wanita itu hingga mērasakan kēhangatan yang basah. Tēdi mulai mēncumbu mulut wanita itu dan sēdikit dēmi sēdikit dibēr jalan hingga pērgumulan kē-2 mulut tak dapat dihindarkan kēmbali. Diikuti gērakan pinggul dan pantat, mēngakibatkan gēsēran pēnis Tēdi pada bibir vagina wanita mulai tērasa nikmatnya bagi kē-2 bēlah pihak. Lalu wanita itu bikin rangkulan tangan sērta usapan di punggung dan bēlakang kēpala Tēdi. Tērprovokasi olēh rangsangan yang dibērikan wanita itu, Tēdi mulai sēdikit bērjongkok hingga ujung pēnisnya mēnēmpēl bagian dēpan lubang vagina lalu gērakan mēluruskan kēmbali kakinya, naik dan masuklah sēluruh batang alat vitalnya kēdalam liang kēnikmatan wanita itu yang tēlah licin tiba-tiba. Kagēt olēh sēntakan Tēdi, kē-2nya mēlēpaskan ciuman mulut, \”Akh..!\”, jērit wanita itu mulut tērbuka dan diikuti dēsahan, \”Ah.. ah.. ah..\” kētika Tēdi mēmompa batang alat vitalnya kēbawah dan kēatas. Dua insan bērlainan jēnis tēlah mēmulai jalinan sēbadan sambil bērdiri dalam kamar mandi apotik yang sēmpit.

Mulut Tēdi mulai mēnghisap bagian kiri lēhēr wanita itu lalu sēsēkali pada tēlinga kirinya. mēlakukan putarannya waktu dan bērbagai rangsangan yang saling ditērima kē-2nya, wanita itu sēmakin mērasa lēmas pada bagian kakinya gara-gara mēmaksakan diri untuk mērēngguk kēpuasan mēskipun tēlah bērorgasmē 2 kali. Akhirnya tētap mēngistirahatkan punggungya pada dinding kamar mandi ia mēminta tangan Tēdi untuk mēnahan pantatnya lalu mēngaitkan kē-2 kakinya pada bagian bēlakang kaki Tēdi. Sambil mēmbopong wanita itu Tēdi tētap mēlakukan pēmompaan batang alat vitalnya pada vagina wanita itu. kēmampuan Tēdi ada batasnya, akhirnya dilēpaskannya kaki kanan wanita itu agar dapat mēnopang tubuh wanita itu sēndiri. tangan kanan tētap mēmēgang paha kiri wanita itu, Tēdi mēmbuat cēpat gērakan pompanya.
\”Aduh Mas aku mau kēluar lagi, ssh..\”, ucap wanita itu sambil mēnggigit bibir atasnya.
Tēdipun langsung mēlēpas bēban yang sēdari tadi ditahannya, pēnisnya lakukan dēnyutan hēbat dalam liang kēnikmatan, mēnyēmprotkan cairan spērma bagai sēmburan ular bērbisa. Mērasakan sēmburan cairan hangat dalam liangnya, wanita itu pun tak kuasa mēnahan orgasmēnya. kē-2nya saling bērangkulan sampai pēnis Tēdi kēluar dari liang kēnikmatan dalam situasi kosong dan lēmas. Diakhiri saling ciuman bibir, kē-2nya mēmbērsihkan diri, mēngēnakan kēmbali pakaian yang lēpas, dan kēluar dari kamar mandi. Baca Selengkapnya…

Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan untuk lengkapnya silahkan kunjungi juga s9s9.bizjuga menanyangkan situs bokep asli Indonesia dan manca negara .terima kasih sudah mengunjungi situs kami. Baca Juga

Terima Kasih Telah Membaca Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan

Pencarian Konten:

Daftar Gratis Bos, Dapat Bonus Juga Lo...

Description 2 years
Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan

Cerita Dewasa Cerita Dewasa Sex, Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan Foto – Foto Bugil Terbaru, dan Bokep.3gp/mp4 dan masih banyak yang lainya dalam kesempatan ini s9s9.bizakan membagikan sebuah cerita terbarunya Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan Cerita Dewasa Apotik Penuh Kenangan cerita-dewasa-apotik-penuh-kenanganCerita Dewasa – Sudah lēbih dari 4 jam Tēdi 2 rēkannya mēnanti didēpan pintu kamar […]

Genre: Uncategorized

Related
Comments WOULD YOU LIKE TO COMMENT ?